Evaluasi Pemberian Informasi Obat (PIO) Tenaga Kefarmasian di Puskesmas Halong
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1798Kata Kunci:
Pelayanan Informasi Obat, Puskesmas, Pelayanan Kefarmasian, Apoteker, Keselamatan PasienAbstrak
Pendahuluan: Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan bagian penting dari pelayanan kefarmasian di puskesmas yang bertujuan menjamin penggunaan obat yang aman, rasional, dan efektif. Puskesmas rawat inap memiliki peran strategis dalam pemberian PIO karena melayani pasien rawat jalan maupun rawat inap dengan karakteristik yang beragam. Oleh karena itu, evaluasi pelaksanaan PIO perlu dilakukan untuk menilai mutu pelayanan kefarmasian dan keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan Pelayanan Informasi Obat (PIO) di Puskesmas Rawat Inap Halong. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dilakukan pada Januari 2026 di Puskesmas Halong dengan melibatkan 97 pasien dan 5 tenaga kefarmasian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, wawancara terstruktur, dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa PIO di Puskesmas Halong telah dilaksanakan sesuai standar Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 mayoritas pasien menerima informasi dasar obat seperti nama, indikasi/kegunaan, dosis, cara penggunaan, dan tindakan bila lupa minum obat, dengan persentase 100% (kategori sangat baik). Informasi efek samping obat diterima 81,44% pasien (kategori baik), cara penyimpanan 70,10% (baik), dan interaksi obat/makanan/obat lain 64,95% (cukup). Kompetensi tenaga kefarmasian berada pada kategori baik hingga sangat baik komunikasi dengan pasien, memastikan pemahaman, dan sikap profesional, sebagian tenaga belum mengikuti pelatihan atau seminar terkait PIO. Sarana dan prasarana ruang konseling, meja pelayanan, media edukasi, dan alat komunikasi tersedia dan memadai, namun leaflet sebagai media cetak belum tersedia, sehingga memengaruhi waktu konseling. Kesimpulan: PIO di Puskesmas Halong telah berjalan sesuai standar, efektif dalam menyampaikan informasi dasar obat, namun memerlukan peningkatan melalui penyediaan media cetak dan strategi konseling tambahan agar seluruh informasi obat dapat diterima secara lengkap oleh pasien.
Unduhan
Referensi
Alamri, S.A., Jaizani, R.A.A., Naqvi, A.A., and Ghamdi, M.S.A., Assessment of Drug Information Service in Public and Private Sector Tertiary Care Hospitals in the Eastern Province of Saudi Arabia. MDPI. 2017,5,37; 10.
Al Jeraisy, M., Alshammari, H., Albassam, M., Alayyar, N., Alshammari, S., & Alsultan, M. (2023). Utility of patient information leaflet and perceived impact of its use on medication adherence. BMC Public Health, 23(1), 488. https://doi.org/10.1186/s12889-023-15346-
Arief, I., Hartono, I., & Dzakiyyah, Z. H. (2025). Hubungan pelayanan informasi obat dengan kepuasan pasien di Puskesmas Ciputat Kota Tangerang Selatan. Edu Masda Journal.
Alrwaili, N. A. D., Almutrafi, B. S., Alreshdi, M. M. N., Jelwi, A., Alzabni, J. S., & Alrowily, M. A. M. (2024). Pharmacist-led medication counseling and its effect on treatment adherence in patients with chronic diseases. International Journal of Computational and Experimental Science and Engineering, 10(4).https://doi.org/10.22399/ijcesen.4673
Amalia, T., (2019). Evaluasi Standar Pelayanan Kefarmasian Apotek Di Apotek X berdasarkan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Jurnal Inkofar, 1(1), 49-58
Amaranggana, L. 2017. Pelayanan Informasi Obat yang Efektif dari Beberapa Negara untuk Meningkatkan Pelayanan Farmasi Klinik: Review. Jurnal Farmaka. 15 (1). p 20-28. 11.
Anggriani, A., Djabir, Y. Y.,(2023). Penerapan Pelayanan Informasi Obat diBeberapa Puskesmas Kota Makassar. Majalah Farmasi dan Farmakologi. MFF 2022; 26(3):111-113
Ariyanto, Y., & Umar, Z. (2024). Sosialisasi kelengkapan fasilitas sarana pada layanan pasien infeksius di Puskesmas Pasundan Kota Samarinda Tahun 2024. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(1.1), 454–459
Asriani, A., Widyasari, I., & Ngkolu, N. W. (2019). EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS BONTONOMPO I KABUPATEN GOWA. Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia,2(1), 39-44.
April Nuraini, Dianita Rahayu, Ratri Rokhani, Halimatus Sa’diyah, Bella Fevi Aristia, Arista Wahyu Ningsih. (2023) Evaluasi Pelayanan Informasi Obat pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas X Kabupaten Bangkalan. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education (e-Journal) 2023; 3 (3): 528 – 537
Arsyad, F., (2020). Peran Tenaga Teknis Kefarmasian dalam Pelayanan Informasi Obat di Fasilitas Kesehatan Primer. Jurnal Farmasi Indonesia.
Badoa, C. R. K. S., Citraningtyas, G., & Jayanto, I. (2024). Evaluasi pelayanan informasi obat kepada pasien di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara. PHARMACON. https://doi.org/10.35799/pha.13.2024.56607
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Bandar Lampung. (2025). Sosialisasi farmakovigilans untuk tenaga kesehatan: Upaya kuatkan monitoring efek samping obat. BBPOM Bandar Lampung.
