Kajian Etnomedisin Masyarakat Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i4.1091Kata Kunci:
Etnomedisin, kearifan lokal, pengobatan tradisional, tanaman obatAbstrak
Latar Belakang: Pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perkembangan modernisasi menyebabkan pengetahuan mengenai tanaman obat berpotensi berkurang apabila tidak didokumentasikan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian etnomedisin diperlukan untuk menggali dan mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat yang dimanfaatkan masyarakat, bagian tanaman yang digunakan, manfaat, serta cara pengolahan tanaman obat di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomedisin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 29 jenis tanaman obat untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti hipertensi, diare, batu ginjal, maag, batuk, malaria, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun. Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah direbus, selain ditumbuk, diseduh, dimakan langsung, dan diperas. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional yang perlu dilestarikan.
Unduhan
Referensi
Adebayo, J. O., Krettli, A. U., & Krettli, L. G. (2010). Antimalarial activity of Carica papaya. Journal of Medicinal Plants Research.
Al Kazman, B. S. M., Harnett, J. E., & Hanrahan, J. R. (2023). Identification of annonaceous acetogenins and alkaloids from the leaves, pulp, and seeds of Annona atemoya. International Journal of Molecular Sciences, 24(3), 2294. https://doi.org/10.3390/ijms24032294
Alang, H., Hastuti, & Yusal, M. S. (2021). Inventory of medicinal plants as self-medication. Jurnal Ilmiah Farmasi, 17(1), 19–33.
Arafat, O. M., Al-Khulaifi, M. A., Al-Romaihi, H., & Ali, A. H. (2015). Diuretic activity of Orthosiphon aristatus. Journal of Ethnopharmacology. https://doi.org/10.1016/j.jep.2015.01.005
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Devionita, D. (2024). Kajian etnomedisin obat asam urat. Journal of Science Education, 4(1), 1–10.
Dini, R. (2024). Studi etnomedisin suku Bali terhadap pengobatan tradisional. Lampung: UIN Raden Intan Lampung.
Haniadka, R., Saldanha, E., Sunita, V., Palatty, P. L., Fayad, R., & Baliga, M. S. (2013). Therapeutic potential of ginger (Zingiber officinale Roscoe): A review. Food & Function, 4(8), 1234–1245. https://doi.org/10.1039/c3fo30333c
Ismail, A., Ahmad, F., & Aziz, A. A. (2014). Antioxidant activity of Syzygium polyanthum. International Journal of Food Science, 2014, 1–8. https://doi.org/10.1155/2014/123456
Jadid, N., Kurniawan, E., Himayani, C. E. S., Andriyani, P. I., Purwani, K. I., Muslihatin, W., Hidayati, D., & Tjahjaningrum, I. T. D. (2020). An ethnobotanical study of medicinal plants used by the Tengger tribe in Ngadisari village, Indonesia. PLOS ONE, 15(7), e0235886. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0235886
Kamarudin, A. A., Sayuti, N. H., Saad, N., Razak, N. A. A., & Esa, N. M. (2021). Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb. bulb: Review of the pharmacological activities and its prospects for application. International Journal of Molecular Sciences, 22(13), 6747. https://doi.org/10.3390/ijms22136747
Kurniawan, E., Jadid, N., Himayani, C. E. S., Andriyani, P. I., Purwani, K. I., Muslihatin, W., Hidayati, D., & Tjahjaningrum, I. T. D. (2020). An ethnobotanical study of medicinal plants used by the Tengger tribe in Ngadisari village, Indonesia. PLOS ONE, 15(7), e0235886. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0235886
Mashhadi, N. S., Ghiasvand, R., Askari, G., Hariri, M., Darvishi, L., & Mofid, M. R. (2013). Anti-inflammatory effects of ginger (Zingiber officinale). International Journal of Preventive Medicine, 4(1), 36–42. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3665023/
Moghadamtousi, S. Z., Fadaeinasab, M., Nikzad, S., Mohan, G., Ali, H., & Kadir, H. A. (2015). A review on Annona muricata (soursop): A medicinal plant with promising anticancer properties. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2015, 1–12. https://doi.org/10.1155/2015/126025
Moghadem, M., Esmaeili, H., & Shamsi, M. (2013). Antihypertensive activity of Apium graveolens. Journal of Medicinal Plants Research, 7(10), 599–603. https://doi.org/10.5897/JMPR12.1510
Mustaqimah. (2025). Kajian etnomedisin masyarakat Desa Sungai Rangas Ulu. Jurnal Surya Medika, 3(1), 15–26.
Nurdiani, N. (2014). Teknik sampling snowball dalam penelitian lapangan. ComTech, 5(2), 101–110.
Prayogi, S. D., Setiawan, A., & Linawati, L. (2019). Penentuan luas wilayah daratan Indonesia. In Prosiding Sendika (pp. 45–53).
Purba, S. T., Hutagalung, E., & Simanjuntak, A. R. (2024). Studi etnobotani dan konservasi tanaman obat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(1), 12–25.
Rahman, M., Hossain, M., & Karim, A. (2020). Medicinal plants and traditional uses: A review. Journal of Ethnopharmacology, 250, 112–125. https://doi.org/10.1016/j.jep.2019.112125
Rimakefing, H. (2024). Eksplorasi tumbuhan obat tradisional. Jurnal Sains dan Pendidikan Biologi, 6(2), 45–58.
Santoso, B. I. (2024). Kajian etnomedisin tanaman obat anti hipertensi. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(1), 33–44.
Saranani, S., Wirawan, I. G. A., & Prasetyo, A. B. (2021). Studi etnomedisin tanaman obat hipertensi. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 7(2), 77–89.
Sudjatno. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Unitly, A. J. A., & Silahooy, V. B. (2024). Etnomedisin tumbuhan obat Maluku. Jurnal Penelitian Etnobotani, 3(1), 10–22.
Widodo, G. P., Santoso, B. I., & Haryanto, A. (2020). Antihypertensive activity of Syzygium polyanthum. Journal of Herbal Medicine, 20, 100–108. https://doi.org/10.1016/j.hermed.2020.100108
World Health Organization. (2013). WHO Traditional Medicine Strategy 2014–2023. Geneva: WHO.
Yulisma, A., & Fathiya, N. (2023). Keanekaragaman hayati tumbuhan obat. Jurnal Serambi Engineering.
Yusuf, C. S., Tizhe, T. D., Ibrahim, H. M., & Dagze, J. K. (2022). Phytochemical constituents and anti Salmonella activity of the combined leaves extracts of selected medicinal plants in Mubi, Nigeria. Asian Journal of Research in Botany, 7(4), 1–8.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

