Analisis Potensi Interaksi Obat Antihipertensi pada Resep Polifarmasi Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Tipe C Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.63004/snsmed.v4i5.1335Kata Kunci:
Interaksi Obat, Antihipertensi, Polifarmasi, Pasien Rawat JalanAbstrak
Penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan sering disertai polifarmasi sehingga meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat antihipertensi pada resep polifarmasi pasien rawat jalan di rumah sakit tipe C Kota Bandung. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif dengan sumber data berupa kajian resep pasien rawat jalan periode September–November. Seluruh resep yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat dan diklasifikasikan berdasarkan golongan obat, tingkat keparahan, serta implikasi klinisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi interaksi obat antihipertensi paling banyak melibatkan golongan calcium channel blocker, khususnya amlodipin. Sebagian besar interaksi berada pada tingkat keparahan moderat, diikuti oleh interaksi mayor. Interaksi yang sering ditemukan melibatkan kombinasi antihipertensi dengan obat antihipertensi, antiinflamasi nonsteroid (NSAID), statin, obat antidiabetes, benzodiazepine, dan nitrat. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining interaksi obat dan peran apoteker dalam mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional pada pasien hipertensi rawat jalan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Evelyn Stepania Emamia, Dolih Gozali, Nimas Ayu Sari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

