Edukasi Pemanfaatan Bahan Makanan Lokal Tinggi Protein Sebagai Alternatif Pemenuhan Nutrisi Untuk Pencegahan Stunting Pada Balita Di Desa Labat Muara
DOI:
https://doi.org/10.63004/mcm.v4i3.1822Kata Kunci:
pengabdian kepada masyarakat, stunting, balita, MP-ASI, Posyandu, Desa Labat MuaraAbstrak
Pendahuluan: Desa Labat Muara masih menghadapi berbagai masalah kesehatan ibu dan anak. Hasil pengkajian menunjukkan 16,7% balita mengalami stunting, 20% tidak rutin ditimbang di Posyandu, dan 16,7% bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif. Berdasarkan skoring, balita berisiko mengalami stunting menjadi prioritas utama dengan skor 18. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan balita. Metode: Pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan pemecahan masalah berbasis komunitas melalui pengkajian, identifikasi masalah, penentuan prioritas, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui kunjungan rumah, observasi, wawancara, dokumentasi, dan data desa. Intervensi meliputi penyuluhan pencegahan stunting, demonstrasi pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal, serta edukasi pentingnya Posyandu. Hasil: Kegiatan terlaksana tanpa hambatan. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan stunting, kemampuan mempraktikkan pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal, serta pemahaman pentingnya pemantauan tumbuh kembang melalui Posyandu. Kesimpulan: Edukasi dan demonstrasi pangan lokal meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendukung pencegahan stunting. Kegiatan dilanjutkan melalui edukasi berkala dan pendampingan kader di Posyandu.
Unduhan
Referensi
Achadi, E. L. (2021). Stunting: Permasalahan dan Upaya Pencegahannya. Jakarta: Rajawali Pers.
Amin, L. Z. (2015). Tatalaksana Diare Akut. Continuing Medical Education, 42(7), 504–508.
Buulolo, E., dkk. (2022). Faktor Risiko Kejadian Diare pada Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 112–120.
Chani, M., & Mayasari, D. (2020). Tinjauan Literatur tentang Diare pada Anak. Jurnal Medika Hutama, 2(1), 145–152.
Dewi, N., & Nugraha, A. (2021). Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Menular Seksual pada Remaja. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(2), 95–103.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Banjar Tahun 2024. Martapura: Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024. Banjarbaru: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Fauzi. (2024). Konsep Pengetahuan dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(1), 45–53.
Fitriani. (2021). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Handayani, S., & Wibowo, A. (2021). Keperawatan Komunitas. Jakarta: EGC.
Handayani, S., dkk. (2021). Faktor Risiko Diare pada Balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(2), 130–138.
Ikatan Bidan Indonesia. (2024). Standar Kompetensi Bidan Indonesia. Jakarta: Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia.
Indahyanti, D., dkk. (2022). Gambaran Klinis Diare pada Anak. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 7(2), 88–96.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu Edisi Terbaru. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Pedoman Nasional Percepatan Penurunan Stunting. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Nugroho, A., & Wulandari, S. (2020). Konsep Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelayanan Kesehatan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(2), 95–103.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sarkiah Sarkiah, Yuni Riska Nur Fariana, Fitri Yuliana, Dewi Pusparani Sinambela, Ni Wayan Pitriyani, Widiya Maharani, Annisa Rahmah, Wilda Wati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


