Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tanaman Averrhoa spp. (Belimbing): Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.63004/snsmed.v4i3.932Kata Kunci:
Antibakteri, Averrhoa, belimbing, ekstrak daun, zona hambat, fitokimiaAbstrak
Tanaman dari genus Averrhoa (belimbing) dikenal dalam pengobatan tradisional karena kandungan fitokimianya. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengonsolidasikan temuan ilmiah terkait aktivitas antibakteri ekstrak berbagai bagian tanaman Averrhoa spp. terhadap bakteri patogen. Metode yang digunakan adalah penelaahan sistematis terhadap tujuh artikel penelitian eksperimental. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri sangat bervariasi, bergantung pada spesies, bagian tanaman, dan bakteri target. Ekstrak daun Averrhoa bilimbi (belimbing wuluh) menunjukkan aktivitas tertinggi, dengan diameter zona hambat mencapai 17,07 mm terhadap Propionibacterium acnes dan bersifat dose-dependent. Kombinasi ekstrak daun A. bilimbi dan A. carambola (belimbing manis) menunjukkan efek sinergis terhadap Staphylococcus aureus. Namun, ekstrak buah A. carambola tidak menunjukkan aktivitas terhadap Streptococcus pneumoniae. Secara umum, ekstrak Averrhoa spp. lebih aktif terhadap bakteri Gram-positif. Disimpulkan bahwa daun A. bilimbi memiliki potensi antibakteri yang paling menjanjikan, sementara efektivitasnya dipengaruhi oleh konsentrasi dan metode formulasi. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk isolasi senyawa aktif murni, uji toksisitas, dan pengembangan formulasi yang stabil.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nafisa Arifa Firdaus, Ramadhan Triyandhi, Ihsanti Dwi Rahayu, Muhammad Iqbal

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


