Potensi Tanaman Obat Lokal sebagai Antihipertensi: Tinjauan Studi In Vivo dan Studi Klinis
DOI:
https://doi.org/10.63004/snsmed.v5i1.967Kata Kunci:
hipertensi, ekstrak tanaman obat, vasodilatasi, antioksidaAbstrak
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi potensi tanaman obat lokal sebagai agen antihipertensi berdasarkan studi in vivo pada hewan dan studi klinis pada manusia, serta membandingkan mekanisme kerja dan dosis efektif yang dilaporkan. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda dengan kriteria artikel orisinal yang diterbitkan dalam kurun waktu 5–10 tahun terakhir. Sebanyak sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi, yang mencakup studi eksperimental in vivo pada hewan uji dan studi klinis terbatas pada manusia. Hasil studi in vivo menunjukkan bahwa berbagai ekstrak tanaman obat, seperti ginseng Jawa, senggani, bajakah kalalawit, daun matoa, mangga arumanis, daun kubis, dan pepaya emas, mampu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan. Mekanisme dominan yang teridentifikasi meliputi aktivitas antioksidan flavonoid, vasodilatasi endotel, penghambatan sistem renin–angiotensin–aldosteron, efek diuretik, serta modulasi aktivitas saraf simpatis. Ginseng Jawa menunjukkan potensi tertinggi dengan dosis efektif terendah, sedangkan tanaman lainnya memerlukan dosis lebih besar, tetapi tetap memberikan efek antihipertensi yang konsisten. Selain itu, studi mengenai kombinasi tanaman, seperti bawang Dayak dan ciplukan, menunjukkan adanya efek sinergis yang berpotensi menurunkan dosis terapeutik. Sementara itu, studi klinis pada manusia yang tersedia menunjukkan kecenderungan penurunan tekanan darah dan perbaikan parameter klinis setelah penggunaan ramuan herbal, meskipun jumlah penelitian masih terbatas dan desain studinya bervariasi. Peran flavonoid dan aktivitas antioksidan juga teridentifikasi, tetapi masih memerlukan konfirmasi melalui uji klinis terkontrol dengan metodologi yang lebih kuat.
Unduhan
Referensi
Andika, M., Yatiningsih, T. F., Yuliarti, Nanda, Hasanah, R., Fauziyyah, A., & Hardini, T. (2025). Potensi ekstrak etanol daun pepaya emas (Carica papaya L.) sebagai antihipertensi dan nefroprotektif: In vivo. JOPS: Journal of Pharmacy and Science, 9(1), 121–129 DOI: https://doi.org/10.36341/jops.v9i1.6932
Devi, N. P. L. R., Hardiana, I., & Putra, A. P. (2023). Uji efektivitas ekstrak etanol bajakah kalalawit (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb.) sebagai antihipertensi pada mencit (Mus musculus) jantan. Jurnal Ilmiah Farmasi. 10(2), 112–119 DOI: https://doi.org/10.59969/jfk.v2i2.39
Handayani, S., Malik, A., Mufidah, N. I., Waris, R., Handayani, V., Amriati, R., & Wahyudi, D. P. (2024). Studi etnofarmasi penggunaan tanaman obat sebagai antihipertensi di masyarakat. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 11(2), 85–94.
Ifmaily, Irwandi, Hajir, S., & Aprilia. (2022). Uji aktivitas ekstrak kulit batang mangga arumanis (Mangifera indica L.) sebagai antihipertensi pada tikus putih jantan diinduksi NaCl 5%. Jurnal, 3(2), 51–25.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hipertensi di Indonesia: Situasi dan tantangan penanggulangan. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, 1–12.
Lepangkari, J. S., Elisa, N., & Klau, I. C. S. (2023). Uji aktivitas antihipertensi ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata J.R. Forster & G. Forster) pada tikus jantan yang diinduksi angiotensin II dengan parameter blood flow. Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan, 6(1), 65–72. DOI: https://doi.org/10.46774/pptk.v6i1.532
Metasari, S., Muharni, M., Elfita, E., & Yohandini, H. (2023). Aktivitas antioksidan dan potensi antihipertensi tanaman obat masyarakat Indralaya. Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry, 8(2), 45–52.
Noer, S. F., Irfayanti, N. A., & Rahmat, I. M. (2023). Aktivitas antihipertensi ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) pada tikus putih (Rattus norvegicus). Media Farmasi, 19(2), 1–8. DOI: https://doi.org/10.32382/mf.v19i2.121
Rachmawan, R. L., Sutjiatmo, A. B., & Ahdiyani, A. (2021). Efek antihipertensi ekstrak etanol 50% akar ginseng Jawa (Talinum paniculatum Jacq. (Gaert.)) pada model hewan induksi epinefrin. Journal of Pharmacopolium, 4(3), 218–224. DOI: https://doi.org/10.36465/jop.v4i3.794
Rizkawati, M., Fairuz, & Absari, N. W. (2024). Potensi bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai alternatif antihipertensi: Studi literatur. Healthy Tadulako Journal, 8(1), 33–40. DOI: https://doi.org/10.22487/htj.v9i1.637
Sadik, F., & Disi, M. Z. A. (2023). Standarisasi parameter spesifik ekstrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai vasorelaksan. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 5(1). DOI: https://doi.org/10.37311/jsscr.v5i1.18187
Sari, A. M., Syafi’i, I., Saputri, F. C., & Elya, B. (n.d.). Uji antihipertensi ekstrak bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) dan ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap tekanan darah tikus. Jurnal Ilmiah Farmasi.
Sari, D. P., Lestari, S., & Nugroho, A. E. (2022). Kajian penggunaan tanaman herbal sebagai terapi pendukung hipertensi. Indonesian Journal of Pharmacy, 33(2), 85–94.
Septiana, L., Tarigan, R. E., Andry, M., Irawan, V. A., & Nasution, M. A. (2023). Uji efektivitas ekstrak etanol daun senggani (Melastoma malabathricum L.) sebagai antihipertensi pada mencit putih jantan (Mus musculus). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(3), 1339–1345. DOI: https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i3.220
Sirajuddin, W., Bunyanis, F., & Lidiawati, D. (2024). Edukasi pemanfaatan tanaman herbal sebagai terapi antihipertensi di masyarakat. Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat, 4(2), 55–61.
Siregar, N. A. (2023). Studi literatur tanaman herbal Indonesia berkhasiat sebagai antihipertensi. Herbal Medicine Journal, 6(2), 101–109. DOI: https://doi.org/10.58996/hmj.v6i1.80
Sopian, A., Yunarto, N., & Firdaus, D. A. (2024). Uji antihipertensi ekstrak etanol 96% daun kubis (Brassica oleracea L.) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar. Jurnal Ilmiah Farmasi 8(1), 34–41
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rina Saputri, Catharina Pradana sari, Risyda Komaliya, Saftia Ariyzki, Ani Agustina

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

