Terapi aktivitas kelompok Genggam Bola Karet di Wisma Sakura Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Budi Sejahtera Banjarbaru
Isi Artikel Utama
Abstrak
Proses menua merupakan proses alami yang ditandai dengan penurunan fungsi organ tubuh, termasuk sistem muskuloskeletal yang dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot, kekakuan sendi, serta melemahnya kekuatan genggam tangan pada lansia. Kondisi ini sering diperberat oleh kurangnya aktivitas fisik dan imobilisasi berkepanjangan, sehingga berdampak pada penurunan kemandirian dan kualitas hidup lansia. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Wisma Sakura Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru, sebagian besar lansia mengalami kelemahan ekstremitas atas dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menstimulasi dan meningkatkan kekuatan otot tangan lansia melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan terapi genggam bola karet. Metode pelaksanaan dilakukan melalui analisis situasi sasaran, pemberian edukasi kesehatan, koordinasi dengan mitra, serta implementasi terapi genggam bola karet yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Kegiatan diikuti oleh lima orang lansia perempuan berusia 67–83 tahun. Hasil pengukuran menggunakan handgrip dynamometer menunjukkan bahwa sebelum terapi sebagian besar lansia memiliki kekuatan otot yang sangat rendah (0,0–0,4 kg). Setelah terapi, dua responden menunjukkan peningkatan kekuatan genggam tangan, meskipun masih dalam kategori rendah, sementara responden lainnya belum menunjukkan perubahan signifikan. Secara kualitatif, lansia merasakan manfaat berupa berkurangnya kekakuan otot, tangan terasa lebih ringan, meningkatnya semangat, serta motivasi untuk bergerak aktif. Selain itu, pelaksanaan terapi secara berkelompok meningkatkan interaksi sosial dan suasana emosional yang positif. Terapi genggam bola karet terbukti memberikan stimulasi awal yang bermanfaat bagi sistem neuromuskular lansia dan berpotensi meningkatkan kekuatan otot apabila dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Andayani, S., & N, E. C. (2025). Terapi Bola Karet Meningkatkan Mobilisasi Fisik Pada Pasien Stroke Non Hemoragik. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Surya Medika, 20(1), 56-61. doi:https://doi.org/10.32504/sm.v20i1.1211
Appulembang, I., & Sudarta, I. M. (2022). Pengaruh Latihan Range Of Motion Pada Ekstremitas AtasDengan Genggam Bola Karet Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke(Studi Literature). Jurnal Berita Kesehatan, 15(1), 1-15. doi:https://doi.org/10.58294/jbk.v15i1.82
Margiyati, Rahmanti, A., & Prasetyo, E. D. (2022). Penerapan Latihan Genggam Bola Karet Terhadap Kekuatan Otot pada klien Stoke non Hemoragik. Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana, 1-6. doi:https://doi.org/10.55606/jufdikes.v4i1.1
Retnowati, L., Utomo, A. S., & Pertiwi, R. R. (2024). Eksplorasi Perkembangan Kekuatan Otot Lansia Pasca Stroke Melalui Terapi Menggenggam Bola Karet. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sekolah Tinggi IlmuKesehatan Majapahit, 17(1), 98-107. doi:https://doi.org/10.55316/hm.v17i1.1107
Riviati1, N., & Indra, B. (2023). Relationship between muscle mass and muscle strength with physical performance in older adults: A systematic review. SAGE Open Medicine, 1-12. doi:https://doi.org/10.1177/20503121231214650
Sari, A. C., Ayubbana, S., & HS, S. A. (2023). Efektifitas Terapi Genggam Bola Karet Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke. Jurnal Cendikia Muda, 1(3), 283-288.
Suciawati, A., Kundaryanti, R., & Ermiati. (2025). Edukasi Proses Penuaan Dan Perubahan Psikologis Lansia Di Sekolah Lansia Bina Lansia Mandiri Meruyung Kota Depok. Jurnal Salingka Abdimas, 5 (2), 103-109. doi:https://doi.org/10.31869/jsam.v5i2.7184