Potensi Tempe sebagai Prebiotik untuk Meningkatkan Bakteri Asam Laktat pada Intoleransi Laktosa: Studi Literatur Naratif

Penulis

  • Zenithra Novia Adisty Universitas Singapeerbangsa Karawang
  • Ratih Kurniasari Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1425

Abstrak

Intoleransi laktosa merupakan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh rendahnya aktivitas enzim laktase sehingga laktosa tidak dapat dicerna secara optimal dan menimbulkan berbagai gejala gastrointestinal. Tempe sebagai pangan fermentasi tradisional Indonesia berpotensi menjadi alternatif pangan fungsional bagi penderita intoleransi laktosa karena bebas laktosa serta mengandung komponen yang dapat mendukung kesehatan saluran cerna. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi tempe sebagai sumber prebiotik dalam meningkatkan Bakteri Asam Laktat (BAL) dan mendukung kesehatan pencernaan pada individu dengan intoleransi laktosa. Metode yang digunakan adalah narrative literature review melalui penelusuran artikel pada Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, MDPI, dan ResearchGate periode 2015-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa tempe mengandung berbagai genus BAL, seperti Lactobacillus, Enterococcus, Micrococcus, dan Weissella yang berpotensi sebagai kandidat probiotik. Selain itu, komponen hasil fermentasi tempe berpotensi mendukung pertumbuhan mikroorganisme menguntungkan, memodulasi mikrobiota usus, dan berkontribusi terhadap pembentukan short-chain fatty acids (SCFA) yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Meskipun demikian, bukti klinis mengenai pengaruh konsumsi tempe terhadap gejala intoleransi laktosa masih terbatas. Tempe berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional berbasis prebiotik dan probiotik untuk mendukung kesehatan pencernaan penderita intoleransi laktosa.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ayun, Q., Muthiah, S. N., & Sukmalara, D. (2023). Potensi Bakteri Asam Laktat (BAL) dari Jus Tempe sebagai Kandidat Probiotik. JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI, 8(2), 171. https://doi.org/10.36722/sst.v8i2.1673

Aýun, Q., Muthiáh, S. N., & Sukmalara, D. (2023). Potensi Bakteri Asam Laktat (BAL) Dari Jus Tempe Sebagai Kandidat Probiotik. JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI, 8(2), 171. https://doi.org/10.36722/sst.v8i2.1673

Catanzaro, R., Sciuto, M., & Marotta, F. (2021). Lactose Intolerance: An Update on its Pathogenesis, Diagnosis, and Treatment. Nutrition Research, 89, 23–34. https://doi.org/10.1016/J.NUTRES.2021.02.003

Dewi, L., Paramastuti, R., & Rizkaprilisa, W. (2024). Tempe “Super Food” untuk Kalangan Anak-anak TK di Salatiga dan Semarang. Communnity Development Journal, 5(3), 5419–5426.

Dimidi, E., Cox, S. R., Rossi, M., & Whelan, K. (2019). Fermented Foods: Definitions and Characteristics, Impact on the Gut Microbiota and Effects on Gastrointestinal Health and Disease. In Nutrients (Vol. 11, Number 8). MDPI AG. https://doi.org/10.3390/nu11081806

Hegar, B., & Widodo, A. (2015). Lactose Intolerance in Indonesian Children. In Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition (Vol. 24, pp. S31–S40). HEC Press. https://doi.org/10.6133/apjcn.2015.24.s1.06

Magdalena, S., Yogiara, Y., & Yulandi, A. (2021). Profil Bakteri Asam Laktat dan Evaluasi Sensori dari Tempe Bungkus Daun Jati yang Disuplementasi dengan Daun Kelor. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 10(1), 208–215. https://doi.org/10.17728/jatp.7330

Marco, M. L., Sanders, M. E., Gänzle, M., Arrieta, M. C., Cotter, P. D., De Vuyst, L., Hill, C., Holzapfel, W., Lebeer, S., Merenstein, D., Reid, G., Wolfe, B. E., & Hutkins, R. (2021). The International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP) Consensus Statement on Fermented Foods. In Nature Reviews Gastroenterology and Hepatology (Vol. 18, Number 3, pp. 196–208). Nature Research. https://doi.org/10.1038/s41575-020-00390-5

Misselwitz, B., Butter, M., Verbeke, K., & Fox, M. R. (2019). Update on Lactose Malabsorption and Intolerance: Pathogenesis, Diagnosis and Clinical Management. In Gut (Vol. 68, Number 11, pp. 2080–2091). BMJ Publishing Group. https://doi.org/10.1136/gutjnl-2019-318404

Putrianty, N. R., & Octaria, Y. C. (2024). Literatur Review: Dampak Konsumsi Tempe terhadap Modulasi Sistem Imun dalam Meningkatkan IgA, Menurunkan IgE, dan IL-6. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 5(3B), 1128. https://doi.org/10.30867/gikes.v5i3b.1896

Safrida, Y. D., Adriani, A., Hardiana, & Safira, R. R. (2025). Karakterisasi Fisiologis Bakteri Asam Laktat Pada Tempe (Rhizopus oligosporus). Jurnal Sains & Kesehatan Darussalam, 5(1), 19–26.

Santosa, E. A., & Retnaningrum, E. (2020). Karakterisasi Fenotipik dan Aktivitas Antimikrobia Bakteri Asam Laktat dari Limbah Produksi Tempe. J. Sains Dasar, 2020(9), 1–10.

Saputra, G. A. (2019). Intoleransi Laktosa : Variasi Pemeriksaan Penunjang dan Tatalaksana. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 6(2), 121–125.

Sinaga, S. E., & Tumewu, Z. (2023). Literature Study of Tempe Bioactive Compounds as Functional Foods in Indonesia. Helium: Journal of Science and Applied Chemistry, 03, 35–44. https://journal.unpak.ac.id/index.php/he_jsac

Syamhudi, M. F., & Ikhssani, A. (2021). Laporan Kasus : Demam Typhoid pada An. AI Bailita Berumur 26 Bulan dengan Intoleransi Laktosa. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 4(2), 1–7. https://jurnal.syedzasaintika.ac.id

Wicaksono, Y., Fanani, M. Z., & Jumiono, A. (2022). Kajian Potensi Pengembangan Produk Susu Bebas Laktosa Bagi Penderita Lactose Intolerance. Jurnal Pangan Halal, 4(1), 16–24. https://doi.org/https://doi.org/10.30997/jiph.v4i1.9826

Yarlina, V. P., Tandra, J. L., Indiarto, R., Andoyo, R., Harlina, P. W., Ubaidillah, N. H. N., & Lani, M. N. (2026). Unraveling Tempeh through omics: a scoping review of fermentation pathways and functional health benefits. NPJ Science of Food. https://doi.org/10.1038/s41538-026-00754-2

Unduhan

Diterbitkan

30-06-2026

Cara Mengutip

Adisty, Z. N., & Kurniasari, R. . (2026). Potensi Tempe sebagai Prebiotik untuk Meningkatkan Bakteri Asam Laktat pada Intoleransi Laktosa: Studi Literatur Naratif. Health Research Journal of Indonesia, 4(5), 1538–1544. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1425