Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesembuhan pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Baamang 1 Kotawaringin Timur

Penulis

  • Nurul Huda Universitas Sari Mulia
  • Melviani Melviani Universitas Sari Mulia
  • Febby Yulia Hastika Universitas Sari Mulia

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1795

Kata Kunci:

TB paru, kepatuhan, kesembuhan, karakteristik

Abstrak

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data WHO tahun 2022, terdapat 10,6 juta kasus TB paru di dunia, meningkat 600.000 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kasus TB paru juga mengalami peningkatan dengan 869 kasus pada tahun 2023 dan 411 kasus baru hingga triwulan II tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien TB paru di Puskesmas Baamang 1. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Jumlah responden sebanyak 39 pasien TB paru. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (76,9%), berusia 35–44 tahun (38,5%), berpendidikan SLTA (38,4%), bekerja pada kategori lain-lain (48,7%), serta memiliki penghasilan Rp2.000.000–Rp4.000.000 (33,3%). Sebagian besar responden patuh minum obat (87,2%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kesembuhan pasien TB paru (p<0,05), sedangkan faktor pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, usia, dan penghasilan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah kepatuhan minum obat menjadi faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien TB paru di Puskesmas Baamang 1.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abdi, M. Y., Marzuki, D. S., Rahmadani, S., Fajrin, M. A., Pebrianti, A., Afifah., & Juliarti, R. E. (2021). Efektivitas kepatuhan terhadap protokol kesehatan COVID-19 pada pekerja sektor informal di Kota Makassar. Uwais Inspirasi Indonesia

Adiputa, I. M. S., Trisnadewi, N. W., Oktaviani, N. P. W., et al. (2021). Metodologi penelitian kesehatan. Yayasan Kita Menulis

Andarwati, R., Masrah., & Ismaniar, Z. F. (2020). Analisis faktor keberhasilan penyembuhan tuberkulosis paru

Atika, I., & Munir, S. (2015). Gambaran angka kesembuhan pasien tuberkulosis (TB) paru di Rumah Sakit Umum Daerah Petala Bumi Pekanbaru periode Januari 2011–Desember 2013. JOM FK, 2(1)

Handayani, I., & Sumarni. (2021). Tuberkulosis. Penerbit NEM

Hardhiyani, R. (2013). Hubungan komunikasi therapeutic perawat dengan motivasi sembuh pada pasien rawat inap. Developmental and Clinical Psychology, 2(2), 56–61

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020a). Pedoman nasional pelayanan kedokteran: Tatalaksana tuberkulosis. Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020b). Petunjuk teknis penatalaksanaan tuberkulosis resistensi obat di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Program penanggulangan tuberkulosis tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Program penanggulangan tuberkulosis tahun 2022. Kementerian Kesehatan RI

Mullega. (2019). Perilaku profesional terhadap pola makan sehat. Indonesian Business Review, 1(2), 186–200

Muniroh, N., Aisah, S., & Mifbakhuddin. (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesembuhan penyakit tuberculosis (TBC) paru di wilayah kerja Puskesmas Mangkang Semarang Barat. Jurnal Keperawatan Komunitas, 1

Najmah. (2019). Epidemiologi penyakit menular. Trans Info Media

Nurarif. (2019). Aplikasi asuhan keperawatan berdasarkan diagnosa dan NANDA NIC NOC jilid 1. Mediaction

Pameswari, A., Putri, D. N., & Suryana, E. (2019). Dampak ketidakpatuhan pengobatan terhadap resistensi OAT pada pasien tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(3), 45–52

Perdana, E. T. (2023). Faktor yang mempengaruhi laju kesembuhan pasien tuberkulosis paru di empat puskesmas di Kabupaten Magelang

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2021). Tuberkulosis: Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

Puri, N. (2010). Hubungan kinerja pengawasan minum obat (PMO) dengan kesembuhan pasien TB paru baru strategi DOTS [Skripsi, Universitas Sebelas Maret]. Universitas Sebelas Maret

Rataningtyas, T. O., & Indah, F. P. S. (2023). Buku ajar media konsumsi kepatuhan obat ARV pada ODHA. Media Pustaka Indonesia

Surat., Priyatno, D., Auliya, Q. A., & Duri, I. D. (2023). Edukasi tuberkulosis. Penerbit NEM

World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. World Health Organization

Unduhan

Diterbitkan

31-08-2026

Cara Mengutip

Huda, N., Melviani, M., & Hastika, F. Y. . (2026). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesembuhan pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Baamang 1 Kotawaringin Timur. Health Research Journal of Indonesia, 4(6), 2994–2998. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1795