Edukasi Dan Pencegahan Hipertensi Di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan
DOI:
https://doi.org/10.63004/mcm.v4i3.1685Abstrak
Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia (34,1% pada penduduk usia ≥18 tahun berdasarkan Riskesdas 2018) dan sering disebut silent killer karena minim gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi berat seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Masyarakat Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan pola hidup berisiko hipertensi, seperti konsumsi tinggi garam dan lemak, rendahnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta minimnya pemeriksaan tekanan darah rutin. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan mengenai pengertian, faktor risiko, tanda gejala, dan komplikasi hipertensi, meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan tekanan darah berkala, serta mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan interaktif di Balai Desa Marga Agung yang diikuti 20 peserta dewasa berusia 30–60 tahun. Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan menggunakan media leaflet, pemeriksaan tekanan darah, diskusi tanya jawab, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Pengetahuan peserta kategori baik meningkat dari 20% (pre-test) menjadi 75% (post-test), sedangkan kategori kurang menurun dari 45% menjadi 10%. Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa 55% peserta mengalami hipertensi (>140/90 mmHg). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan minat untuk menerapkan gaya hidup sehat. Simpulan: Penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Marga Agung tentang hipertensi serta mendukung deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah, sehingga dapat menjadi model intervensi promotif dan preventif berkelanjutan yang melibatkan mahasiswa, perangkat desa, dan Puskesmas setempat.
Unduhan
Referensi
KEMENKES. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023 (1st ed.). Media Tama.
Kemenkes RI. (2020). Pedoman teknis pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (2nd ed.). Jaya Raya.
Maryati, H., Praningsih, S., Raani, K., & Guindan, C. (2022). Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Pengendalian Faktor Risiko Hipertensi Di Desa Rejoagung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. 8(4), 1–8. DOI: https://doi.org/10.33023/jikep.v8i4.1280
Nutbeam, D., & Lloyd, J. E. (2021). Understanding and Responding to Health Literacy as a Social Determinant of Health. 159–173. DOI: https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-090419-102529
PDHI. (2024). Panduan Pengenalan dan Tatalaksana Hipertensi Resisten Di Indonesia. 5(1), 135–150.
Projects, L. D. (2022). Health literacy development for the prevention and control of noncommunicable diseases (Vol. 4).
Putri, S. S., Widyaningsih, H., Faidah, N., Winarsih, B. D., & Arsy, G. R. (2025). Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Tumpang Krasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. 12(1), 83–93.
WHO. (2025). Hypertension. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hardono Hardono, Wisnu Sadhana, Asril HS, Chusairil Pasa, Giri Susanto, Ria Gustina, Novi Puspitasari, Muhamad Rizky Alkahfi, Muhammad Iksan, Tri Anggoro

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


