Hubungan Kepemilikan Jamban Sehat, Sumber Air Bersih dan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare di Kelurahan Kelayan Selatan Kota Banjarmasin Tahun 2025

Penulis

  • Nisrina Aulia Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari
  • Siska Dhewi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari
  • Edy Ariyanto Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad AL Banjari Banjarmasin
  • Ahmad Fauzan Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari

Kata Kunci:

Diare, Kepemilikan Jamban Sehat, Sumber Air Bersih, Personal Hygiene

Abstrak

Pendahuluan: Diare menjadi satu dari sebagian masalah kesehatan masyarakat yang tergolong tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin, khususnya di Kelurahan Kelayan Selatan. Kondisi ini berkaitan dengan sanitasi lingkungan, kepemilikan jamban yang belum memenuhi syarat, serta perilaku personal hygiene masyarakat yang masih rendah. Tujuan: Dilangsungkannya penelitian ini guna menganalisis hubungan antar kepemilikan jamban sehat, sumber air bersih, disertai personal hygiene dengan kejadian diare pada lingkup Kelurahan Kelayan Selatan Kota Banjarmasin Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian 3.661 Kepala Keluarga dengan sampelnya terhitung sejumlah 98 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitiannya mencakup kuesioner serta observasi lapangan, dengan analisis datanya dimanfaatkan uji Chi-Square. Hasil: Temuan dari penelitian ini mengungkap adanya hubungan antara kepemilikan jamban sehat (p=0,039), sumber air bersih (p=0,021), beserta personal hygiene (p=0,022) dengan kejadian diare. Simpulan: Disimpulkan bahwa sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih yang baik dapat menurunkan risiko diare. Disarankan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan penggunaan jamban sehat, serta meningkatkan perilaku hidup bersih sera sehat bersama dukungan edukasi dari puskesmas dan pemerintah setempat.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, (2024). Laporan PTM 2024.

Haenisa, N. N., & Surury, I. (2022). Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Diare Pada Santri Di Kota Tanggerang Selatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 19(2), 231–238. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.31964/jkl.v19i2.487

Irawan, B., & Mujiburrahman. (2022). Pengaruh Sumber Air Bersih, Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun dan Penggunaan Jamban Sehat Terhadap Kejadian Diare. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 2(2), 65–74. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/jrik.v2i2.531

Kelurahan Kelayan Selatan, (2024). Profil Kelurahan Kelayan Selatan Tahun 2024 (Tahun 2024, hal. 99). Kelurahan Kelayan Selatan. http://kelayanselatan.banjarmasinkota.go.id

Kemenkes. (2023). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Profil Kesehatan Indonesia 2023 (F. Sibuea (ed.)). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementrian Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Dalam Angka Tahun 2023. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/

Lidiana, S., Saepudin, M., & Adib, M. (2022). Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Tengah Pada Tahun 2021. Journal of Environmental Health and Sanitation Technology, 1(1), 40–46. http://jtk.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JEHAST

Nanda, M., Putri, A. T., Utami, A. P., Wulandari, P., Simanullang, S. M., & Fadillah, S. (2022). Hubungan Sumber Air Bersih Dengan Kejadian Diare Di Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2022. 17(2019), 389–401.

Noorhidayah, Octaviana, E. S. L., & Norfai. (2023). Hubungan Personal Higiene dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 11(1), 8–13. https://doi.org/https://doi.org/10.54004/jikis.v11i1.105

Puskesmas Pekauman, (2023). Profil Kesehatan Puskesmas Pekauman Tahun 2023 (Nomor 01).

Puskesmas Pekauman, (2025). Profile Puskesmas Pekauman Tahun 2025.

Satu Data Banua, (2023). Kasus Penyakit Diare Kalimantan Selatan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. https://data.kalselprov.go.id/dataset/data/1115/column/y

Setiyawan, F. E., & Setyadi, N. A. (2023). Analisis Spasial Kasus Diare. Jurnal Keperawatan, 15(S4), 423–434. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/keperawatan.v15i4.2056

Setyawan, D. A., & Setyaningsih, W. (2021). Studi Epidemiologi Dengan Pendekatan Analisis Spasial Terhadap Faktor-Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak di Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen. Tahta Media Group.

Utama, S. Y. A., Inayati, A., & Sugiarto. (2019). Hubungan Kondisi Jamban Keluarga Dan Sarana Air Bersih Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Arosbaya Bangkalan. Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 10(2), 820–832. https://doi.org/https://doi.org/10.33859/dksm.v10i2

WHO. (2024). Diarrhoeal Disease. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease

Diterbitkan

31-10-2025

Cara Mengutip

Aulia, N., Dhewi, S., Ariyanto, E., & Fauzan, A. (2025). Hubungan Kepemilikan Jamban Sehat, Sumber Air Bersih dan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare di Kelurahan Kelayan Selatan Kota Banjarmasin Tahun 2025. Health Research Journal of Indonesia, 4(1), 17–23. Diambil dari https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/845