Penjaringan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i3.1065Kata Kunci:
Ibu Hamil, Kekurangan Energi Kronik, PenjaringanAbstrak
Pendahuluan: Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik dapat dilihat dari pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) yang <23,5 cm. Komplikasi pada ibu hamil KEK bukan hanya berdampak pada ibu, tetapi juga pada janin, yaitu terjadinya anemia, persalinan sebelum waktunya, keguguran, anemia pada bayi, dan BBLR. Kabupaten Banjar berada di urutan kesepuluh dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Puskesmas Beruntung Baru pada tahun 2023 memiliki sasaran ibu hamil sebanyak 283 orang dan sasaran ibu hamil KEK sebanyak 33 orang. Ibu hamil KEK dari Januari sampai Juni tercatat sebanyak 23 orang. Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK). Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah ceklis. Analisis data secara univariat. Hasil: Berdasarkan hasil distribusi frekuensi umur mayoritas tidak berisiko 20-35 tahun sebanyak 19 orang (63,3%0, distribusi frekuensi paritas mayoritas multipara sebanyak 10 orang (33,3%), distribusi frekuensi jarak kehamilan mayoritas ≥2 tahun sebanyak 19 orang (63,3%), distribusi frekuensi pemeberian makanan tambahan mayoritas ibu hamil yang tidak diberikan makanan tambahan sebanyak 25 orang (83,3%) dan distribusi frekuensi kunjungan ANC mayoritas sesuai dengan usia kehamilan sebanyak 18 orang (60%). Simpulan: Berdasarkan karakteristik umur, paritas, dan jarak kehamilan, saling berkaitan dengan terjadinya ibu hamil kekurangan energi kronik. Pemberian makanan tambahan dan kunjungan ANC.
Unduhan
Referensi
P Devi, T. (2021). Karakteristik Ibu Hamil Dengan KEK Di Banyuwangi 2021. Profesional Health Journal, 3(1), 9–18. https://www.ojsstikesbanyuwangi.com/index.php/PHJ
DinKes.Kalsel. (2557). Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.4(1), 88–100.
Hamil, M., Masa, D. A. N., Melahirkan, S., Kontrasepsi, P., Pelayanan, D. A. N., Seksual, K., Rahmat, D., Yang, T., & Esa, M. (2021). jdih.kemkes.go.id. 1–184.
Kemenkes RI. (2021). Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan 2021. Kementrian Kesehatan RI, 23.
Los, U. M. D. E. C. D. E. (n.d.). kabupaten banjar dalam angka 2023.
prawirohardjo, sarwono. (2020). Ilmu Kebidanan (T. Rachimhadhi (ed.); keempat). PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Puspitasari, M., Mitra, M., Gustina, T., Rany, N., & Zulfayeni, Z. (2021). Pemberian Makanan Tambahan pada Ibu Hamil KEK di Puskesmas Karya Wanita Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Manarang, 7(2), 141. https://doi.org/10.33490/jkm.v7i2.325
Rapih Mijayanti, Yona Desni Sagita, Nur Alfi Fauziah, Y. D. F. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kurang Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Di Upt Puskesmas Rawat Inap. Jurnal Maternitas Aisyah (Jaman Aisyah), 1(3), 205–219. http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Jaman/article/view/147
S.Puspitasari. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan, Paritas, tingkat Konsusmsi Energi dan Protein dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Wonggeduku Kabupaten Konawe (Vol. 3, Issue 2).
Swandari, G. C. (2017). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kunjungan Antenatal Care Diwilayah Kerja Puskesmas Lambuya Kabupaten Konawe Tahun 2017. Politeknik Kesehatan Kendari, 1–51.
Swandini, E., Ningrum, W. M., Kebidanan, P. S. D., Kesehatan, F. I., Galuh, U., Martadinata, J. R. E., & Ciamis, N. (2020). Kekurangan Energi Kronik ( KEK ) di Wilayah Kerja. 2(2), 69–74.
Trisnawati, I. (2018). hubungan usia menikah, jarak kehamilan, jumlah anak dengan kejadian KEK pada ibu hamil di puskesmas mekar kota kendari. http://dx.doi.org/10.1186/s13662-017-1121-6%
Wachidah. (2016). Karakteristik Umur dan Paritas Ibu Hamil dengan Kurang Energi Kronik 2016.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

