Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Panjang Tahun 2026

Authors

  • Filda Dwiyani Universitas Malahayati
  • Eka Yudha Chrisanto Universitas Malahayati
  • Djunizar Djamalu Universitas Malahayati

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1396

Keywords:

hipertensi, pengetahuan, kepatuhan minum obat

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala. Prevalensi hipertensi menurut WHO pada Tahun 2023 mencapai 1,28 miliar, menurut SKI Tahun 2023 persentase diantara penduduk ≥18 Tahun mencapai 30,8%. Provinsi Lampung prevalensi hipertensi pada Tahun 2024 mencapai 41.640 kasus. Puskesmas Panjang menjadi penyumbang pertama kasus hipertensi di Kota Bandar Lampung Tahun 2025 mencapai 16,823. Tingginya angka kejadian hipertensi dikarenakan ketidakpatuhan dalam pengobatan. Keberhasilan pengobatan antihipertensi sangat bergantung pada pengetahuan dan kepatuhan pasien. Tujuan: Diketahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Panjang Tahun 2026. Metode: Desain Penelitian ini menggunakan cross-sectional. Dengan teknik purposive sampling sampel berjumlah 99 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi dan kuesioner MMAS-8. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia ≥56 tahun (55,6%), berjenis kelamin perempuan (67,7%), dan berpendidikan SMA (34,3%). Sebagian besar responden menderita hipertensi selama 1–5 tahun (49,5%) dengan rata-rata lama menderita hipertensi 4 tahun. Mayoritas responden menggunakan 1 jenis obat antihipertensi (82,8%), dan jenis obat yang paling dominan adalah Amlodipine (70,7%). Tingkat pengetahuan responden didominasi kategori cukup (52,5%) dan kepatuhan minum obat kategori sedang (45,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,037 (p-value<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Panjang tahun 2026.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arini, A., Wijaksono, M. A., & Tasalim, R. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Journal of Health Research Science, 4(2), 177–186.

Azizah, L. W. N., & Kristinawati, B. (2023). Hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan dengan status tekanan darah pada penderita hipertensi. Health Information: Jurnal Penelitian.

Cahyadi, R. I., Wijono, C. O., Adithia, F. K., Rupini, N. L. S., Sani’ah, Sincihu, Y., Wijono, S., B., L. S., Wattimena, I., & Dewi, D. A. L. (2024). Gambaran kepatuhan minum obat penderita hipertensi Dusun Sumberame, Kecamatan Wringinanom. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 3591–3597.

Dhrik, M., Prasetya, A. A. N. P. R., & Ratnasari, P. M. D. (2023). Analisis hubungan pengetahuan terkait hipertensi dengan kepatuhan minum obat dan kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Jurnal Ilmiah Medicamento, 9(1), 70–77.

Diwati, A., & Sofyan, O. (2023). Profil dan rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di fasilitas kesehatan tingkat pertama periode Mei–Juli 2021. Majalah Farmaseutik, 19(1), 1.

Erlandi, E. D. A., Saraswati, H. A. C., & Rahardjoputro, R. (2024). Evaluasi pola pengobatan antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Sumberlawang Sragen tahun 2023. Jurnal Siti Rufaidah, 2(3), 28–39.

Juniarti, B., Setyani, F. A. R., & Amigo, T. A. E. (2023). Tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Cendekia Medika: Jurnal STIKES Al-Ma’arif Baturaja, 8(1), 43–53.

Kartikasari, D. S. R. S. P., & Sarwani, S. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di berbagai wilayah Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6, 11665–11676.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman pengendalian hipertensi di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Merlis, S. (2022). Hubungan antara lama menderita hipertensi dan motivasi berobat dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Nursing Inside Community, 5(1), 1–5.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Safiana, Lolok, N. H., & Marsidin. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan konsumsi obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Melai Kota Baubau. Jurnal Pharmacia Mandala Waluya, 4(3), 168–174.

Salsabila, E. (2024). Hubungan faktor risiko usia dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada pasien yang berobat di Klinik Paradise Surabaya bulan Oktober tahun 2023 [Disertasi doktoral, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya].

Sukun, S. B. (2024). Profil penggunaan obat antihipertensi di instalasi rawat inap di Rumah Sakit Kota Malang periode Januari–Desember 2022 [Disertasi doktoral, STIKES Panti Waluya Malang].

World Health Organization. (2023). Hypertension.

Widodo, A. W., Pambudi, R. S., & Ahwan, A. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Manahan Surakarta. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia, 6(2), 1–7.

Published

2026-08-31

How to Cite

Dwiyani, F., Chrisanto, E. Y. ., & Djamalu, D. . (2026). Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Panjang Tahun 2026. Health Research Journal of Indonesia, 4(6), 3146–3152. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1396

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)