Studi Deskriptif Luaran Persalinan Dari Ibu Hamil Dengan Positif Hepatitis B Di Puskesmas Muara Teweh
Kata Kunci:
Asfiksia, berat badan lahir, hepatitis B, jenis persalinan, perdarahanAbstrak
Pendahuluan: Berdasarkan data SIHEPI 2020 jumlah ibu hamil yang positif hepatitis B di Kabupaten Barito Utara sebanyak 45 orang dari 1.724 orang ibu hamil yang melakukan skrining hepatitis B. Ibu hamil dengan positif hepatitis B dapat menyebabkan terjadinya berat badan lahir rendah yang berdampak pada pertumbuhan yang lambat, gangguan mental dan fisik pada tumbuh kembangnya. Risiko lain yang dapat terjadi pada ibu hamil dengan hepatitis B positif adalah dapat mengalami abortus, persalinan prematur, perdarahan dan asfiksia. Tujuan: Mengetahui gambaran luaran persalinan dari ibu hamil dengan positif hepatitis B di Puskesmas Muara Teweh. Metode: Jenis dan rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh dari lembar ceklist yang bersumber dari data rekam medis ibu pasca bersalin dengan riwayat hepatitis B tahun 2021-2022 sebanyak 29 orang. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dari masing-masing variabel. Hasil: Penelitian ini menghasilkan data penelitian, yaitu luaran persalinan berdasarkan usia kehamilan, kejadian Abortus terjadi pada 2 orang(6,9%). Berat badan lahir rendah (BBLR) 1 orang (3,4%). Jenis persalinan Per abdominal terjadi pada 5 orang (17,2%). kejadian Asfiksia 2 orang (6,9%). Perdarahan pasca salin 1 orang(3,4%). Simpulan: Luaran persalinan dari ibu hamil dengan positif hepatitis B di Puskesmas Muara Teweh adalah Abortus, berat badan lahir rendah, jenis persalinan per abdominal, asfiksia dan perdarahan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Normila Raudah, Lisda Handayani, Fadhiyah Noor Anisa, Adriana Palimbo

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.