Implementasi Metode Polije dalam Optimalisasi Produksi Tempe Koro Pedang sebagai Upaya Pemberdayaan Mitra
Isi Artikel Utama
Abstrak
Koro pedang (Canavalia ensiformis) merupakan potensi sumber protein nabati lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kacang koro pedang merupakan alternatif penggunaan kedelai impor dalam pembuatan tempe. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Metode Polije dalam mengoptimalkan produksi tempe koro pedang pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pengrajin Tempe Pondok Pesantren Al Ishlah Jenggawah, Jember. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis melalui tiga tahap utama: praktik metode baru, pelatihan preparasi limbah whey tahu sebagai media perendaman, dan pelatihan perbanyakan bakteri L. plantarum Polije 15420. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan whey tahu mampu mempersingkat waktu perendaman dari 12–24 jam menjadi hanya 6–8 jam. Selain itu, implementasi Metode Polije berhasil meningkatkan masa simpan tempe dari 2 hari menjadi 7 hari. Penggunaan alat pencuci bahan baku mekanis juga terbukti meningkatkan efisiensi waktu sebesar 15–30 menit per 100 kg bahan baku dan mengurangi risiko kehilangan bahan baku hingga 5% dibandingkan metode tradisional. Program ini telah memberdayakan mitra melalui peningkatan keterampilan teknis dan efisiensi produksi.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Asbur, Y., & Khairunnisyah. (2021). Tempe sebagai sumber antioksidan: Sebuah Telaah Pustaka.
Indarwati, A. R. (2010). Penambahan konsentrasi bakteri Lactobacillus plantarum dan waktu perendaman pada pembuatan tempe probiotik (Undergraduate thesis). Universitas Brawijaya. Repository Universitas Brawijaya. https://repository.ub.ac.id/id/eprint/148470/
Izzati, A. N. (2024). Evaluasi Teknik Penyimpanan Kacang Kedelai dalam Upaya Peningkatan Kualitas Kacang Kedelai Produksi Dalam Negeri. Journal of the Science of Food and Agriculture, 1(1), 11-26. Dikutip dari https://journal.uniga.ac.id/index.php/JOSFA/article/view/41498/1945
Suknia, S. L., & Rahmani, T. P. D. (2020). Proses pembuatan tempe home industry berbahan dasar kedelai (Glycine max (L.) Merr) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) di Candiwesi, Salatiga. Southeast Asian Journal of Islamic Education, 3(1), 59–76. https://doi.org/10.21093/sajie.v3i1.2780
Widiantara, T., & Cahyadi, Wi. (2018). Pemanfaatan kacang koro pedang (canavalia ensiformis l) terhadap pembuatan tahu kacang koro berdasarkan perbedaan konsentrasi koagulan. Pasundan Food Technology Journal, 4(3), 182. https://doi.org/10.23969/pftj.v4i3.644
Xu, Y., Ye, Q., Zhang, H., Yu, Y., Li, X., Zhang, Z., & Zhang, L. (2019). Naturally fermented acid slurry of soy whey: High-throughput sequencing-based characterization of microbial flora and mechanism of tofu coagulation. Frontiers in Microbiology, 10, Article 1088. https://doi.org/10.3389/fmicb.2019.01088