Hubungan Pengetahuan Tenaga Kesehatan Terhadap Pengelolaan Vaksin Di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i4.1086Kata Kunci:
Pengetahuan, Pengelolaan Vaksin, Cold Chain, Tenaga Kesehatan, PuskesmasAbstrak
Latar Belakang: Pengelolaan vaksin yang baik merupakan faktor penting dalam keberhasilan program imunisasi karena berpengaruh langsung terhadap mutu, keamanan, dan efektivitas vaksin. Vaksin merupakan produk biologis yang sensitif terhadap perubahan suhu sehingga memerlukan penerapan sistem rantai dingin (cold chain) yang sesuai standar. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam proses penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, serta pendistribusian vaksin. Pengetahuan tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan vaksin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga kesehatan serta menganalisis hubungan pengetahuan dengan pengelolaan vaksin di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 38 tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengelolaan vaksin, diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang menilai pengetahuan dan praktik pengelolaan vaksin meliputi penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, dan distribusi vaksin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara tingkat pengetahuan dengan pengelolaan vaksin di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir. Nilai korelasi Spearman berada pada rentang 0,676–0,707, yang menandakan bahwa semakin baik pengetahuan responden, semakin baik pula pengelolaan penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, dan distribusi vaksin. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tenaga kesehatan dan pengelolaan vaksin. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan supervisi berkelanjutan perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan vaksin di Puskesmas.
Unduhan
Referensi
Depkes RI. (2009). Pedoman Pengelolaan Vaksin. Direktorat Jenderal Bina kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Farmasi.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomo 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Jakarta : Depkes RI 2017
Dian N.M, & Sherkia I. P. (2021) Sistem Penyimpanan Vaksin Di 5 Puskesmas Kota Semarang. Proseding Seminar Nasional UNIMUS. Vol.4 . 2021. E-ISSN:2654-3168
Edo, F.I.U. (2018) ‘Profil Penyimpanan Vaksin Pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Instalasi Farmasi di Kabupaten Ende Tahun 2018. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang., pp. 1–40
Fauza, W., Firdawati, F., & Rasyid, R. (2019). The analysis of cold chain management of basic immunization vaccine in health service centers. Jurnal Berkala Epidemiologi, 7(1), 42–50.
Geneti, L., et al. (2024). Health workers’ knowledge and practices toward vaccine cold chain management and its associated factors in a resource-limited setting of Sheger, Oromia, Ethiopia: A multicenter cross-sectional study. BMC Pediatrics, 24, 786. https://doi.org/10.1186/s12887-024-05284-y
Gustini, G., Situmeang, L., Suprapto, & Prasetyowati, P. (2024). Education has a significant effect on the performance of implementing nurses in hospitals. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada.
Helmi, T.A.R., Saraswati, L. D., Kusariana, N., & Udijono, A. (2019) ‘Gambaran Kondisi Rantai Dingin Vaksin Imunisasi Dasar di Puskesmas Kota Semarang’, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), pp. 228–235
Health workers’ knowledge and practices toward vaccine cold chain management and its associated factors in a resource-limited setting of Sheger, Oromia, Ethiopia: a multicenter cross-sectional study. (2024). BMC Pediatrics, 24, 786. https://doi.org/10.1186/s12887-024-05284-y
Kemenkes RI. (2021). “Pedoman Pengelolaan Vaksin di Fasilitas Pelayanan Kesehatan”. Jakarta. Kemenkes RI.
Kemenkes RI (2022) “Pedoman Pengelola Rantai Dingin Vaksin” Ditjen P2P, Kemenkes RI
Kemenkes RI (2023) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/165/2023 Tentang Standar Akreditasi Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Ministry of Health of Indonesia. (2022). Indonesia Health Profile 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Mustikaningrum, B., Wahyono, D., & Galistiani, G. F. (2025). Evaluasi penerapan sistem rantai dingin vaksin COVID 19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia, 21(2).
Mohammed, S. A., Workneh, B. D., & Kahissay, M. H. (2021). Knowledge, attitude and practice of vaccinators and vaccine handlers on vaccine cold chain management in public health facilities, Ethiopia: Cross-sectional study. PLoS ONE, 16(2), e0247459. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0247459
Sari, R. P., Handayani, L., & Prasetyo, A. (2021). Pengaruh masa kerja terhadap kepatuhan tenaga kesehatan dalam pengelolaan vaksin. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(1), 45–53.
Shenkute Ergetie, F., Kassaw, A. T., & Sendekie, A. K. (2023). Vaccine cold chain management practices in primary health centers providing an expanded immunization program in Northwest Ethiopia: Self-reported and actual practice observational study. Frontiers in Public Health, 11, 1194807. https://doi.org/10.3389/fpubh.2023.1194807
Syakur A, Sandra C, Bumi C. 2021. Evaluasi cold chain management vaksin di Puskesmas Kabupaten Jember,Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 9(1),21–27
Setiawan, A., Saraswati, L. D., Adi, M. S., & Udijono, A. (2021). Gambaran Kualitas Pengelolaan Rantai Dingin Vaksin Meningitis di Wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 31(2), 97-108
Septimawanto D.P, Bunga C.V.N, Elizabeth H.I, Farras T.O, Ismah Nizza. (2021) Tingkat Pengetahuan Petugas Pengelola Vaksin dan Evaluasi Pengelolaan Vaksin di Puskesmas Kabupaten Sleman. MF Vol 17 No 2, 2021 | DOI: 10.22146/farmaseutik.v17i2.60435
Santoso, R., Anggraini, A., & Suryaman, A. (2020). Penyimpanan & Distribusi Sediaan Vaksin di Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. 4 (2): 66-7
Setyo, B. (2021) ‘Kajian Linteratur: Penerapan Sistem Cold Chain Dalam Upaya Pemeliharaan Kualitas Vaksin’, Skripsi, pp. 1–50.
Smith, J. D., & Nsubuga, H. (2023). A cross-sectional assessment of the effects of select training modalities on vaccine cold chain management. Vaccine, 41(23), 4895–4902. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/38234993/
Thresia Oktaviani (2022) ‘Evaluasi Kesesuaian Penyimpanan Dan Distribusi Vaksin Imunisasi Di Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau Tahun 2022’, Journal of Research in Pharmacy [Preprint], (181210014).
UNICEF (2020) ‘Immunisation supply chain interventions to enable coverage and equity in urban poor, remote rural and conflict settings’, WHO-UNICEF immunization supply chain (iSC), pp. 1–44.
Yasmin A. Zahra, Aji Tetuko, Melia Eka Rosita, Muhammad Alif Fajri. (2024) “Analisi Efisiensi Pengelolaan Vaksin Imunisasi Di Puskesmas Kabupaten Kampar”. Journal of Health Science Leksia (JHSL)Vol 2 No 4.2024
Zulhaswita, Nur Afriyanti,Selvi Merwanta, Harisman, Vivaldi Ersi (2023). Gambaran Pengelolaan vaksin Di Puskemas. Jurnal Farmasetis. Volume 12No3,2023.e-ISSN2549-8126
Ouyang, F., & Yu, H. (2023). EHRTutor: Enhancing Patient Understanding of Discharge Instructions. http://arxiv.org/abs/2310.19212
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

