Peningkatan Kesadaran Kesehatan Kerja melalui Skrining Hipertensi pada Petani Kakao di Kulon Progo
DOI:
https://doi.org/10.63004/mcm.v4i4.1973Kata Kunci:
Edukasi Kesehatan, Hipertensi, Kesehatan Kerja, Petani Kakao, Skrining Tekanan DarahAbstrak
Petani kakao merupakan kelompok pekerja informal yang rentan terhadap risiko kesehatan kerja akibat paparan panas ekstrim, beban fisik berat, serta minimnya akses pemeriksaan kesehatan berkala. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan akibat panas dan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan kerja petani kakao melalui pendekatan edukasi terintegrasi dan skrining hipertensi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2026 di desa Tompak, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, dengan melibatkan 25 petani kakao. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, pre-test, skrining tekanan darah, edukasi interaktif, diskusi, dan post-test. Hasil skrining tekanan darah menunjukkan bahwa 7 peserta (28%) berada pada kategori normal, 2 peserta (8%) mengalami peningkatan tekanan darah, dan 16 peserta (64%) teridentifikasi mengalami hipertensi. Hasil skrining ini dimanfaatkan sebagai instrumen awal untuk memicu kesadaran peserta akan pentingnya perilaku hidup sehat dan pengendalian risiko kerja. Evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 61,2 menjadi 84,6 dengan proporsi peserta berkategori pengetahuan baik meningkat signifikan dari 30,8% menjadi 88,5%. Integrasi skrining hipertensi dan edukasi kesehatan kerja terbukti efektif sebagai strategi promotif-preventif dalam membangun kesadaran dan kemandirian kesehatan kerja petani kakao di pedesaan.
Unduhan
Referensi
CDC. (2020). Heat Stress: Hydration and Work-Rest Cycles for Outdoor Workers. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).
International Labour Organization. (2024). Heat at work: Implications for safety and health: A global review of the science, policy and practice. Geneva: International Labour Organization.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Lundgren, K., Kuklane, K., Gao, C., & Holmér, I. (2013). Effects of heat stress on working populations when facing climate change. Industrial Health, 51(1), 3–15. DOI: https://doi.org/10.2486/indhealth.2012-0089
Oyekale, A. S. (2015). Climate change induced occupational stress and reported morbidity among cocoa farmers in South-Western Nigeria. Annals of Agricultural and Environmental Medicine, 22(2), 273–278. DOI: https://doi.org/10.5604/12321966.1152095
Pal, G., & Patel, T. (2021). Heat stress's impact on agricultural worker's health, productivity, and its effective prevention measures: A review and meta-analysis. International Journal of Agricultural Sciences, 13(1), 58–68. DOI: https://doi.org/10.51483/IJAGST.1.4.2021.13-23
Parker, R. P., et al. (2024). The impacts of climate change on occupational health and safety in agriculture: Heat exposure and cardiovascular stress. Journal of Occupational Health, 66(1), 11–23.
Sinta, S. N. (2020). Faktor risiko kejadian hipertensi pada pekerja sektor pertanian informal. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 2(1), 15–22.
World Health Organization. (2021). Guideline for the pharmacological treatment of hypertension in adults. World Health Organization.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nia Fararid Askar, Diki Bima Prasetio, Grhasta Dian Perestroika

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


