Edukasi Penggunaan Obat Rasional dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Kegiatan World Pharmacist Day di Kabupaten Bario Kuala

Isi Artikel Utama

Siti Nur Hikmah
Yusuf Anggoro Mukti

Abstrak

World Pharmacist Day (WPD) merupakan momentum penting untuk meningkatkan pesan apoteker dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Permasalahan yang masih sering di jumpai di masyarakat adalah rendahnya pemahaman mengenai penggunaan obat yang rasional, seperti ketidakpatuhan terhadap aturan pakai obat, penggunaan obat tanpa resep, serta kurangnya pengetahuan mengenai efek samping dan interaksi obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar serta memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 28 September 2025 di Klinik Utama Setara, Kabupaten Barito Kuala, bekerja sama dengan PC IAI Kabupaten Barito Kuala. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pemberian pengobatan gratis sesuai indikasi, serta edukasi langsung terkait penggunaan obat rasional oleh Apoteker. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dan partisipasi aktif dalam sesi edukasi. Masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai aturan pakai obat, pentingnya kepatuhan terpai, serta risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta memperkuat peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian berbasis komunitas.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Hikmah, S. N. ., & Mukti, Y. A. . (2026). Edukasi Penggunaan Obat Rasional dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Kegiatan World Pharmacist Day di Kabupaten Bario Kuala. Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia, 3(1), 60–63. https://doi.org/10.63004/jpmwpc.v3i1.948
Bagian
Artikel

Referensi

FIP. (2021). Pharmacists in the fight against communicable diseases. International Pharmaceutical Federation.

FIP. (2022). Pharmacy education and workforce: Global report. International Pharmaceutical Federation.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman penggunaan obat rasional.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Standar pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pratiwi, N. L., Sari, D. P., & Wulandari, R. (2021). Edukasi penggunaan obat rasional sebagai upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(3), 145–152.

Sari, D. P., Pratiwi, N. L., & Wulandari, R. (2022). Peran apoteker dalam meningkatkan pemahaman penggunaan obat rasional pada masyarakat. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 11(2), 89–96.

Setiawan, A., Lestari, E. S., & Rahmawati, I. (2022). Pengaruh edukasi kefarmasian terhadap kepatuhan penggunaan obat. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 20(1), 45–52.

Suryani, N., Handayani, R., & Putri, D. A. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi obat rasional. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 4(2), 101–108.

Utami, W., Nugroho, R. A., & Lestari, P. (2024). Peran apoteker dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 14(1), 33–41.

World Health Organization. (2021). WHO global patient safety action plan 2021–2030. WHO Press.

World Health Organization. (2022). Medication safety in primary care. WHO Press.

World Health Organization. (2023). Promoting rational use of medicines. WHO Press.