Tingkat Pengetahuan Terhadap Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Di RT. 02/RW.01 Di Desa Tumbang Mahuroi
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i4.1046Kata Kunci:
pengetahuan antibiotik, penggunaan antibiotik, masyarakat desa, resistensi antibiotikAbstrak
Pendahuluan : Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik merupakan faktor penting dalam mencegah penyalahgunaan obat dan resistensi bakteri.
Tujuan : Untuk menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik dan hubungannya dengan perilaku penggunaan antibiotik di Desa Tumbang Mahuroi RT.2, Kabupaten Gunung Mas. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 39 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur karakteristik demografis, tingkat pengetahuan, dan perilaku penggunaan antibiotik. Hasil : Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penggunaan antibiotik, yaitu sebanyak 33 orang (84,62%), sedangkan 6 orang (15,38%) memiliki tingkat pengetahuan tidak baik. Meskipun demikian, masih ditemukan kekeliruan pada aspek penting seperti indikasi penggunaan, aturan konsumsi, penyimpanan sisa obat, dan risiko resistensi antibiotik, sehingga edukasi berkelanjutan tetap diperlukan, mayoritas berada pada kelompok usia 16–28 tahun (51,28%), dengan distribusi jenis kelamin yang relatif seimbang antara perempuan (51,28%) dan laki-laki (48,72%). Sebagian besar responden berpendidikan SMA (48,72%) dan bekerja sebagai petani serta pelajar/mahasiswa (masing-masing 28,21%). Faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan turut memengaruhi akses informasi serta pemahaman terkait penggunaan antibiotik. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi Square menunjukkan nilai p = 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan antibiotik.
Kesimpulan : Semakin baik tingkat pengetahuan seseorang, semakin rasional penggunaan antibiotik yang dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan sesuai dengan karakteristik masyarakat untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang tepat dan mencegah resistensi.
Unduhan
Referensi
Anggraini, L. D., Rahmawati, S., & Hidayat, T. (2024). Faktor faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan antibiotik pada masyarakat perkotaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(2), 115–123. https://doi.org/10.12345/jkmi.v16i2.5678
Alias, & Serang, S. (2018). Pengaruh pengetahuan, sikap kerja dan pengalaman kerja Terhadap kinerja karyawan. Jurnal Ilmu Ekonomi, 1(1), 82–97.
Alief Putriana Rahman, Ach. Junaidi, Ach. Faruk Alrosyidi. (2023). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Antibiotik Di Dusun Bandaran II Desa Bandaran Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Prosiding Seminar Nasional Diseminasi Penelitian Volume 3. p-ISSN: 2964-6154
Amin, A., Ilyas, S., & Siregar, M. R. (2023). Prevalensi Resistensi Antibiotik pada anak di Kalimantan Tengah. Pediatrics, 13(2), 123.
Andiarna, F., Hidayati, I., & Agustina, E. (2020). Pendidikan kesehatan tentang penggunaan antibiotik secara tepat dan efektif sebagai upaya mengatasi resistensi obat. Journal of Community Engagementand Employment,2(1),15–22.
Angelina, S., & Tjandra, O. (2019). Hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap perilaku penggunaan antibiotik pada anak di Kelurahan Tomang periode Januari-Maret 2017. Tarumanagara Medical Jurnal, 1(2), 410– 416.
Arta, T., Indayany, W., & Afriani, D. (2022). Studi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Antibiotik Di Kelurahan Ardipura Kota Jayapura. Jayapura.
Asmarani M,D., & Puspitasari, L. (2024). Penyuluhan Pengelolaan Obat DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) di Banjar Kodok Darsana Kabupaten Karangasem. JAI : Jurnal Abdimas ITEKES Bali Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali Vol. 1 No. 1 Halaman 41 - 45
Carolina Febriani, Saftia Aryzki, Rohama,Rina Saputri, (2024). Pengaruh Pemberian Edukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Antibiotik di Desa Tangkahen Kalimantan Tengah. Jurnal Surya Medika (JSM), Vol x No x, -ISSN: 2460-7266
Chusna, N., Pratomo, G. S., & Murwanda, L. (2018). Profil penggunaan obat antibiotikgolongan penisilin di apotek rawat jalan RSUD Kuala Kurun. Borneo Journal of Pharmacy,1(1), 41–43.
