Sosialisasi Dagusibu Obat "Ayo Buang Sampah Obat Dengan Tepat" Di Area Apotek Angkasa Farma Praya Tengah
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penggunaan obat secara mandiri di masyarakat terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kondisi tersebut menyebabkan semakin banyak obat yang disimpan di rumah tangga. Namun, sebagian besar masyarakat belum memahami cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang benar sehingga masih banyak ditemukan praktik penyimpanan obat kedaluwarsa maupun pembuangan obat secara langsung ke tempat sampah atau saluran air. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, meningkatkan risiko penyalahgunaan obat, serta membahayakan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat) melalui program edukasi "Ayo Buang Sampah Obat dengan Tepat" yang dilaksanakan di Area Apotek Angkasa Farma Praya Tengah Lombok. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi pemusnahan obat yang benar, pembagian leaflet edukasi, serta evaluasi menggunakan sesi tanya jawab. Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri atas pasien, keluarga pasien, dan masyarakat sekitar apotek. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dari sebelum edukasi dengan setelah edukasi. Peserta juga mampu mempraktikkan cara memilah obat kedaluwarsa, rusak dan cara membuang sisa obat dengan benar sesuai ketentuan. Program ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis apotek merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai pengelolaan obat rumah tangga. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara apoteker, fasilitas pelayanan kefarmasian, untuk mendukung penggunaan obat yang rasional dan pengelolaan limbah obat rumah tangga yang aman.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Alnahas, F., Yeboah, P., Fliedel, L., Abdin, A. Y., & Alhareth, K. (2022). Expired medication: Societal, regulatory and ethical aspects of a wasted opportunity. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(2), 787. https://doi.org/10.3390/ijerph19020787
Fathnin, F. H., Wulansari, E., Anjeline, A. M., & Rahmatika, A. H. (2025). Edukasi dan simulasi pemusnahan obat di rumah sebagai upaya penurunan household drug waste. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 9(5), 5555–5568. https://doi.org/10.31764/jmm.v9i5.34621
Hastuti, S., Rahem, A., & Hermansyah, A. (2024). Pengaruh edukasi terhadap pengetahuan masyarakat dalam menyimpan dan membuang obat di rumah tangga. JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina), 9(2), 315–324. https://doi.org/10.36387/jiis.v9i2.1941
Ikatan Apoteker Indonesia. (2023). Pedoman pelaksanaan Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) dan Program DAGUSIBU. Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman penggunaan obat rasional di fasilitas pelayanan kesehatan. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
Kumfu, S., et al. (2025). Global patterns and determinants of household medicine storage and disposal: A systematic review and meta analysis. Journal of Pharmaceutical Policy and Practice. https://doi.org/10.1080/20523211.2025.2601936
Tong, A. Y. C., Peake, B. M., & Braund, R. (2023). Disposal practices for unused medications around the world: A systematic review. Journal of Pharmaceutical Policy and Practice, 16(1), 54. https://doi.org/10.1186/s40545-023-00574-4
United Nations Environment Programme. (2023). Bracing for Superbugs: Strengthening environmental action in the One Health response to antimicrobial resistance. United Nations Environment Programme.
World Health Organization. (2022). WHO policy guidance on integrated antimicrobial stewardship activities. World Health Organization.