Efektivitas Promosi Kesehatan “LDR (Lawan Diare Dengan Rehidrasi)” Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Posyandu Di Sungai Kapih Samarinda
Isi Artikel Utama
Abstrak
Diare merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas, terutama pada balita. Kegiatan promosi kesehatan “LDR (Lawan Diare dengan Rehidrasi)” bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai diare dan pencegahan dehidrasi. Penelitian ini menggunakan desain Prestest-Posttest pada 15 peserta Posyandu Sungai Kapih Samarinda. Edukasi diberikan melalui penyuluhan, leaflet, banner, demonstrasi pembuatan larutan gula garam, dan mini games. Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, dan Wilcoxon Signed Rank Test. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 41,33 menjadi 90,00. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p<0,001 yang menandakan terdapat perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan promosi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai diare dan pencegahan dehidrasi.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2023). Provinsi Kalaimantan Timur Dalam Angka Tahun 2023.
Ghasemi, A., & Zahediasl, S. 2019. Normality tests for statistical analysis: A guide for non-statisticians. International Journal of Endocrinology and Metabolism, 10(2), 486-489.
Hidayah, N. (2022). Asuhan Keperawatan Pada An.A Dengan Kasus Diare Di Ruang Baitunnisa 1 Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang [Universitas Islam Sultan Agung Semarang].
Indriyani, I. G. N. (2020). Penanganan Terkini Diare Pada Anak. Jurnal Intisari Sains Medis, 11(2).
Kamath, A., Poojari, S., & Varsha, K. 2025. Assessing the robustness of normality tests under varying skewness and kurtosis: a practical checklist for public health researchers. BMC medical research methodology, 25(1), 206. https://doi.org/10.1186/s12874-025-02641-y
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Tatalaksana Diare pada Anak.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. . https://www.kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/Profil-KesehatanIndonesia-2023.pdf [diakses pada tanggal 27 Mei 2026].
Lizawati, Y. U. (2019). Studi Komparasi Efektifitas Oralit dan Air Kelapa Hijau Terhadap Frekuensi Diare Pada Anak Usia Sekolah. Jurnal Keperawatan, 6(1)
Park Y. 2025. Optimal two-stage group sequential designs based on Mann-Whitney Wilcoxon test. PloS one, 20(2), e0318211. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0318211
Putri, N. A., Yanti, M. S., Salsabila, S., Mukminin, A., & Sumanto, R. P. A. 2023. Pencegahan cacingan pada anak usia dini di TK Faidhul 'Ulum Semarang dengan cara mencuci tangan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(4), 51–57.
Rahmadhani, E. P., & Lubis, G. (2019). Hubungan Diare dengan Kejadian Dehidrasi pada Balita. Jurnal Kesehatan Andalas. https://jurnal.fk.unand.ac.id
Setiyono, A. (2019). Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Masyarakat Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 15(2), 49–59.
Silvia, W. (2022). Penerapan Terapi Rehidrasi Oral (TRO) Terhadap Pencegahan Dehidrasi RinganSedang Pada Balita Akibat Diare Di Ruang Melati RSUD Ciamis[Politeknik Kesehatan Tasikmalaya].
World Health Organization (WHO). (2023). Diarrhoeal Disease. Sumber: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal disease
World Health Organization. Diarrhoeal Disease [Internet]. 2024 [cited 2024 Aug 26]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease