Determinan Kepatuhan Perawatan Diri Berbasis Gaya Hidup pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RS Royal Prima Jambi
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1311Kata Kunci:
DM tipe 2, kepatuhan, perawatan diri, dukungan keluarga, self-efficacy, keperawatanAbstrak
Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) memerlukan keteraturan perawatan diri karena pengendalian penyakit berlangsung lama dan sangat dipengaruhi kebiasaan harian pasien. Penelitian ini menelaah faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pelaksanaan gaya hidup sehat pada pasien DM tipe 2 di RS Royal Prima Jambi. Studi disusun sebagai penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak 100 pasien yang sesuai kriteria direkrut secara accidental sampling. Informasi penelitian diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, meliputi SDSCA, DKQ, DMSE, TSRQ, HDFSS, serta penilaian dukungan petugas kesehatan, akses layanan, dan kondisi ekonomi. Analisis dilakukan bertahap melalui distribusi frekuensi, uji chi-square, dan regresi logistik. Responden terbanyak berada pada kelompok usia 50-60 tahun (47,0%), pendidikan minimal SMA (61,0%), serta lama menderita DM 4-8 tahun (41,0%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (56,0%), self-efficacy baik (63,0%), motivasi baik (67,0%), dukungan keluarga tinggi (69,0%), dukungan tenaga kesehatan tinggi (72,0%), akses layanan mudah (64,0%), dan ekonomi di atas UMR (56,0%). Kategori patuh ditemukan pada 62 responden (62,0%). Hubungan bermakna ditemukan pada pengetahuan (p=0,001), self-efficacy (p=0,000), motivasi (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,000), dukungan petugas kesehatan (p=0,001), dan akses pelayanan (p=0,003). Model regresi menunjukkan dukungan keluarga sebagai faktor dominan (p=0,001; Exp(B)=5,342; 95% CI=2,148-10,872). Pelibatan keluarga perlu menjadi bagian utama dalam edukasi dan pendampingan pasien DM tipe 2.
Unduhan
Referensi
Agustina, V., et al. (2021). Deteksi dini penyakit diabetes melitus. Jurnal Magistrorum et Scholarium, 2(2), 300-309.
Azis, W. A., Muriman, L. Y., & Burhan, S. R. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup penderita diabetes mellitus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(1), 105-114. https://doi.org/10.37287/jppp.v2i1.52
Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. (2023). Profil kesehatan Provinsi Jambi. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.
Fadhli, R., Turcia, R. Y., & Ekaputri, M. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe II di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Sansani Pekanbaru. Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan, 11(2), 178-188. https://doi.org/10.35328/keperawatan.v11i2.2287
Harefa, E. M., & Lingga, R. T. (2023). Analisis faktor risiko kejadian diabetes mellitus tipe II pada penderita DM di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli. Jurnal Ners, 7(1), 316-324.
International Diabetes Federation. (2022). Diabetes around the world in 2021. https://diabetesatlas.org/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Petunjuk teknis pengukuran faktor risiko diabetes melitus. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lasmadasari, N., & Weni, S. (2021). Evaluasi perilaku self-care melalui asuhan keperawatan berbasis home care pada pasien diabetes melitus tipe 2 di masa pandemi. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu, 9(1), 56-62.
Lestari, Zulkarnain, & Sijid, S. A. (2021). Diabetes melitus: Review etiologi, patofisiologi, gejala, penyebab, cara pemeriksaan, cara pengobatan dan cara pencegahan. Prosiding Biologi Achieving the Sustainable Development Goals with Biodiversity in Confronting Climate Change, 237-241.
Maina, P. M., Pienaar, M., & Reid, M. (2023). Self-management practices for preventing complications of type II diabetes mellitus in low- and middle-income countries: A scoping review. International Journal of Nursing Studies Advances, 5, Article 100139.
Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Nurasyifa, S. R., et al. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan terhadap manajemen diri pasien Prolanis diabetes mellitus tipe 2. Acta Pharmaceutica Indonesia, 9(2), 78-94.
PERKENI. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.
Pratiwi, L., Anggraini, D. D., Hapsari, E., & Rumiyati, E. (2024). Diabetes mellitus dan gestational diabetes mellitus. CV Jejak.
Putri, F. R. (2021). Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Keling 1 Kabupaten Jepara (Skripsi sarjana, Universitas Islam Sultan Agung).
Riangkam, C., Sriyuktasuth, A., Pongthavornkamol, K., Kusakunniran, W., & Sriwijitkamol, A. (2022). Effects of a mobile health diabetes self-management program on HbA1C, self-management and patient satisfaction in adults with uncontrolled type 2 diabetes: A randomized controlled trial. Journal of Health Research, 36(5), 878-888. https://doi.org/10.1108/JHR-02-2021-0126
Sari, S. W., & Adelina, R. (2020). Apakah pola makan menjadi faktor dominan kejadian diabetes melitus tipe 2 di Indonesia? Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi, 1(1), 54-63.
Setiawan, C. E., & Muflihatin, S. K. (2020). Hubungan antara dukungan keluarga dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe II di Poliklinik PPK 1 Denkesyah. Borneo Student Research, 1(3), 2097-2105.
Soelistijo, S. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia 2021. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.
World Health Organization. (2021). Global report on diabetes. World Health Organization.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