Dasopang, E. S., Hasanah, F., Siahaan, D. N., Maulida, M., Sakila, D. S., Utami, A. U., & Perbrianti, P. A. (2025). Pelayanan informasi obat pada beberapa apotek di Kota Medan. Jambura Journal of Health Sciences and Research.
Ekadipta, E., Sadikin, M., & Yusuf, M. R. (2024). Kualitas pemberian informasi obat pada pelayanan resep berdasarkan kepuasan pasien BPJS di Puskesmas Kecamatan Cilandak. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v16i2.4920
Cindy, C. (2019). Gambaran Pemberian Informasi Obat Pada Pasien Rawat Jalan Puskesmas Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat Periode Mei Tahun 2019. Poltekkes tanjungkarang. https://poltekkestjk.ac.id
Fauziah, W.Z. (2019). Gambaran Pemberian Informasi Obat Di Puskesmas Rawat Inap Satelit Kota Bandar Lampung. Politeknik Kesehatan Tanjungkarang. https://poltekkes-tjk.acid
Kemenkes, RI. 2019. Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Petunjuk teknls standar pelayanan kefannaslan di puskesmas. - Jakarta: Kementer1an Kesehatan RI. 2019 ISBN 978-602- 416 -835-3
Kemenkes, RI. 2019. Kurikulum Pelatihan Pelayanan Kefarmasian Bagi Tenaga Kefarmasian Di Puskesmas. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Petunjuk teknls standar pelayanan kefannaslan di puskesmas. -Jakarta: Kementer1an Kesehatan RI. 2019 ISBN 978-602-416 -835-3
Martina, L., Hamdani, A. S., & Husein, M. S. (2024). Evaluation of drug information services for outpatients in Pengadang Health Center. Qamarul Huda Journal of Pharmacy. https://doi.org/10.37824/6ejdwh83
Mading, M., & Wadu Willa, R. (2020). Persepsi beban kerja tenaga kesehatan Puskesmas di Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2019. Buletin Penelitian Kesehatan, 48(3), 219–226.
Ningrum, W. A., Azzahra, N. A., & Suryani, I. (2022). Hubungan pelayanan informasi obat terhadap tingkat kepuasan dan pengetahuan pasien. Jurnal Ilmiah Kesehatan. https://doi.org/10.48144/jiks.v15i2.1627
Ni’mah, H. (2019). Profil Pemberian Informasi Cara Penyimpanan Obat Pada Pasien Di Apotek Banjar Baru Gresik. Universitas Muhammadiyah Gresik.https://umg.ac.id.
Nuraini, S., (2021). Patient Education and Communication Skills among Health Workers in Primary Care. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Nuraini, A., Rahayu, D., Rokhani, R., Sa’diyah, H., Fevi Aristia, B., & Ningsih, A. W. (2025). Evaluasi pelayanan informasi obat pada pasien rawat jalan di Puskesmas X Kabupaten Bangkalan. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 4(1), 109–123.
Nugroho, A., Sari, D. P., & Pratama, R. (2024). Evaluasi pelayanan informasi obat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 13(1), 45–53.
Putri, R. A., Pratiwi, Y., & Nugroho, B. S. (2021). Evaluasi pelaksanaan pelayanan informasi obat di puskesmas kota dan desa. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(2), 85–92. https://doi.org/10.15416/jfki.v10i2.
Rahman, B., Hidayati, N., & Putri, A. (2023). Analisis pemberian informasi obat terhadap kepatuhan pasien. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 11(2), 101–109.
Setia, R., Olivia, D., Jeane, M., dan Yusuf, T. 2018. Evaluasi Pelayanan Informasi Obat Di Apotek Kecamatan Tikala Kota Manado. Jurnal Biofarmasetikal Tropis 1(1), 9- 12.
Sari, I. D., Raharni, & Yuniar, Y. (2018). Evaluasi pelaksanaan pelayanan informasi obat di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Buletin Penelitian Kesehatan, 46(2), 123–132. https://doi.org/10.22435/bpk.v46i2.XXX
Putra, A., & Sembiring, C. (2020). Effect of work experience on pharmacist counseling effectiveness. Asian Journal of Pharmacy and Health Sciences.
Tefera, Y.G., Gebresillassie, B.M., Ayele, A.A. et al. The characteristics of drug information inquiries in an Ethiopian university hospital: A twoyear observational study. Sci Rep 9, 13835. 2019, https://doi.org/10.1038/s41598-019-50204-1 9.
Tang, K. S., Lee, K. H., Tan, C. S., & Tan, N. C. (2024). The influence of written medication reminders on patient experience among older adults. BMC Geriatrics, 24(1), 662. https://doi.org/10.1186/s12877-024-05253-1
World Health Organization. (2013). The role of the pharmacist in the health care system. World Health Organization.
World Health Organization. (2022). WHO guidelines on good pharmacy practice. World Health Organization.
World Health Organization. (2023). Promoting rational use of medicines. World Health Organization.
Widodo, A., Setiawan, E., & Prameswari, N. (2020). Hubungan sikap profesional tenaga kefarmasian dengan kepuasan pasien di puskesmas. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 10(1), 33–40.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


