Perilaku Konsumsi Minuman Kemasan Sebagai Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik pada Siswa SMA Kota Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1649Keywords:
Perilaku konsumsi, Minuman Kemasan, SiswaAbstract
Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global. Perubahan pola konsumsi remaja, terutama meningkatnya konsumsi minuman berpemanis seperti minuman bersoda dan minuman berenergi, diduga berkontribusi terhadap peningkatan faktor risiko GGK melalui mekanisme gangguan metabolik dan penurunan fungsi ginjal. Informasi mengenai pola konsumsi minuman kemasan pada remaja di Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku konsumsi minuman kemasan sebagai faktor risiko penyakit ginjal kronik pada siswa SMAN 1 Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 90 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional strafed random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Sebagian besar responden berusia 16 tahun (46,9%), berjenis kelamin perempuan (53,1%), dan memiliki status ekonomi keluarga sedang (66,3%). Sebanyak 50,0% responden jarang mengonsumsi minuman bersoda, 54,4% jarang mengonsumsi minuman berenergi, sedangkan 45,6% hanya mengonsumsi air putih sebanyak 1000 – 1999 ml per hari. Sebagian besar responden (91,9%) tidak memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga. Meskipun mayoritas siswa berada pada kategori jarang mengonsumsi minuman berpemanis, masih terdapat kelompok remaja yang mengonsumsi minuman tersebut setiap hari serta memiliki konsumsi air putih yang belum optimal.
Downloads
References
American Academy of Pediatrics. (2023). Healthy hydration for children and adolescents. https://www.aap.org
Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Get the facts: Sugar-sweetened beverages and health. https://www.cdc.gov
Chen, X., Zhang, Y., Wang, L., et al. (2023). Sugar-sweetened beverage consumption and decline in estimated glomerular filtration rate among adolescents. Nutrients, 15(8), 1847. https://doi.org/10.3390/nu15081847
Delima, Tjitra, E., Tana, L., Halim, F. S., Ghani, L., Siswoyo, H., Idaiani, S., Andayasari, L., Widowati, L., Gitawati, R., Sihombing, M., & Tjahja, I. (2017). Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik : Studi Kasus Kontrol di Empat Rumah Sakit di Jakarta Tahun 2014 Risk Factors For Chronic Kidney Disease : a Case Control Study In Four Hospitals In Jakarta In 2014. Buletin Penelitian Kesehatan, 45.
Dai, Y., Li, H., Wang, J., et al. (2024). Sugar-sweetened beverage consumption and chronic kidney disease: The mediating role of metabolic syndrome. Frontiers in Nutrition, 11, 1365924. https://doi.org/10.3389/fnut.2024.1365924
GBD Chronic Kidney Disease Collaborators. (2024). Global, regional, and national burden of chronic kidney disease, 1990–2021: A systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2021. The Lancet, 403(10431), 1021–1045.
He, F. J., & MacGregor, G. A. (2023). Salt reduction to prevent hypertension and kidney disease. Hypertension Research, 46(5), 1045–1055.
Hu, E. A., Steffen, L. M., Coresh, J., et al. (2022). Sugar-sweetened beverage intake and risk of chronic kidney disease. Clinical Journal of the American Society of Nephrology, 17(4), 567–576.
Johnson, R. J., & Sánchez-Lozada, L. G. (2023). Fructose, uric acid, and chronic kidney disease: Mechanisms and clinical implications. Nature Reviews Nephrology, 19(6), 361–378.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Profil kesehatan Indonesia 2024. Kementerian Kesehatan RI.
Kidney Disease: Improving Global Outcomes. (2024). KDIGO 2024 clinical practice guideline for the evaluation and management of chronic kidney disease. Kidney International, 105(Suppl. 4), S1–S150.
Listiana, C., Astrid, N., & Febriyani, A. P. (2025). Hubungan Aktivitas Fisik Dan Konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan Terhadap Kadar Gula Pada Remaja Di Desa Padabeunghar Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi Tahun 2024. Jurnal Kesehatan Tambuasi 6.Luyckx, V. A.,
Mubaraqin, N. H., Rosalina, E., & Hatussaadah, S. F. (2024). Hubungan Pengetahuan Efek Negatif Dengan Perilaku Konsumsi Minuman Kemasan Pada Remaja. Akademika Baiturrahim Jambi,
National Kidney Foundation. (2024). Nutrition and chronic kidney disease. https://www.kidney.org
Popkin, B. M., & Ng, S. W. (2023). The global nutrition transition and sugar-sweetened beverages. Nature Reviews Endocrinology, 19(2), 73–74.
Sari, S. L., Utari, D. M., & Sudiarti, T. (2021). Konsumsi Minuman Berpemanis Kemasan Pada Remaja. Ilmu Gizi Indonesia, 5(1).
Suban, C., & Widani, N. L. (2024). Hubungan Konsumsi Air Minum Terhadap Kejadian Gagal Ginjal Kronikn Pasien Dengan Hemodialisis. Jurnal Keperawatan Cikini, 5, 110-119.
Wahdi, D. M., Herawanto, & Syahadat, S. D. (2022). Pengaruh Konsumsi Minuman Berenergi, Hipertensi dan perilaku merokok Terhadap Kejadian Penyakit Ginjal Kronis Di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Kota Palu. Kesehatan Masyarakat Mulaawarman, 4.
World Health Organization. (2023). Guideline on healthy diet and fluid intake. https://www.who.int
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


