Kunyit Aman Anti-Pembengkakan (KUMAN) sebagai Alternatif Lokal Dalam Mengatasi Pembengkakan Akibat Dislokasi Di Kelurahan Sungai Jingah
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pembengkakan akibat dislokasi kerap ditangani secara tidak tepat karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai tanda, risiko, dan penanganan awal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) “Kunyit Aman Anti Pembengkakan (KUMAN)” dilaksanakan untuk meningkatkan literasi kesehatan melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan kunyit sebagai terapi komplementer antiinflamasi. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sungai Jingah melalui metode penyuluhan dan demonstrasi. Peserta diberikan materi mengenai proses terjadinya pembengkakan, cara kerja kunyit sebagai antiinflamasi, serta langkah praktis pembuatan balur kunyit. Pre-test dan post-tes diberikan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menjadi lebih memahami mekanisme pembengkakan akibat dislokasi, langkah penanganan awal yang aman, serta manfaat kunyit sebagai agen antiinflamasi alami. Sesi praktik membantu peserta menguasai cara meracik balur kunyit dengan bahan sederhana, terlihat dari keaktifan dan kemampuan mereka menjelaskan kembali prosedur secara mandiri. Secara keseluruhan, PKM KUMAN efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kemandirian masyarakat di Kelurahan Sungai Jingah dalam menangani pembengkakan ringan. Pendekatan edukasi yang interaktif dan aplikatif berperan penting dalam mempermudah peserta memahami serta menerapkan informasi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Patala, R., Anggi, V., Paula, I., & Sakina, N. (2023). Aktivitas Analgesik dan Antiinflamasi Nanoemulsi Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) secara In Vivo. JOURNAL OF PHARMACEUTICAL AND SCIENCES, 6(4), 1795–1803.
Wickline, A., Cole, W., Melin, M., Ehmann, S., Aviles, F., & Bardt, J. (2023). Mitigating the Post-Operative Swelling Tsunami in Total Knee Arthroplasty: A Call to Action. Journal of Orthopaedic Experience & Innovation, 4(2), e77444. https://doi.org/10.60118/001c.77444.
Narayan, K., Sharma, P., Gupta, R., Singh, A., & Patel, M. (2018). Hematoma-related plexus compression following trauma. SpringerLink, 138(11), 1527–1532.
Raehana, R. (2021). Efektivitas Kunyit (Curcuma longa) sebagai Analgesik dalam Menangani Nyeri Dysmenorrhea. Jurnal Kesehatan, 14(2), 45–52.
Larasati, R., & Jusnita, N. (2020). Formulasi Nanoemulsi Estrak Kunyit untuk Meningkatkan Bioavailabilitas Kurkumin. Jurnal Farmasi Indonesia, 11(1), 23–30. https://www.journal-jps.com/index.php/jps/article/view/38.
Magfirah, S., & Utami, R. (2020). Pengembangan Nanoemulsi sebagai Sistem Penghantar Obat Lipofilik. Jurnal Sains dan Farmasi, 8(2), 101–110.
MSD Manual (2023). Overview of Dislocations. MSD Manual Professional Edition. https://www.msdmanuals.com/professional/injuriespoisoning/dislocations/overviewof-dislocations.
Cahyaningsih, E., Dewi, N. L. K. A. A., Udayani, N. N. W., Dwipayanti, N. K. S., & Megawati, F. (2022). Efektivitas Pengobatan Tanaman Herbal dan Terapi Tradisional untuk Penyakit Tulang dan Persendian. USADHA: Jurnal Integrasi Obat Tradisional, 2(1), 51–64.
Susanto, Y., Solehah, F. A., Fadya, A., & Khaerati, K. (2023). Potensi Kombinasi Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) dan Kapur Sirih sebagai Anti Inflamasi dan Penyembuh Luka Sayat. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Secience and Clinical Research, 8(1), 32–45. https://www.researchgate.net/publication/369914464.
Internasional Osteoporosis Foundation. (2023). Facts & statistics. International Osteoporosis Foundation. https://www.osteoporosis.foundation/facts-statistics.