Efek Larvasida Daun Lengkuas (Alpinia galanga) Terhadap Larva Nyamuk Aedes Aegypti
DOI:
https://doi.org/10.63004/snsmed.v4i4.1034Kata Kunci:
Aedes aegypti, biolarvasida, daun lengkuasAbstrak
Demam berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor utama dalam penyebaran penyakit DBD dari satu orang ke orang lain, dan hingga kini penyakit DBD masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun lengkuas (Alpinia galanga) terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain post-test-only control-group, menggunakan 600 larva Aedes aegypti instar III. Penelitian ini terdiri dari 6 kelompok perlakuan, yaitu ekstrak daun lengkuas dengan konsentrasi 24 mg/ml, 38 mg/ml, 48 mg/ml, dan 60 mg/ml; kelompok kontrol positif temephos; dan kelompok kontrol negatif akuades. Pengamatan dilakukan 24 jam setelah pemberian perlakuan dan kematian larva dihitung setiap 1 jam. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun lengkuas (Alpinia galanga) memiliki efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Ekstrak daun lengkuas (Alpinia galanga) memiliki efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Raisha Hamiddani, Anita Ratna Dilla, Gadis Karmila, Andi Zsazsa Rafiatul Mukhlis

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

