Determinan Faktor Kejadian Anemia Pada Remaja Putri
DOI:
https://doi.org/10.63004/snsmed.v4i6.1486Kata Kunci:
Anemia, Remaja Putri, Inhibitor, Enhancer, Mentruasi, InfeksiAbstrak
Anemia defisiensi besi merupakan masalah gizi yang ditandai dengan kadar hemoglobin rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi sumber inhibitor dan enhancer, pola menstruasi, serta riwayat penyakit infeksi dengan kejadian anemia pada remaja putri di MA Miftahul Khairiyah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan Food Frequency (FFQ) serta pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Easy Touch GCHB, kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% remaja putri mengalami anemia. Responden sering mengonsumsi sumber inhibitor sebanyak 66,7% dan enhancer sebanyak 61,9%, memiliki pola menstruasi tidak baik sebanyak 78,6%, serta memiliki riwayat penyakit infeksi sebanyak 61,9%. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi sumber inhibitor (p=0,000), enhancer (p=0,043), pola menstruasi (p=0,008), dan riwayat penyakit infeksi (p=0,037) dengan kejadian anemia. Berdasarkan hasil penelitian, sekolah diharapkan meningkatkan upaya pencegahan anemia, sedangkan remaja putri disarankan menjaga pola makan dan kesehatan. Penelitian selanjutnya diharapkan mengkaji faktor lain yang memengaruhi kejadian anemia seperti persepsi terhadap citra tubuh (body image), pengaruh teman sebaya dalam pemilihan makanan, serta tingkat pengetahuan gizi yang dapat mempengaruhi pola konsumsi dan status kesehatan remaja.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yasmin Khairina, Sajiman Sajiman, Niken Pratiwi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

