Pengaruh Waktu Pemberian Obat Amlodipin Pada Pagi Dengan Malam Hari Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kediri
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i4.1104Kata Kunci:
amlodipin, hipertensi, pagi, malam, kronoterapi, mann-whitney UAbstrak
Hipertensi memerlukan manajemen terapi tepat guna mencapai target tekanan darah yang stabil. Salah satu fokus optimasi terapi adalah kronoterapi mengenai penentuan waktu pemberian amlodipin 5 mg antara pagi atau malam hari. Penelitian ini membandingkan efektivitas kedua waktu pemberian tersebut melalui pendekatan kuantitatif komparatif pada 30 responden di Puskesmas Kediri. Responden dibagi menjadi dua kelompok intervensi yang diamati selama sepuluh hari dengan pemantauan tekanan darah rutin. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji non-parametrik Mann-Whitney U untuk melihat perbedaan efektivitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara pemberian pagi maupun malam hari p=0,198 untuk sistolik dan p=0,279 untuk diastolik). Namun, nilai Mean Rank kelompok malam lebih rendah dibandingkan kelompok pagi, yang secara klinis mengindikasikan tren penurunan tekanan darah yang cenderung lebih besar. Sebagai kesimpulan, meskipun secara statistik setara, pemberian amlodipin pada malam hari menawarkan keunggulan klinis dalam mengontrol lonjakan tekanan darah pagi hari (morning surge) selaras dengan prinsip ritme sirkadian tubuh.
Unduhan
Referensi
Admaja, W., & Bakar, Y. (2020). Evaluasi waktu pemberian amlodipin terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas X Kota Kediri. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia, 2(1), 11-18.
Ansiga, N. L., Cabu, R., & Fika, E. C. (2024). Hubungan kepatuhan minum obat dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Leleoto Kecamatan Tobelo Selatan. LELEANI: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 4(1), 19-28.
Bonten, T. N., et al. (2020). Effect of time of day of antihypertensive administration on blood pressure: A systematic review and meta-analysis. Hypertension, 75(2), 265-277.
Hamzah, B., Akbar, H., & Langingi, A. R. C. (2021). Analisis hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community, 5(1), 194-201.
Iorga, A., et al. (2017). The protective role of estrogen and estrogen receptors in cardiovascular disease and the aging heart. Biology of Sex Differences, 8(1), 1-16.
Khalisah, N. M. (2022). Perbedaan penurunan tekanan darah pasien hipertensi yang diberikan terapi amlodipin pada pagi hari dan malam hari di Puskesmas Bayan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 5(2), 219-229.
Lolo, W. A., & Citraningtyas, G. (2023). Pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Manado. Medical Scope, 5(1), 142-148.
Moonti, M. A., Sutandi, A., & Fitriani, N. D. (2023). Hubungan life style dengan kejadian hipertensi pada dewasa di Desa Jagara Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan tahun 2023. National Nursing Conference, 1(2), 55-68.
Nopitasari, B. L., & Aryastami, W. (2018). Pengaruh kepatuhan dan ketepatan waktu minum obat terhadap tekanan darah pasien hipertensi primer. Jurnal Ulul Albab, 22(1), 28-32.
Sarzani, R., et al. (2020). Hypertension in the elderly. International Journal of Molecular Sciences, 21(11), 40-60.
Smolensky, M. H., et al. (2017). Chronotherapy with conventional drug delivery systems to optimize antihypertensive medication effects. Dose-Response, 15(4), 1-12.
Yogeswara, P. A., Setyowati, E. R., Ruqayyah, S., & Wiatma, D. S. (2023). Pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar kolesterol dengan hipertensi di Puskesmas Gerung Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ners, 7(1), 744-752
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

