Hubungan Pola Makan dengan Kekambuhan Dispepsia di Praktek Dokter Bersama Sekarpuro Malang

Penulis

  • Zahwa Khoirul Armelia Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang, Indonesia
  • Musthika Wida Mashitah Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1504

Kata Kunci:

pola makan, kekambuhan, dispepsia, gangguan pencernaan

Abstrak

Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna yang sering kambuh dan dapat mengganggu aktivitas serta kualitas hidup penderitanya. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap kekambuhan dispepsia adalah pola makan yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan kekambuhan dispepsia di Praktek Dokter Bersama Sekarpuro, Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling pada April–Mei 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan dan kekambuhan dispepsia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pola makan tidak teratur (60,0%) dan sering mengalami kekambuhan dispepsia (53,3%). Responden dengan pola makan tidak teratur sebagian besar sering mengalami kekambuhan dispepsia (77,8%), sedangkan responden dengan pola makan teratur sebagian besar jarang mengalami kekambuhan (54,2%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kekambuhan dispepsia (p=0,017). Pola makan yang tidak teratur berhubungan dengan meningkatnya risiko kekambuhan dispepsia.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Firmansyah, I. (2026). Analisis Faktor Risiko Kejadian Sindrom Dispepsia pada Perawat Di RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2025. Jurnal Mitra Indonesia: Jurnal Pendidikan, Sosial, Humaniora, dan Kesehatan, 5(1), 56-66. https://jurnal.mitrasmart.co.id/index.php/jm/article/view/184

Herman, H., & Lau, S. H. A. (2020). Faktor Risiko Kejadian Dispepsia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 1094–1100. https://www.neliti.com/publications/464503/risk-factors-for-dyspepsia

Indarna, A. A., & Suryadi, S. (2022). Ketidakteraturan pola makan dengan kejadian dispepsia pada remaja. The Journal of Mother and Child Health Concerns, 2(2), 48–55. https://doi.org/10.56922/mchc.v2i2.303

Kemenkes, R. I. (2014). Pedoman Gizi Seimbang Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. Jakarta: Kemenkes RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/isi-piringku-kebutuhan-gizi-harian-seimbang

Muya, Y., Murni, A. W., & Herman, R. B. (2015). Karakteristik Penderita Dispepsia Fungsional yang Mengalami Kekambuhan di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sumatera Barat Tahun 2011. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(2). https://doi.org/10.25077/jka.v4i2.279

Naziyah, N., Hidayat, R., & Nugroho, F. R. (2022). Hubungan Perilaku Pola Makan Terhadap Kejadian Sindrome Dispepsia Pada Mahasiswa Keperawatan Angkatan 2018 Universitas Nasional. Malahayati Nursing Journal, 1(1), 180–188. https://doi.org/10.33024/mnj.v1i1.5733

Pardiansyah, R., & Yusran, M. (2016). Upaya Pengelolaan Dispepsia dengan Pendekatan Pelayanan Dokter Keluarga. J Medula Unila, 5(2), 86-90. http://repository.lppm.unila.ac.id/2378/1/Robby-Pardiansyah_1118011114_Upaya-Pengelolaan-Dispepsia-dengan-Pendekatan-Pelayanan-Dokter-Keluarga.pdf

Putri, A. N., Maria, I., & Mulyadi, D. (2022). Hubungan Karakteristik Individu, Pola Makan, dan Stres dengan Kejadian Dispepsia pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Jambi Angkatan 2018. Journal of Medical Studies, 2(1), 36–47. https://doi.org/10.22437/joms.v2i1.18091

Saad, N. M., Irwan, I., & Ahmad, Z. F. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dispepsia di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Timur Kota Gorontalo. Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community, 8(4), 238–243. https://doi.org/10.35971/gojhes.v8i4.26412

Sitakar, R. N., Shahab, F., & Zahra, S. (2023). Hubungan Pola Makan dengan Sindroma Dispepsia pada Mahasiswa Pre-klinik Fakultas Kedokteran. Jurnal Implementa Husada, 4(3), 204–211. https://doi.org/10.30596/jih.v4i3.16304

Sri, Siagian, Y., Liza Wati, L. W., & Julia Ds, H. (2023). Hubungan Pola Makan dengan Sindrom Dispepsia pada Remaja. Jurnal Keperawatan, 13(2), 40–48. https://doi.org/10.59870/jurkep.v13i2.144

Sumarni, S., & Andriani, D. (2019). Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Dispepsia. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (JKF), 2(1), 61–66. https://doi.org/10.35451/jkf.v2i1.282

Wijaya, I., Nur, N. H., & Sari, H. (2020). Hubungan Gaya Hidup dan Pola Makan Terhadap Kejadian Syndrom Dispepsia Di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar. Jurnal Promotif Preventif, 3(1), 58–68. https://doi.org/10.47650/jpp.v3i1.149

Unduhan

Diterbitkan

11-08-2026

Cara Mengutip

Armelia, Z. K., & Mashitah, M. W. (2026). Hubungan Pola Makan dengan Kekambuhan Dispepsia di Praktek Dokter Bersama Sekarpuro Malang. Health Research Journal of Indonesia, 4(6), 2233–2238. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1504