Kepatuhan Apotek Komunitas terhadap Regulasi Pelayanan Antibiotik Tanpa Resep: Studi Mystery Shopper

Authors

  • Dina Fakhriya Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Satrio Dwi Ramadhan Universitas Ma Chung
  • Rodhi Anshari Universitas Ma Chung

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1340

Keywords:

antibiotik, apotek komunitas, mystery shopper, kepatuhan regulasi, resistensi antimikroba

Abstract

Penggunaan antibiotik tanpa resep merupakan salah satu faktor yang berkontribusi meningkatkan terjadinya resistensi antimikroba, yang saat ini menjadi permasalahan kesehatan global. Apotek memiliki peran penting dalam memastikan penggunaan antibiotik yang rasional. Namun, informasi mengenai kepatuhan apotek terhadap regulasi pelayanan antibiotik tanpa resep masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan apotek terhadap regulasi tersebut menggunakan pendekatan mystery shopper. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan menggunakan metode mystery shopper pada 96 apotek di wilayah Kabupaten Kudus dan Jepara yang dipilih secara acak. Mystery shopper berperan sebagai pasien dewasa yang mengalami keluhan batuk pilek selama dua hari dan meminta antibiotik tanpa membawa resep dokter. Data yang dikumpulkan meliputi pemberian antibiotik tanpa resep, jenis antibiotik yang diberikan, keberadaan apoteker dan edukasi penggunaan obat. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Dari 96 apotek yang dikunjungi, sebanyak 73 apotek (76,04%) memberikan antibiotik tanpa resep dokter, sedangkan 23 apotek (23,96%) menolak permintaan tersebut. Amoksisilin merupakan antibiotik yang paling sering diberikan (75,34%), diikuti cefadroksil (20,55%) dan azitromisin (4,11%). Hanya sekitar 35 (36,46%) apotek yang memberikan edukasi dan kehadiran apoteker ditemukan lebih sering pada apotek yang patuh terhadap regulasi. Oleh karena itu masih diperlukan optimalisasi peran apoteker untuk mendukung penggunaan antibiotik yang rasional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alrasheedy, A. A., Alsalloum, M. A., Almuqbil, F. A., Almuzaini, M. A., Aba Alkhayl, B. S., Albishri, A. S., Alharbi, F. F., Alharbi, S. R., Alodhayb, A. K., Alfadl, A. A., Godman, B., Hill, R., & Anaam, M. S. (2020). The impact of law enforcement on dispensing antibiotics without prescription: a multi-methods study from Saudi Arabia. Expert Review of Anti-Infective Therapy, 18(1), 87–97. https://doi.org/10.1080/14787210.2020.1705156

Gladys, O. U., Gabriella, C. N., Lawal, F. O., Bukola, F. O., Amaechi, V. C., & Augustine, O. N. (2025). Antibiotics stewardship: prevalence, nature, and factors associated with dispensing of antibiotics without prescription among community pharmacists in Nigeria. Journal of Pharmaceutical Policy and Practice , 18(1). https://doi.org/10.1080/20523211.2025.2498927

Ho, C. S., Wong, C. T. H., Aung, T. T., Lakshminarayanan, R., Mehta, J. S., Rauz, S., McNally, A., Kintses, B., Peacock, S. J., de la Fuente-Nunez, C., Hancock, R. E. W., & Ting, D. S. J. (2025). Antimicrobial resistance: a concise update. In The Lancet Microbe (Vol. 6, Number 1). Elsevier Ltd. https://doi.org/10.1016/j.lanmic.2024.07.010

Keenan, K., Silva Corrêa, J., Sringernyuang, L., Nayiga, S., & Chandler, C. I. R. (2025). The social burden of antimicrobial resistance: what is it, how can we measure it, and why does it matter? In JAC-Antimicrobial Resistance (Vol. 7, Number 2). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/jacamr/dlae208

Kresnawati, W., Sopamena, Y., Aditya, F., Amandito, R., Anggraeni, M., Santoso Kurniawan, Y., Liaw, F., & Sujud, P. (2025). Two Decades Survey of Antibiotics Prescription and Usage in Community.

Muin, F., & Widayanti, A. W. (2023). Using Simulated Patients to Understand Non-Prescription Antibiotic Dispensing in Indonesia: A Systematic Review. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 10(2), 193–201. https://doi.org/10.20473/jfiki.v10i22023.193-201

Naing, S. Y., Schneiders, M. L., Ningrum, D., Nurdianti, T., Severin, J., Peeters Grietens, K., Wagenaar, J. A., & Karuniawati, A. (2026). “Miss, I want itchy medicine”: Understanding what, why, and how antibiotics are used in Central Java province, Indonesia through the drug bag method. PLOS Global Public Health, 6(3), e0005933. https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0005933

Raju, R., Choudhary, R. P., Kumar, T. P., & Siddalingegowda, S. M. (2025). Antibiotic Dispensing And Amr Awareness Among Community Pharmacists: Insights From A Qualitative Study. High Technology Letters, 31(6), 2025. http://www.gjstx-e.cn/

Shih, C. A., Wu, I. T., Wu, D. C., Lei, W. Y., Tsay, F. W., Tsai, T. J., Tsai, C. H., Wu, Y. C., Tai, W. C., & Hsu, P. I. (2026). Evolution of Amoxicillin-Based Mono-Antibiotic Regimens for Helicobacter pylori Eradication: From Ineffectiveness to Innovation—A Systematic Review. In Microorganisms (Vol. 14, Number 3). Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). https://doi.org/10.3390/microorganisms14030625

Watson, M. C., Norris, P., & Granas, A. G. (2010). A systematic review of the use of simulated patients and pharmacy practice research. International Journal of Pharmacy Practice, 14(2), 83–93. https://doi.org/10.1211/ijpp.14.2.0002

Published

2026-06-30

How to Cite

Fakhriya, D., Ramadhan, S. D., & Anshari, R. . (2026). Kepatuhan Apotek Komunitas terhadap Regulasi Pelayanan Antibiotik Tanpa Resep: Studi Mystery Shopper . Health Research Journal of Indonesia, 4(5), 1620–1626. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1340