Studi Retrospektif: Potensi Interaksi Obat Peresepan Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit X
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1242Kata Kunci:
Diabetes Melitus Tipe 2, interaksi obat, resep rawat jalan, studi retrospektifAbstrak
Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global, dengan Indonesia menempati peringkat kelima terbanyak di dunia. Penggunaan kombinasi obat pada pasien diabetes berpotensi menimbulkan interaksi obat yang dapat mengganggu efektivitas terapi dan menimbulkan efek samping serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit X periode Agustus–Oktober 2024. Metode: Metode yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis dan resep. Total 372 resep dianalisis menggunakan aplikasi drugs.com, medscape, dan drugbank untuk mengidentifikasi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan. Hasil: Dari 372 resep, sebanyak 218 resep (58,60%) berpotensi terjadi interaksi, dengan total 515 kejadian interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahan, ditemukan moderate (89,90%), minor (9,13%), dan major (0,97%). Interaksi paling umum kategori moderate adalah metformin-glimepiride, minor adalah acarbose-metformin, dan major adalah pioglitazone-clopidogrel. Simpulan: Disimpulkan bahwa lebih dari separuh resep berpotensi interaksi dengan tingkat keparahan terbanyak moderate.
Unduhan
Referensi
Alberti, K. G. M. M. (1990). Diabetes around the world. In Current Status of Prevention and Treatment of Diabetes Mellitus Complications (Vol. ICS821, pp. 116–122).
Federation, I. D. (2021). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). IDF. https://www.diabetesatlas.org
Hapsari, B. T., Aufa, B. M., Kautsar, A. P., & Kusuma, A. S. (2024). Potensi interaksi obat pada peresepan di poliklinik diabetes rawat jalan di RS X Surabaya. Pharmacy Medical Journal, 7(1), 27–33.
Harlyanti, M. M., Muhammad, I., Liganda, M. E., Munir, M. A., Reny, H., & Rahmadhani, A. T. (2023). Interaksi Obat. CV. Eureka Media Aksara.
Herdaningsih, S., Muhtadi, A., Lestari, K., & Annisa, N. (2016). Potential of drug-drug interaction in polypharmacy prescription: Retrospective study on a drugstore in Bandung. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 5(4), 288–292.
Poluan, O. A., Wiyono, W. I., & Yamlean, P. V. Y. (2020). Identifikasi potensi interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat inap di Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon periode Januari–Mei 2018. Pharmacon, 9(1), 38.
Rasdianah, N., & Gani, A. S. W. (2021). Interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan penyakit penyerta di Rumah Sakit Otanaha Kota Gorontalo. Indonesian Journal of Pharmacy Education, 1(1), 40–46.
Refdanita, & Maisarah. (2017). Potensi interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat jalan salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan. Sainstech Farma, 10(1), 2–7.
Reyaan, I. B. M., Kuning, C., & Adnyana, I. K. (2021). Studi potensi interaksi obat pada resep polifarmasi di dua apotek Kota Bandung. Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi, 11(3), 145.
Sormin, I. P., & Qoonitah, S. (2021). Analysis of drug interaction type-2 diabetes mellitus patients with complication of hypertension at the outpatient installation of “X” Hospital. Social and Clinical Pharmacy Indonesia Journal, 46(100), 1–10.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

