Penyuluhan Dan Pelatihan Bagi Ibu Hamil Tentang Pengolahan Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul Martapura

Penulis

  • Yasir Farhat Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Aprianti Aprianti Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Niken Pratiwi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.63004/mcm.v4i3.1780

Kata Kunci:

Stunting, edukasi, pelatihan, pangan lokal, ibu hamil

Abstrak

Stunting (kondisi tubuh pendek atau sangat pendek dibandingkan usia) tetap menjadi masalah gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap kesehatan anak di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Kondisi ini merupakan indikator status gizi kronis yang mencerminkan hambatan pertumbuhan akibat kekurangan gizi jangka panjang. Data terkini dari Puskesmas Astambul di Martapura per 16 April 2025 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 33,98% pada balita. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Farhat dkk. pada Maret 2025 menemukan tingkat stunting sebesar 39% pada balita di beberapa Posyandu. Salah satu strategi pencegahan stunting pada anak usia dini adalah memberikan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai cara yang tepat dalam menyiapkan makanan tambahan berbahan dasar pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam menyiapkan makanan tambahan yang berbahan dasar pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari sesi penuluhan melalui presentasi/ceramah dan tanya jawab yang dilanjutkan dengan pelatihan praktik. Sebanyak dua puluh lima ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tingkat pengetahuan dievaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta; nilai rata-rata meningkat dari 89,2 sebelum pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan menjadi 95,6 setelahnya. Penyuluhan dan pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting serta keterampilan mereka dalam menyiapkan makanan tambahan berbahan pangan lokal, sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mengatasi tantangan program gizi, khususnya terkait stunting pada balita.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Aprianti Aprianti, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

 

Niken Pratiwi, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

 

Referensi

Dinkes Prov. Kalsel, 2023. Buku Saku Tahun 2023 Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. 2017. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI .

Kemenkes RI (2023). Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Lokal.

Kemenkes RI, (2016). Peraturan menteri kesehatan nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan program indonesia sehat dengan pendekatan keluarga. Jakarta:: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI, 2022. Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia 2022.

Kementerian Kesehatan RI. 2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.

Longgupa, L. W., Entoh, C., & Kuswanti, F. (2024). Peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal melalui penyuluhan. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri).

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudikno, dkk, 2019. Laporan Akhir Penelitian Status Gizi Balita Tahun 2019.

World Health Organization. 2018. The Double Burden of Malnutrition: Policy Brief. Geneva: World Health Organization.

Unduhan

Diterbitkan

31-08-2026

Cara Mengutip

Farhat, Y. ., Aprianti, A., & Pratiwi, N. (2026). Penyuluhan Dan Pelatihan Bagi Ibu Hamil Tentang Pengolahan Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul Martapura. Majalah Cendekia Mengabdi, 4(3), 194–198. https://doi.org/10.63004/mcm.v4i3.1780