Uji Efektivitas Salep Ekstrak Kulit Buah Jeruk Manis (Citrus sinensis (L.)) Terhadap Penyembuhan Luka Infeksi
DOI:
https://doi.org/10.63004/snsmed.v4i2.892Kata Kunci:
Ekstrak jeruk manis, luka infeksi, antibakteriAbstrak
Jeruk manis (Citrus sinensis (L.)) merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga berpotensi membantu proses penyembuhan luka infeksi. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk melihat efektivitas salep ekstrak kulit buah jeruk manis (Citrus sinensis (L.)) terhadap penyembuhan luka infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan selama 14 hari menggunakan 25 hewan uji tikus dibagi menjadi 5 ekor tikus pada setiap kelompok perlakuan yaitu kontrol, pembanding, F1(5%), F2(10%), F3 (20%). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah persen luas penyembuhan luka dan waktu epitelisasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA satu arah dan dua arah dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian pada persentase penyembuhan luka berturut-turut hari ke-3, ke-7, ke-14, kontrol: 25,01%; 78,35%; 86,18%; pembanding: 34,76%; 82,21%; 94,43%; F1(5%): 45,56%; 73,42%; 87,34%; F2 (10%): 37,37%; 88,90%; 92,51%; F3 (20%): 43,59%; 85,87%; 93,52%. Persen penyembuhan luka yang paling tinggi terdapat pada F3 (20%) dibandingkan kontrol. Hasil penelitian pada waktu epitelisasi secara berturut-turut, kontrol: 8,6; pembanding: 6,6; F1 (5%): 7,2; F2 (10%): 8, dan F3 (20%): 8,4. Waktu epitelisasi yang paling baik terdapat pada F1 (5%) dibandingkan kontrol. Jadi dapat disimpulkan salep ekstrak kulit buah jeruk manis memiliki pengaruh dalam penyembuhan luka infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Irwandi, Ifmaily, Azesti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


