Rancangan Program Kesehatan Kerja Berdasarkan Analisis Ergonomi pada Pekerja Pengelasan Di PT. XYZ

Authors

  • Feiyi Ruth Helena Simbolon Politeknik Ketenagakerjan
  • Hamy Afidah Talin Politeknik Ketenagakerjan
  • Maura Cahya Cantika Putri Politeknik Ketenagakerjan
  • Nico Linggi Pongmasangka Politeknik Ketenagakerjan

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1410

Keywords:

ergonomi, musculoskeletal disorder, RULA, REBA, pengelasan

Abstract

Pekerjaan pengelasan merupakan salah satu aktivitas kerja dengan risiko ergonomi tinggi akibat postur kerja tidak ergonomis, gerakan berulang, dan durasi kerja yang panjang sehingga berpotensi menyebabkan Musculoskeletal disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat risiko ergonomi, mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal pekerja, serta merancang program kesehatan kerja berbasis ergonomi pada pekerja pengelasan di PT. XYZ. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak tujuh pekerja pengelasan. Penilaian risiko postur kerja dilakukan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan kuesioner GOTRAK berdasarkan SNI 9011:2021. Hasil penilaian menunjukkan bahwa aktivitas pengelasan duduk membungkuk memperoleh skor RULA 7 dan REBA 10, sedangkan aktivitas pengelasan posisi jongkok/menunduk memperoleh skor RULA 6 dan REBA 9, yang keduanya termasuk kategori risiko tinggi. Survei GOTRAK menunjukkan keluhan dominan pada punggung atas, punggung bawah, leher, bahu, dan lutut. Analisis HIRADC mengidentifikasi enam bahaya ergonomi dengan postur membungkuk ekstrem sebagai risiko tertinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang program kesehatan kerja yang meliputi rekayasa workstation, pelatihan ergonomi, pengaturan rotasi kerja dan microbreak, surveilans kesehatan berkala, program penguatan fisik, serta monitoring dan evaluasi program. Program yang dirancang diharapkan mampu mengurangi risiko MSDs dan meningkatkan kesehatan serta produktivitas pekerja pengelasan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

ISO 45001, I. (2018). ISO 45001 : 2018 Occupational Health and Safety Management Systems. In Global Occupational Safety and Health Management Handbook. https://doi.org/10.1201/9780429056475-6

:2021, S. (n.d.). Penilaian Risiko Ergonomi di Tempat Kerja. Badan Standardisasi Nasional.

C.D. Sucipto. (2020). Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Gosyen Publishing.

Imens, A., Rinawati, S., & Hastuti, H. (2023). Hubungan Postur Kerja dan Karakteristik Individu dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Operator Welding PT. Barata Indonesia Cilegon. Proceedings Series on Health & Medical Sciences, 4, 41–47. https://doi.org/10.30595/pshms.v4i.552

Iridiastadi, H., & Yassierli. (2014). Ergonomi Suatu Pengantar. PT Remaja Rosdakarya.

Kusumawardhani, A., Djamalus, H., & Lestari, K. D. (2023). Ergonomic Risk Assessment and MSDs Symptoms Among Laboratory Workers Using SNI 9011-2021. Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 12(1Spl), 35–41. https://doi.org/10.20473/ijosh.v12i1SI.2023.35-41

Laksana, A. J., & Srisantyorini, T. (2020). Analisis risiko musculoskeletal disorders (msds) pada operator pengelasan (welding) bagian manufakturing di pt x tahun 2019. Jurnal Kajian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, 01(01), 64–73. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/AN-NUR

McAtamney, L., & Hignett, S. (2004). Rapid Entire Body Assessment McAtamney, Lynn Hignett, Sue Handbook of Human Factors and Ergonomics Methods doi: 10.1201/9780203489925.ch8. Handbook of Human Factors and Ergonomics Methods, 31, 8-1-8–11.

McAtamney, L., & Nigel Corlett, E. (1993). RULA: a survey method for the investigation of work-related upper limb disorders. Applied Ergonomics, 24(2), 91–99. https://doi.org/10.1016/0003-6870(93)90080-S

Nurmianto, E. (2008). Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Guna Widya.

Pemerintah Indonesia. (2018). Tentang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 5 Tahun 2018, 5, 11.

Suherdin, Lolan, Y. P., & Rasyad, F. H. (2024). Ergonomic Oriented Working for Controlling Photokeratitis and MSD Complaints in the Informal Welding Sector. Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 13(1), 44–52. https://doi.org/10.20473/ijosh.v13i1.2024.44-52

Tarwaka, & Bakri, S. H. A. (2004). Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. http://shadibakri.uniba.ac.id/wp-content/uploads/2016/03/Buku-Ergonomi.pdf

World Health Organization. (2021). Musculoskeletal Conditions. World Health Organization.

Yudi, R. R. P., Sarungu, S., & Sugeng, B. (2025). Analisis Postur Kerja dengan Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) pada Operator Shift Kerja 1 di Machine Shop PT. XYZ. Jurnal Teknik Industri Terintegrasi, 8(2), 1595–1602. https://doi.org/10.31004/jutin.v8i2.41822

Published

2026-08-29

How to Cite

Simbolon, F. R. H. ., Talin, H. A. ., Putri, M. C. C. ., & Pongmasangka, N. L. . (2026). Rancangan Program Kesehatan Kerja Berdasarkan Analisis Ergonomi pada Pekerja Pengelasan Di PT. XYZ. Health Research Journal of Indonesia, 4(6), 2780–2790. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1410