Edukasi Pembakaran Sampah Dengan Smokeless Burn Barrel
Isi Artikel Utama
Abstrak
Sampah masih menjadi isu lingkungan yang banyak dijumpai di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Masyarakat Desa Pembantanan juga belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman dan ramah lingkungan. Sampah masih dipandang sebagai limbah yang tidak bernilai, sehingga belum banyak warga yang melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik ataupun memanfaatkan sampah sebagai sumber nilai ekonomi. Padahal, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan sampah menjadi kompos, barang daur ulang, atau kegiatan wirausaha berbasis lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang aman, sehat, dan ekonomis. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan smokeless burn barrel, yaitu alat pembakaran sampah yang dirancang untuk meminimalkan asap dan emisi berbahaya. Melalui edukasi dan demonstrasi penggunaan alat ini, diharapkan masyarakat dapat mengubah pola pengelolaan sampah yang sebelumnya berisiko menjadi lebih aman dan berkelanjutan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Nugroho, J. M. N. D., Fathia, K. F., Mahardika, P., Muzzazinah, Ramadanu, P. A., Dewi, A. N., Hanifah, A., Handayani, A., Marsha, C. F., & Purnama, D. O. P. (2025). Smokeless burn barrel: solusi pembakaran sampah minim asap di desa ledok, blora. Sivitas, 5(1), 1–9.
Rivai, A., Fausy, M., & Mulyadi. (2023). Penggunaan alat pembakaran sampah tanpa asap untuk mengatasi pencemaran lingkungan. Jurnal sulolipu : media komunikasi sivitas akademika dan masyarakat, 23(1), 88–9
Octavia, D., Fitrianingsih, Y., & Jati, D. R. (2015). Analisis beban emisi co dan ch4 dari kegiatan pembakaran sampah rumah tangga secara terbuka (studi kasus kecamatan sungai kakap, kabupaten kubu raya). Jurnal teknologi lingkungan lahan basah, 3(1), 1–10.