Formulasi Dan Evaluasi Stabilitas Fisik Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L)
Kata Kunci:
Manggis, sediaan krim, formulasi krimAbstrak
Manggis (Garcinia mangostana L) memiliki aktivitas memiliki aktivitas farmakologis sebagai anti-inflamasi, antihistamin, antibakteri, antihipertensi, dan anti-penuaan. Ekstrak etanol kulit manggis mengandung senyawa kimia golongan alkaloida, flavanoida, glikosida, saponin, tannin, dan steroid/triterpenoid sehingga memiliki potensi sebagai senyawa aktif dalam sediaan. Krim merupakan sediaan emulsi mengandung air dan minyak digunakan untuk penggunaan luar atau kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi stabilitas fisik sediaan krim ekstrak etanol kulit manggis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan membandingkan sediaan krim pada siklus hari ke-0, hari ke-7 dan hari ke-14. Evaluasi sediaan krim ekstrak etanol kulit manggis meliputi pengamatan organoleptis (warna, bau, tekstur), uji pH, uji homogenitas, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji stabilitas krim. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, menghasilkan ekstrak kental dengan rendemen sebesar 9,51%. Krim diformulasikan menggunakan metode emulsi minyak dalam air (M/A). Hasil evaluasi menunjukkan krim memiliki karakteristik organoleptis yang stabil, pH sesuai standar kulit (4,5–6,5), homogenitas baik, dan daya sebar memenuhi kriteria optimal (5–7 cm). Namun, uji viskositas menunjukkan penurunan setelah penyimpanan, daya lekat krim tidak memenuhi standar minimal 4 detik, serta uji stabilitas dengan sentrifugasi menunjukkan pemisahan fase, menandakan ketidakstabilan formulasi.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Rosliana Patandung, Riski Ishariyanto

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.