Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Berobat Pada Penderita Hipertensi Di UPTD Puskesmas Rendang
DOI:
https://doi.org/10.63004/mcm.v4i1.965Kata Kunci:
dukungan keluarga, kepatuhan berobat, hipertensiAbstrak
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan berobat yang konsisten untuk mencegah komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kepatuhan berobat adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat pada penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Rendang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 72 responden penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Family Support Questionnaire dan Adherence to Refills and Medications Scale (ARMS). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman rho pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tidak baik sebanyak 68 responden (94,4%), sedangkan dukungan keluarga baik sebanyak 4 responden (5,6%). Kepatuhan berobat penderita hipertensi sebagian besar berada pada kategori cukup, yaitu 52 responden (72,2%), dan kepatuhan baik sebanyak 20 responden (27,8%). Hasil uji Spearman rho menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi ρ = 0,878, yang menandakan adanya hubungan positif dengan kekuatan hubungan sangat kuat antara dukungan keluarga dan kepatuhan berobat. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat pada penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Rendang. Dukungan keluarga yang baik berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan berobat penderita hipertensi.
Unduhan
Referensi
Akta, & Arifin. (2024). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat pada penderita hipertensi. Jurnal Keperawatan.
Annisa, & al., et. (2024). Dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan hipertensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Cing, & Sudarsono. (2023). Hipertensi sebagai silent killer dan komplikasinya. Jurnal Kesehatan.
Friedman. (2016). Keperawatan Keluarga: Teori dan Praktik. EGC.
Frisilia. (2024). Peran keluarga dalam kepatuhan berobat pasien hipertensi. Jurnal Keperawatan Komunitas.
Handayani. (2020). Kepatuhan berobat pada usia lanjut.
Hardani. (2020). METODE PENELITIAN KUALITATIF & KUANTITATIF (CV. Pustaka Ilmu, Ed.).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Kemenkes RI.
Lestari, & al., et. (2019). Faktor demografi dan kepatuhan berobat pasien hipertensi. Jurnal Kesehatan.
Masriadewi. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. Udayana University Press.
NandaNurhaliza. (2020). Terapi farmakologi dan non-farmakologi pada hipertensi. Jurnal Keperawatan.
Notoadmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Nursalam. (2018). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika.
World Health Organitation. (2023). Global report on hypertension. World Health Organization.
Pratiwi, & al., et. (2021). Dukungan keluarga terhadap motivasi pengobatan hipertensi. Jurnal Keperawatan Komunitas.
Purnawinadi, & Lintang. (2020). Kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi dan risiko komplikasi. Jurnal Keperawatan.
Putri, & al., et. (2021). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat hipertensi. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah.
Rahayu, & Utami. (2021). Dukungan keluarga dan kepatuhan terapi hipertensi. Jurnal Ilmu Keperawatan.
Sari, & Putra. (2019). Pendidikan dan kepatuhan pengobatan hipertensi. Jurnal Keperawatan.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Widodo. (2023). Etika Penelitian Kesehatan. Penerbit Kesehatan Indonesia.
World Health Organization. (2017). Adherence to Long-Term Therapies: Evidence for Action. WHO.
Wulandari. (2020). Kepatuhan penggunaan obat jangka panjang pada penderita hipertensi.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Pande Kadek Intan Dwi Pratiwi, Ni Luh Putu Dewi Puspawati, Ketut Lisnawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

