Pengaruh Terapi Afirmasi Positif Pada Remaja Dengan Harga Diri Rendah Di SMPN 26 Bandar Lampung Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1324Kata Kunci:
terapi afirmasi positif, harga diri rendah, remajaAbstrak
Pendahuluan: Harga diri rendah (self-esteem) merupakan salah satu masalah psikososial yang sering terjadi pada remaja dan dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan diri, terganggunya hubungan sosial, prestasi akademik, serta kesehatan mental. Di Provinsi Lampung, penelitian menunjukkan bahwa 78,2% remaja memiliki harga diri rendah. Hasil pra-survei di SMP Negeri 26 Bandar Lampung juga menunjukkan bahwa 46,1% siswa mengalami harga diri rendah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat menghambat perkembangan psikologis remaja. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan harga diri remaja adalah terapi afirmasi positif, yaitu pemberian kalimat-kalimat positif secara berulang untuk membangun keyakinan dan penilaian positif terhadap diri sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi afirmasi positif terhadap peningkatan harga diri pada remaja dengan harga diri rendah di SMP Negeri 26 Bandar Lampung Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental melalui pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 253 siswa, dengan sampel sebanyak 20 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat harga diri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian terapi afirmasi positif, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 14 tahun sebanyak 12 responden (60%) dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 12 responden (60%). Rata-rata skor harga diri sebelum diberikan terapi afirmasi positif sebesar 18,82 dan meningkat menjadi 23,00 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p<0,05), yang berarti terdapat peningkatan harga diri yang signifikan setelah pemberian terapi afirmasi positif. Kesimpulan : Terapi afirmasi positif terbukti efektif dalam meningkatkan harga diri pada remaja dengan harga diri rendah di SMP Negeri 26 Bandar Lampung. Terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi dalam program bimbingan konseling maupun promosi kesehatan jiwa di sekolah guna membantu meningkatkan harga diri dan kesehatan mental remaja.
Unduhan
Referensi
Adinda, F. D., Artanti, A. S., Savira, D., & Juwita, R. (2024). Efektivitas afirmasi positif terhadap peningkatan kepercayaan diri mahasiswa. 50–58.
Anisah, N., & Purwandari, A. (2024). Pengaruh penerapan therapy afirmasi positif terhadap self-esteem anak usia remaja di MTS Asyifa Al-Barokah. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(2), 70–72.
Afendi, R. (2024). Afirmasi Positif: Menyembuhkan Diri Sendiri dari Segala Penyakit Medis dan Non Medis. Nura Publisher.
Carlén, K., Suominen, S., & Augustine, L. (2023). The association between adolescents' self-esteem and perceived mental well-being in Sweden in four years of follow-up. BMC Psychology, 11(1), 413. https://doi.org/10.1186/s40359-023-01450-6
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Lestari, N. (2022). Pengaruh Terapi Afirmasi Positif Terhadap Harga Diri Narapidana Remaja Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas 1 Palembang. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. https://repository.unsri.ac.id/82528/3/RAMA_14201_04021381722054_0007078804_0027018902_01_front_ref.pdf
Nurleman, J., Amabel, J., Samudra, J. M., Revalina, K., Sitio, K. A., Zafirah, L., & Rizkyanfi, M. W. (2025). Afirmasi positif sebagai strategi meningkatkan harga diri: Tinjauan terhadap gaya bahasa dan self-confidence. 9, 18405–18411.
Raynal, I., Afrilianto, M., & Susanti, D. (2024). Profil self-esteem siswa kelas VIII SMP Negeri 36 Bandung. FOKUS: Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 7(4), 409–418.
Rofiqoh, R. (2024). Pengaruh terapi afirmasi positif terhadap peningkatan harga diri remaja di Panti Asuhan Minhajul Abidin Jombang. Jurnal/Repository Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang.
Safitri, R. D., & Sari, F. S. (2024). Self-talk meningkatkan harga diri rendah remaja korban verbal abuse. Solo Nursing Journal, 1(1), 28–38.
Sulliyanti, & Nuraenah. (2020). Hubungan body shaming dengan harga diri rendah pada remaja di SMAN 2 Liwa Lampung Barat. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Jakarta (sesuaikan dengan sumber asli yang Anda gunakan).
Tukatman. (2022). Buku Ajar Keperawatan jiwa Definisi Isolasi sosial, Tanda dan gejala.
Suhron, M. (2017). Asuhan Keperawatan Jiwa Konsep Self Esteem : Aplikasi Pengukuran Self Esteem Dilengkapi Petunjuk Teknis Pengisian Pengkajian Jiwa Analisis Proses Interaksi (Api): Mitra Wacana Media.
Widianti, E., Ramadanti, L., Karwati, K., Kirana K, C., Mumtazhas, A., Ardianti, A. A., Ati, N. S., Handayani, N. T., & Hasanah, H. (2021). Studi literatur: Faktor-faktor yang berhubungan dengan harga diri rendah pada remaja. Jurnal Keperawatan Komprehensif, 7(1), 39–47. https://doi.org/10.33755/jkk.v7i1.194
World Health Organization. (2023). Adolescent health. https://www.who.int/health-topics/adolescent-health/#tab=tab_1
Wulandari, A., & Wijayanti, F. (2023). Dukungan teman sebaya dengan harga diri pada remaja. Health Sciences and Pharmacy Journal, 16–22.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