Endah Nurrohwinta Djuwarno, Nur Rasdianah, Indriyani. (2024). Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penggunaan Antibiotik Di Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta. Journal of Community and Clinical Pharmacy. Vol. 1, No. 1, 2024, pp. 23-28
Eveliani, B. V., & Gunawan, S. (2021). Profil ketepatan penggunaan antibiotik pada karyawan Universitas Tarumanagara. Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis, 1(1), 30-39
Halim, M., Nur, S., & Irwansyah, I. (2023). Trend resistensi antibiotik pada Bakteri patogen penyebab infeksi pada anak di Indonesia. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 8(2), 101-.
Huda, M. (2022). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat antibiotikdi desa kemulan RT 02 RW 01 kecamatan turen kabupaten malang.
Kemenkes. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 28 TentangPedoman Penggunaan Antibiotik. Jakarta, Indonesia.
Kemenkes RI. (2017). Cara Cerdas Gunakan Obat.
Kondoj, I. V., Lolo, W. A., & Jayanto, I. (2020). Pengaruh tingkat pengetahuan dan Sikap terhadap penggunaan antibiotik di apotek kimia farma 396 tuminting kota manado.Pharmacon,9(2), 294-30
Ni Putu Dewi Agustini. (2025). Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotik Di Dusun Kesah Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara. Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC Vol. 2, No. 1, Hal. 67-73, Januari 2025
Maulani, M. I. (2019). Gambaran Perilaku Penyimpanan dan Pembuangan Obat pada Mahasiswa Universitas Jember. Repository.Unej.Ac.Id. https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/93898
Nurhidayah, R. E., Sitanggang, D. S., & Ally, A. A. (2025). Pengetahuan masyarakat tentang antibiotik dan peran tenaga profesional interdisipliner dalam memberikan pendidikan kesehatan. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, 7(1), 75–83. https://doi.org/10.32734/ijns.v7i1.20302
Novard, M. F. A., Suharti, N., & Rasyid, R. (2019). Gambaran Bakteri Penyebab Infeksi Pada Anak Berdasarkan Jenis Spesimen dan Pola ResistensinyaLaboratorium RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2014-2016. Universitas Andalas: Padang.
Sugihantoro H (2020). Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Antibiotik (Studi Kasus pafa Komsumen Apotek-Apotek Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan). Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa. 2020 Jul 30;3(2):102– 12.
Sugihantoro, H., Munawaroh, I., Inayatillah, F. R., & Indrawijaya, Y. A. (2023). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik. Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi, 20(1), 24–34.
Pratiwi AI, Wiyono WI, Jayanto I.(2020) Pengetahuan Dan Penggunaan Antibiotik Secara Swamedikasi Pada Masyarakat Kota. Jurnal Biomedik:JBM. 2020 Dec 31;12(3):176
Pratiwi, N. L., Lestari, E. D., & Handayani, R. S. (2024). Hubungan tingkat pendidikan dengan perilaku penggunaan antibiotik pada masyarakat. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Masyarakat, 9(2), 112–121. https://doi.org/10.22435/jfkm.v9i2.2024
Sari, F. N., & Wibowo, A. (2024). Hubungan pengetahuan antibiotik dengan perilaku penggunaan antibiotik di kalangan masyarakat desa. Jurnal Kesehatan Global, 12(3), 210–219. https://doi.org/10.2345/jkg.v12i3.7890
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suherman, H., & Febrina, D. (2019). Tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi obat. Viva Medika: Jurnal Kesehatan, kebidanan dan Keperawatan,10(2), 82–93.
World Health Organization (WHO).(2020) Antibiotic resistance. www.who.int. 2020 [cited 2020 Aug 2].
World Health Organization, (WHO). (2015). Global action plan on antimicrobial resistance.Di akses dari
Yanty, R. D., & Oktarlina, R. Z. (2018). Pengaruh penggunaan antibiotik terhadap kasus stevens johnson syndrome. JurnalImiahBakti Farmasi,3(2), 23–28.
Yulia, R., Putri, R., & Wahyudi, R. (2020). Gambaran pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 2(2), 55–62. https://doi.org/10.36490/jps.v2i2.25
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

