Hubungan Status Gizi dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Desa Paku, Sulawesi Utara

Penulis

  • Mastia Tongkinoto Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang, Indonesia
  • Musthika Wida Mashitah Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1487

Kata Kunci:

anemia, indeks massa tubuh, lingkar lengan atas, status gizi, remaja putri

Abstrak

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah status gizi yang kurang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Paku, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 remaja putri yang dipilih secara total sampling. Status gizi berdasarkan IMT diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan LiLA diukur menggunakan pita LiLA. Kejadian anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi normal berdasarkan IMT (57,5%) dan LiLA normal (62,5%). Prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 52,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan IMT (p=0,02) maupun LiLA (p=0,007) dengan kejadian anemia. Status gizi merupakan faktor penentu yang sangat signifikan terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Meskipun mayoritas responden memiliki indikator gizi normal, prevalensi anemia tetap tinggi (lebih dari separuh populasi), yang dipicu secara kuat oleh kondisi tubuh yang kurus (IMT Rendah) dan risiko Kekurangan Energi Kronis (LiLa rendah). Oleh karena itu, perbaikan status gizi perlu menjadi salah satu strategi utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Agustina, R., Nadiya, K., Andini, E. A., Setianingsih, A. A., Sadariskar, A. A., Prafiantini, E., et al. (2020). Associations of meal patterning, dietary quality and diversity with anemia and overweight-obesity among Indonesian school-going adolescent girls in West Java. PLoS ONE, 15(4), e0231519. DOI: 10.1371/journal.pone.0231519

Berhe, K., Gebrearegay, F., Gebreegziabher, H., Weldegerima, L., Kahsay, A., Hadush, H., Gebremariam, B., Fseha, B., Gebremariam, G., Etsay, N., & Hailu, M. (2022). Magnitude and associated factors of anemia among adolescent girls in Ethiopia: A systematic review and meta-analysis. Archives of Public Health, 80, 189. DOI: 10.1186/s13690-022-00942-y

Engidaw, M. T., Wassie, M. M., & Teferra, A. S. (2018). Anemia and associated factors among adolescent girls living in Aw-Barre refugee camp, Somali regional state, Southeast Ethiopia. PLoS ONE, 13(10), e0205381. DOI: 10.1371/journal.pone.0205381

Habtegiorgis, S. D., Petrucka, P., Telayneh, A. T., Getahun, D. S., Getacher, L., Alemu, S., & Birhanu, M. Y. (2022). Prevalence and associated factors of anemia among adolescent girls in Ethiopia: A systematic review and meta-analysis. PLoS ONE, 17(3), e0264063. DOI: 10.1371/journal.pone.0264063

Handiso, Y. H. (2022). Anemia and its determinants among adolescent girls in Southern Ethiopia. Cogent Public Health, 9(1), 2082045. DOI: 10.1080/27707571.2022.2082045

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-2-tahun-2020

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5539/

Lampus, C., Manampiring, A., & Fatimawali. (2016). Profil status gizi pada remaja di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. eBiomedik, 4(2). DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14602

Nurhayati, N., & Khairiah, R. (2025). Faktor ekonomi dan pendidikan orang tua terhadap kejadian anemia pada remaja di SMK Pelita Alam. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(3), 910–919. DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16730

Regasa, R. T., & Haidar, J. A. (2019). Anemia and its determinant of in-school adolescent girls from rural Ethiopia: A school-based cross-sectional study. BMC Women’s Health, 19(1), 98. DOI: 10.1186/s12905-019-0791-5

Sari, P., Herawati, D. M. D., Dhamayanti, M., & Hilmanto, D. (2022). Anemia among adolescent girls in West Java, Indonesia: Related factors and consequences on the quality of life. Nutrients, 14(18), 3777. DOI: 10.3390/nu14183777

UNICEF, WHO, & World Bank. (2023). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Joint Child Malnutrition Estimates, 2023 edition. New York: UNICEF. https://data.unicef.org/wp-content/uploads/2023/05/JME-2023-Levels-and-trends-in-child-malnutrition.pdf

Warda, Y., & Fayasari, A. (2021). Konsumsi pangan dan bioavailabilitas zat besi berhubungan dengan status anemia remaja putri di Jakarta Timur. Ilmu Gizi Indonesia, 4(2), 135–146. DOI: 10.35842/ilgi.v4i2.198

World Health Organization. (2011). Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/WHO-NMH-NHD-MNM-11.1

World Health Organization. (2023). Anaemia in women and children. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/health-topics/anaemia

World Health Organization. (2024). Prevalence of anaemia among adolescents. https://www.who.int/data/gho/indicator-metadata-registry/imr-details/prevalence-of-anaemia-among-adolescents

Unduhan

Diterbitkan

06-08-2026

Cara Mengutip

Tongkinoto, M., & Mashitah, M. W. (2026). Hubungan Status Gizi dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Desa Paku, Sulawesi Utara. Health Research Journal of Indonesia, 4(6), 2056–2064. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1487