Efek Latihan Diapraghmatic Breathing Exercise Terhadap Saturasi Oksigen Pasien PPOK di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Tahun 2024
Kata Kunci:
Diaphragmatic breathing exercise, saturasi oksigen, pasien PPOKAbstrak
Pendahuluan: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit yang diderita oleh 300 juta penduduk dunia. 50% penderita PPOK saat datang untuk menjalani perawatan mengalami penurunan saturasi oksigen. Kondisi ini apabila tidak ditangani maka berakibat terhadap kerusakan pada sel tubuh sehingga dapat menimbulkan kematian. Pengembangan terapi bagi pasien PPOK yang mengalami penurunan saturasi oksigen saat ini terus dikembangkan, salah satunya yaitu menggunakan terapi diaphragmatic breathing exercise. Tujuan: ini yaitu mengetahui pengaruh diaphragmatic breathing exercise terhadap saturasi oksigen pasien PPOK di RSUD Jend. Ahmad Yani Metro. Metode: quasi experiment, rancangan Nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien PPOK. Sampel yang digunakan sebanyak 28 orang yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok kontrol. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan independent t test. Hasil: didapatkan didapatkan rata-rata satuasi oksigen pasien PPOK kelompok intervensi pretest 92,36±1,447 dan posttest 97,21±1,188. Sedangkan saturasi oksigen kelompok kontrol pretest yaitu 92,07±1,328 dan posttest 96,00±1,177. Hasil analisis independent t test didapatkan p-value 0,012 (p<0,05) artinya diaphragmatic breathing exercise terbukti berpengaruh terhadap perubahan saturasi oksigen pasien PPOK dengan selisih rata-rata. Simpulan: Metode latihan diaphragmatic breathing exercise terbukti bermanfaat untuk pasien PPOK dan diharapkan untuk menjadi salah satu terapi pendamping dalam manajemen PPOK.
Unduhan
Referensi
Ain, H., Anantasari, R., & Fahmi, M. F. N. (2019). Pernafasan Diafragma Meningkatkan Saturasi Oksigen Pada Pasien PPOK di RSUD Soedarsono Pasuruan. Prosiding seminar nasional hasil penelitian dan pengabdian masyarakat seri ke-3 tahun 2019, 1(2), 53–61.
Barangkau, B., Nuryulia, S. D., Fatmawati, F., & Yammar, Y. (2023). Pengaruh Pemberian Diaphragmatic Breathing Exercise Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Penderita PPOK di IGD RSUD Lamaddukelleng. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(5), 3116-3123.
Essam, A., Constantinides, S., Jackson, K., Yip, H. L., Shrif, K., Sillo, O., & Hampton, L. (2023). Diaphragmatic Breathing Exercises. https://www.physio-pedia.com/Diaphragmatic_Breathing_Exercises
Girodo, M., Ekstrand, K. A., & Metivier, G. J. (1992). Deep diaphragmatic breathing: rehabilitation exercises for the asthmatic patient. Archives of physical medicine and rehabilitation, 73(8), 717-720.
Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2019). Keputusan Meteri Kesehatan RI No. HK.01.07/Menkes/687/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Paru Obstruktir Kronik. In Menteri Kesehatan RI (Vol. 561, Nomor 3). Menteri Kesehatan RI.
KK, I. F. J. (2024). Effect of Diaphragmatic Breathing Exercise on Respiratory Rate and Oxygen Saturation in Patients with Bronchial Asthma. Indonesian Journal of Health Services, 1(1), 18-24.
Martarelli, D., Cocchioni, M., Scuri, S., & Pompei, P. (2011). Diaphragmatic breathing reduces exercise‐induced oxidative stress. Evidence‐Based Complementary and Alternative Medicine, 2011(1), 932430.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan (Edisi Revisi). PT. Rineka Cipta.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2017). Fundamental of Nursing: Fundamental Keperawatan. In D. N. Fitriani, O. Tampubolon, & F. Diba (Penerj.), Buku 3 (Edisi 7). Elsevier Inc.
Qamila, B., Azhar, M. U., Risnah, R., & Irwan, M. (2019). Efektivitas Teknik Pursed Lipsbreathing Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (Ppok): Study Systematic Review. Jurnal Kesehatan, 12(2), 137. https://doi.org/10.24252/kesehatan.v12i2.10180
Seifi, S., Khatony, A., Moradi, G., Abdi, A., & Najafi, F. (2018). Accuracy of pulse oximetry in detection of oxygen saturation in patients admitted to the intensive care unit of heart surgery: Comparison of finger, toe, forehead and earlobe probes. BMC Nursing, 17(1), 1–7. https://doi.org/10.1186/s12912-018-0283-1
Smeltzer, S. C. (2018). Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth (E. A. Mardella (ed.); D. Yulianti & A. Kimin (penerj.); Edisi 12). Buku Kedokteran EGC.
Stephens, R. J., Haas, M., Moore III, W. L., Emmil, J. R., Sipress, J. A., & Williams, A. (2017). Effects of diaphragmatic breathing patterns on balance: a preliminary clinical trial. Journal of manipulative and physiological therapeutics, 40(3), 169-175.
Tiyas Mardiyati S Kep, T. (2024). PENERAPAN DIAPRAGHMATIC BREATHING EXERCISE UNTUK MENURUNKAN SESAK NAPAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI IGD RSUD IBU FATMAWATI SOEKARNO KOTA SURAKARTA (Doctoral dissertation, Universitas Kusuma Husada Surakarta).v
Wang, R., Zhang, W., Li, Y., Jiang, Y., Feng, H., Du, Y., Jiao, Z., Lan, L., Liu, X., Li, B., Liu, C., Gu, X., Chu, F., Shen, Y., Zhu, C., Shao, X., Tong, S., & Sun, D. (2022). Evaluation of Risk Factors for Chronic Obstructive Pulmonary Disease in the Middle-Aged and Elderly Rural Population of Northeast China Using Logistic Regression and Principal Component Analysis. Risk Management and Healthcare Policy, 15(September), 1717–1726. https://doi.org/10.2147/RMHP.S376546
Wardani, E. D. K., Faidah, N., & Nugroho, T. W. (2019). Efektivitas Diaphragmatic Breathing Exercise Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pasien PPOK di Ruang Melati I dan Melati II RSUD dr.Loekmonohadi g
WHO. (2023). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary-disease-(copd)
Yang, Y., Wei, L., Wang, S., Ke, L., Zhao, H., Mao, J., ... & Mao, Z. (2022). The effects of pursed lip breathing combined with diaphragmatic breathing on pulmonary function and exercise capacity in patients with COPD: a systematic review and meta-analysis. Physiotherapy theory and practice, 38(7), 847-857.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.
Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License