Edukasi Penyakit Tuberculosis (TBC) Pada Santri Di Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.63004/mcm.v4i1.985Kata Kunci:
Tuberkulosis, edukasi kesehatan, pesantren, santriAbstrak
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Peningkatan kasus TBC menunjukkan pentingnya upaya edukasi sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya tentang penyakit TBC. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara luring melalui ceramah, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diawali dengan pembagian pre-test, dilanjutkan penyampaian materi dan sesi diskusi, kemudian diakhiri dengan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan. Jumlah peserta sebanyak 39 santri. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 73,8 dan meningkat menjadi 85,1 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 11,3 poin. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman santri mengenai TBC, sehingga diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan pesantren.
Unduhan
Referensi
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. (2022). Profil kesehatan Kota Palangka Raya tahun 2022. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. (2022). Profil kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.
Hidayat, A., & Putri, R. M. (2024). Efektivitas edukasi kesehatan berbasis interaktif terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 19(1), 45–53.
Kalteng Pos. (2024, 14 Januari). 7.803 kasus TBC se-Kalteng. Diakses dari https://www.myedisi.com/kaltengpos/20240114/572586/7803-kasus-tbc-se-Kalteng
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Data dan informasi Tuberkulosis Indonesia tahun 2025. Kementerian Kesehatan RI.
Pratama, R., & Lestari, D. (2020). Pengaruh metode pre-test dan post-test dalam peningkatan pengetahuan kesehatan pada siswa sekolah. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 9(2), 112–118.
Rahmawati, L., Suryani, N., & Kurniawan, B. (2022). Efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(3), 210–217.
Sari, M., & Nugroho, T. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan pengetahuan melalui edukasi kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 134–142.
Wulandari, E., Hapsari, D., & Prakoso, A. (2023). Pengaruh media edukatif terhadap peningkatan literasi kesehatan pada anak usia sekolah. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 12(4), 289–296.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fera Sartika, Rezqi Handayani, Fitria Hariati Ramdhani, Dwi Purbayanti, Rinny Ardina, Windya Nazmatur Rahmah, Al Hidayani, Noor Fadillah, Sri Suhartati, Nira Meirita Wijayanti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

