Determinasi Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Hygiene terhadap Gejala Infeksi Kulit pada Masyarakat Pesisir Terdampak Pasang Rob: Studi Kasus di Desa Teluk Papal, Bengkalis
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1434Keywords:
infeksi kulit, sanitasi lingkungan, higiene personal, air bersih, masyarakat pesisirAbstract
Latar Belakang: Sanitasi lingkungan yang tidak memadai dan perilaku higiene yang kurang baik dapat meningkatkan risiko kejadian infeksi kulit pada masyarakat pesisir. Tujuan: Menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dan perilaku higiene dengan kejadian infeksi kulit pada masyarakat pesisir Desa Teluk Papal, Kabupaten Bengkalis. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 182 responden dari populasi 1.465 penduduk. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil: Sebanyak 65,9% responden mengalami infeksi kulit. Mayoritas responden memiliki sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat serta perilaku higiene yang kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel berhubungan secara signifikan dengan kejadian infeksi kulit (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa air bersih (p=0,001; POR=9,181), perilaku mandi (p=0,004; POR=6,789), dan riwayat penyakit (p=0,002; POR=3,926) berhubungan secara independen dengan kejadian infeksi kulit. Nilai Nagelkerke R² sebesar 50,6% menunjukkan kemampuan model dalam menjelaskan kejadian infeksi kulit. Kesimpulan: Air bersih, perilaku mandi, dan riwayat penyakit berhubungan secara signifikan dengan kejadian infeksi kulit. Air bersih merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian infeksi kulit.
Downloads
References
Budge, S., Ambelu, A., Bartram, J., & Hutchings, P. (2022). Environmental sanitation and the evolution of water, sanitation and hygiene. Bulletin of the World Health Organization, 100(4), 286–288. https://doi.org/10.2471/BLT.21.287137
Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis. (2024). Laporan penyakit terbanyak Kabupaten Bengkalis.
Djuanda, D. (2019). Ilmu penyakit kulit dan kelamin (Edisi ke-7). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Fakhrunas, D. (2024). Hubungan personal hygiene dan sanitasi air bersih dengan gejala dermatitis di Desa Teluk Papal Kabupaten Bengkalis Tahun 2024.
Friis, R. H. (2019). Essentials of environmental health (3rd ed.). Jones & Bartlett Learning.
Harlim, A. (2017). Buku ajar ilmu kesehatan kulit dan kelamin dasar diagnosis dermatologi. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia.
Hidayati, A. N., Damayanti, Sari, M., Alinda, M. D., Reza, N. R., & Anggraeni, S. W. Y. (2019). Dermatologi dan venerologi: Infeksi bakteri di kulit. Airlangga University Press.
Islam, F., Priastomo, Y., Mahawati, E., Budiastutik, I., Hairuddin, M. C., Akbar, F. F., Ningsih, W. I. F., Septiawati, R. A. D. S., Askur, & Purnomo, E. (2021). Dasar-dasar kesehatan lingkungan. Yayasan Kita Menulis.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia 2022. https://www.kemkes.go.id
Pakpahan, M., Siregar, D., Susilawaty, A., Tasnim, Mustar, Ramdany, R., Manurung, E. I., Sianturi, E., Tompunu, M. R., & Sitanggang, Y. F. (2021). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Yayasan Kita Menulis.
Pawitri, A., & Novianto, E. (2022). Infeksi jamur rekuren dan bakteri persisten pada dermatitis atopik dewasa: Sebuah laporan kasus. Jurnal Kedokteran Medika, 28(3), 299–305. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2349
Prathyusha, P., Kumar, J. N., Naik, P. S., & Sowjanya, S. (2024). Association of recurrent skin infections with hygiene practices. European Journal of Cardiovascular Medicine, 14(3), 1414–1417. https://doi.org/10.5083/ejcm
Rahman, M. A., Raharjo, M., Nurjazuli, N., & Sulistiyani, S. (2025). Risk factors in water quality associated with skin disorders: A study in Daren Village, Jepara District. Universal Journal of Public Health, 13(4), 981–989. https://doi.org/10.13189/ujph.2025.130420
Sitoonga, S., & Putra, M. S. (2023). Hubungan kualitas air dan sanitasi lingkungan dengan keluhan penyakit kulit. Jurnal Promotif dan Preventif, 6(1), 110–116. https://doi.org/10.47650/jpp.v6i1.696
Ullah, B. N., & Vishrolia, C. (2023). Skin and soft tissue infections: Risk factors and presentations.
World Health Organization. (2022). Guidelines for drinking-water quality. https://www.who.int/publications/i/item/9789240045064
World Health Organization. (2023). Skin diseases disable, stigmatize and cause suffering and mental health conditions. https://www.who.int/news/item/31-03-2023-who-first-global-meeting-on-skin-ntds-calls-for-greater-efforts-to-address-their-burden
World Health Organization. (2024). Sanitation. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sanitation
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

