Terapi Bermain Plastisin Terhadap Kecemasan Hospitalisasi Anak Di Ruang Anak Rsud Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin

Isi Artikel Utama

Ni Ketut Widiantari
Mita Aulia
Priadi
Rapi’I
Siti Raihani
Umi Hanik Fetriyah
Riswan

Abstrak

Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan kecemasan pada anak, terutama anak usia prasekolah, akibat perpisahan dengan keluarga, lingkungan yang asing, serta prosedur medis yang dijalani. Anak usia 3–6 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif dan emosional yang pesat sehingga membutuhkan pendekatan keperawatan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk menurunkan kecemasan anak selama hospitalisasi adalah terapi bermain plastisin. Terapi ini memungkinkan anak mengekspresikan emosi, meningkatkan rasa nyaman, serta melatih kemampuan motorik halus melalui aktivitas yang menyenangkan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menurunkan tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak serta meningkatkan kemampuan motorik halus, interaksi sosial, dan perilaku kooperatif selama menjalani perawatan di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) melalui pemberian terapi bermain plastisin kepada anak yang dirawat di Ruang Anak (Emerald Lt.2) RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap survei ruangan, pemantapan tim, perencanaan kegiatan, dan implementasi terapi bermain plastisin.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh anak yang mengikuti terapi mampu mengekspresikan emosi dengan lebih baik, tampak lebih rileks dan tenang, serta mengalami penurunan kecemasan selama hospitalisasi. Selain itu, terdapat peningkatan kemampuan motorik halus, interaksi sosial, serta perilaku kooperatif terhadap tindakan keperawatan. Dengan demikian, terapi bermain plastisin efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam mengurangi kecemasan hospitalisasi pada anak.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Widiantari, N. K. ., Aulia, M. ., Priadi, Rapi’I, Raihani, S. ., Fetriyah, U. H. ., & Riswan. (2026). Terapi Bermain Plastisin Terhadap Kecemasan Hospitalisasi Anak Di Ruang Anak Rsud Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia, 3(1), 86–89. https://doi.org/10.63004/jpmwpc.v3i1.950
Bagian
Artikel

Referensi

Amin, S. M., Alwi, M. K., Taqiyah, Y., & Sunarti. (2024). Terapi Bermain Origami Menurunkan Tingkat Kecemasan Anak di Ruang Rawat Inap. Window of Nursing Journal, 5(1), 9-16. doi:https://doi.org/10.33096/won.v5i1.614

Gunasyah, D. T., Aziz, A., & Ismail, I. T. (2024). Penerapan Terapi Bermain Plastisin (Playdough) Terhadap Tingkat Kecemasan Akibat Hospitalisasi Pada Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) Dengan Demam Thypoid Di Ruang Melati Rumah Sakit Tk. Ii Dustira Cimahi. Jurnal Kesehatan An-Nuur, 1(2), 15-27. doi:https://doi.org/10.71023/jukes.v1i2.9

Habibi, M. M. (2022). Penanganan Kecemasan pada Anak Usia Dini Melalui Terapi Bermain. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(1), 156 – 162. doi:https://doi.org/10.29303/jipp.v7i1.297

Nopiana, & Nawangsasi, D. (2025). Kecemasan Berlebih Pada Anak Usia 4 Tahun di Daerah Kabupaten Tanggamus. Jurnal Pendidikan Anak, 11(1), 35-50.

Nurcahyanti, F. D. (2024). Hubungan Perkembangan Sosial Dengan Perkembangan Emosional Anak Prasekolah Pada Usia 3 – 6 Tahun. Primary Education Journal, 4(2). doi:https://doi.org/10.36636/primed.v4i2.4514

Putri, T. A., Novayelinda, R., & Tampubolon, N. R. (2026). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Menjalani Hospitalisasi. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(1), 2598-2606. doi:https://doi.org/10.61878/bnj.v8i1.480

Sudaryanti, Prayitno, Arifiyanti, N., & Maharani, O. (2024). Pengembangan Kemampuan Motorik dan Sosial Emosional Anak Usia Dini Menggunakan Permainan Tradisional. Jurnal Pendidikan Anak, 13(1), 114-125.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama