Edukasi Pemanfaatan Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) Sebagai Sediaan Parem Tradisional Untuk Luka Bengkak

Penulis

  • Febrina Nugrahini Universitas Bina Bangsa
  • Rini Setiawati Universitas Bina Bangsa
  • Maesaroh Universitas Bina Bangsa
  • Ahmad Bagus Mindiarto Universitas Bina Bangsa
  • Alya Saparinda Universitas Bina Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.63004/mcm.v4i1.1002

Kata Kunci:

Kencur, Kaemferiae galanga L, Parem Tradisional, Luka Bengkak

Abstrak

Peradangan dan pembengkakan merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Pemanfaatan obat tradisional berbasis tanaman lokal banyak dilakukan karena dinilai lebih aman dan mudah diperoleh. Kaempferia galanga L. (kencur) dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi dan penyembuhan luka, sehingga berpotensi digunakan sebagai sediaan parem tradisional untuk mengatasi pembengkakan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan rimpang kencur sebagai parem tradisional, meliputi formula dasar, cara pembuatan secara teoritis, cara penggunaan, serta aspek keamanannya.Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif deskriptif melalui penyuluhan kesehatan berbasis herbal di SMA Negeri 1 Puloampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kegiatan dilaksanakan tanpa praktik langsung, dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan media visual. Materi mencakup manfaat antiinflamasi kencur, pengenalan parem tradisional, formula parem kencur, serta cara penggunaan dan keamanannya.Hasil menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pemanfaatan rimpang kencur sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk pembengkakan. Kegiatan ini meningkatkan literasi masyarakat dalam penggunaan obat tradisional secara rasional dan berbasis ilmiah.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Cahyawati, P. N. (2020). Efek Analgetik dan Antiinflamasi Kaempferia Galanga (Kencur). WICAKSANA: Jurnal Lingkungan Dan Pembangunan, 4(1), 15–19. https://doi.org/10.22225/wicaksana.4.1.1811.15-19 DOI: https://doi.org/10.22225/wicaksana.4.1.1811.15-19

Hasibuan, E. S., & Dongoran, R. F. D. (2023). Pembuatan Sediaan Parem Dari Daun Bakung (Crinum Asiaticum) Dengan Campuran Beras, Jahe Dan Kencur Untuk Pengobatan Keseleo, Bengkak Dan Luka Memar. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Pembuatan, 8(1), 145–148. DOI: https://doi.org/10.51933/health.v8i1.1032

Hidayati, F. C., Haq, M. A., & Sabila, M. A. (2020). Efektivitas Ekstrak Kaempferia Galanga Terhadap Proses Penyembuhan Luka. Jurnal Impresi Indonesia ( JII ). 2243–2251.

Latifani, S., Nur Fitriani, A., Paniroy, Maesayani, K. S., Freddy, J., & Adianingsih, O. R. (2024). Enhanced Anti-Inflammatory Activity of Kaempferia galanga Extract by Solid Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System and Its Development in Fast Disintegrating Tablet. Science and Technology Indonesia, 9(4), 840–850. https://doi.org/10.26554/sti.2024.9.4.840-850 DOI: https://doi.org/10.26554/sti.2024.9.4.840-850

Permadi, W., Sumo, M., Madura, U. I., Madura, P., & Pamekasan, K. (2026). Tumbuhan Obat Tradisional Sebagai Warisan Lokal : Kajian Etnofarmasi Dan Pengaruh Edukasi Leaflet Kajian Etnofarmasi Dan Pengaruh Edukasi Leaflet. 4(1).

Silalahi, M. (2019). Kencur (Kaempferia Galanga) Dan Bioaktivitasnya. Jurnal Pendidikan Informatika Dan Sains, 8(1), 127. https://doi.org/10.31571/saintek.v8i1.1178 DOI: https://doi.org/10.31571/saintek.v8i1.1178

Wahyuni, I. S., Sufiawati, I., Nittayananta, W., & Levita, J. (2022). Anti-Inflammatory Activity and Wound Healing Effect of Kaempferia galanga L. Rhizome on the Chemical-Induced Oral Mucosal Ulcer in Wistar Rats. Journal of Inflammation Research, 15, 2281–2294. https://doi.org/10.2147/JIR.S359042 DOI: https://doi.org/10.2147/JIR.S359042

Unduhan

Diterbitkan

28-02-2026

Cara Mengutip

Nugrahini, F., Setiawati, R. ., Maesaroh, Mindiarto, A. B. ., & Saparinda, A. . (2026). Edukasi Pemanfaatan Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) Sebagai Sediaan Parem Tradisional Untuk Luka Bengkak. Majalah Cendekia Mengabdi, 4(1), 67–71. https://doi.org/10.63004/mcm.v4i1.1002