Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pembuatan Briket Biomassa Berbahan Limbah Tebu dan Sekam Padi pada Karang Taruna Desa Arjasa Jember

Isi Artikel Utama

Casilda Aulia Rakhmadina
Dimas Triardianto
Amellia Dwi Rizkyana
Heri Warsito

Abstrak

Desa Arjasa di Kabupaten Jember memiliki potensi pertanian padi dan tebu yang melimpah, namun menghadapi kendala serius dalam pengolahan limbah sekam padi dan ampas tebu yang dapat memicu pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali mitra Karang Taruna Desa Arjasa dengan keterampilan kewirausahaan melalui penerapan teknologi tepat guna (TTG) berupa alat pencetak mekanis dan mesin tray dryer untuk mengolah limbah tersebut menjadi briket biomassa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi dan penyuluhan mengenai potensi energi terbarukan, dilanjutkan dengan pelatihan praktis (hands-on) pembuatan briket, serta pendampingan dan evaluasi produk. Proses pembautan briket dilakukan melalui pengeringan bahan baku, karbonisasi pirolisis, penghalusan, pencetakan mekanis, dan pengeringan akhir. Hasil utama menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis yang signifikan pada pemuda desa dalam mengoperasikan perangkat TTG secara mandiri. Formulasi optimal briket berhasil diperoleh pada rasio arang ampas tebu 80% dan sekam padi 5% menggunakan perekat tapioka 15%. Pengenalan teknologi ini tidak hanya berhasil menyulap limbah pertanian menjadi produk energi alternatif yang ramah lingkungan, tetapi juga berhasil melahirkan kemandirian lokal serta membuka peluang usaha baru yang prospektif bagi perekonomian desa.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Rakhmadina, C. A., Triardianto, D., Rizkyana, A. D., & Warsito, H. (2026). Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pembuatan Briket Biomassa Berbahan Limbah Tebu dan Sekam Padi pada Karang Taruna Desa Arjasa Jember . Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia, 3(2), 129–134. https://doi.org/10.63004/jpmwpc.v3i2.1317
Bagian
Artikel

Referensi

Abdurrahman, M. I., Chaki, S., & Saini, G. (2020). Stubble burning: Effects on health & environment, regulations and management practices. Environmental Advances, 2, Article 100011. https://doi.org/10.1016/j.envadv.2020.100011

Badan Pusat Statistik. (2026, Februari 2). Luas panen padi pada tahun 2025 mencapai sekitar 11,32 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG) [Siaran Pers].

Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. (2025, April 8). Luas panen dan produksi padi di Kabupaten Jember 2024 (angka tetap) [Siaran Pers].

Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. (2021). Production of smallholder by type of crops in Jember Regency (thousand ton), 2021 [Tabel statistik].

Barus, I. Y., Masrullita, M., ZA, N., Sulhatun, S., Sylvia, N., & Hasfita, F. (2024). Pemanfaatan ampas tebu (Saccharum officinarum L) dan tempurung kelapa sebagai bahan baku pembuatan briket. Chemical Engineering Journal Storage, 4(4), 522–531. https://doi.org/10.29103/cejs.v4i4.16699

Raharjo, S. H., Etnanta, F. N., Sipayung, R., Sugondo, E., & Yuliah, A. (2023). Pembuatan biobriket dari limbah daun dan batang kayu putih (Malaleuca leucadendron) guna memanfaatkan limbah hasil pertanian di Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap. Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL), 5(1), 67–75. https://doi.org/10.35970/jppl.v5i1.1762

Shabbirahmed, A. M., Haldar, D., Dey, P., Patel, A. K., Singhania, R. R., Dong, C. D., & Purkait, M. K. (2022). Sugarcane bagasse into value-added products: A review. Environmental Science and Pollution Research, 29(42), 62785–62806. https://doi.org/10.1007/s11356-022-21889-1