Hubungan Pendidikan dan Riwayat Merokok terhadap Kejadian TB Paru di Puskesmas Melati 2024

Penulis

  • Dewintha Olivia Eka Puspitaningrum Program Studi Kedokteran Program Sarjana, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya
  • Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S Departemen Kesehatan Masyarakat, Program Studi Kedokteran Program Sarjana, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya
  • Hanasia Departemen Mikrobiologi, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya
  • Arif Rahman Jabal Departemen Parasitologi, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya
  • Jan Yanto Lydwines Purba Departemen Klinis, Program Studi Kedokteran Program Sarjana, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Kata Kunci:

Tuberkulosis paru, pendidikan, merokok, faktor risiko, Puskesmas Melati

Abstrak

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) paru ialah penyakit infeksi saluran pernapasan kronis yang diakibatkan oleh Mycobacterium tuberculosis. WHO menyebut TB sebagai penyebab kematian ke-13 di dunia dan kedua tertinggi akibat penyakit menular. Di Indonesia, 75% penderita TB berada pada usia produktif (15–54 tahun), pada akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas kerja. Faktor risiko TB paru mencangkup sosial ekonomi, pekerjaan, pendidikan, usia, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok.  Tujuan: Studi ini bermaksud untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan riwayat merokok terhadap kejadian TB paru di Puskesmas Melati Kuala Kapuas. Metode: Penelitian memakai metode observasional dengan desain potong lintang dan teknik purposive sampling. Analisis data memakai uji chi-square. Hasil: Hasil uji Fisher's Exact Test terhadap 105 responden memperlihatkan nilai p = 0,000, yang bermakna ada hubungan signifikan antara riwayat merokok dan kejadian TB paru. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan riwayat merokok dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Melati Kuala Kapuas.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Absor, S., Nurida, A., Levani, Y., Nerly, W. S.. (2020.). Hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan penderita TB paru di wilayah Kabupaten Lamongan pada Januari 2016–Desember 2018. Medica Arteriana (Med-Art).

Cana, A. E. S., Rengganis Wardani, D. W. S., & Susianti, S. (2024). Hubungan faktor lingkungan fisik, sosial ekonomi kejadian tuberkulosis paru berbasis analisis spasial di wilayah kerja Puskesmas Panaragan Jaya. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(2), 420–429.

Darmastuti, A. T., Sukmana, J., & Pranitasari, N. (2020). Hubungan perilaku merokok dengan angka kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Kenjeran Surabaya. Comphi, 1(2), 77–83.

Dewi, T. L., Saraswati, D., & Maywati, S. (2024). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja UPTD Puskesmas Purbaratu Kota Tasikmalaya tahun 2023. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 20(1), 9–19.

Gery. (2023). Validasi data tuberkulosis batch 1 tingkat provinsi Kalimantan Tengah. Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah.

Kakuhes, H., Sekeon, S. A. S., & Ratag, B. T. (2020). Hubungan antara merokok dan kepadatan hunian dengan status tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado. KESMAS Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 9(1), 96–105.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Dashboard data kondisi TBC di Indonesia [Data diperbarui 3 Juni 2024]. https://tbindonesia.or.id/pustaka-tbc/dashboard/#

Kristini, T., & Hamidah, R. (2020). Potensi penularan tuberkulosis paru pada anggota keluarga penderita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 24–28.

Mar’iyah, K. (2021.). Patofisiologi penyakit infeksi tuberkulosis. Jurnal Psikologi dan Kesehatan. http://jurnal.uin-ala.ac.id/indeks.php/psb

Noris, M., Watung, I. V. G., Sibua, S., Hasanudin, S. I., et al. (2023). Hubungan perokok aktif dan pasif dengan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Modayag. Watson J Nurs, 2.

Pangaribuan, L., Kristina, K., Perwitasari, D., Tejayanti, T., & Lolong, D. B. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tuberkulosis pada umur 15 tahun ke atas di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 23(1), 10–17.

Prasadja, Y., Nugraha, W. M., Otiratu, G., Fatwa Yukhabilla, A., Rasyidah, T., & Rahmawati, I. D., et al. (2023). Upaya pendekatan kedokteran keluarga pada seorang wanita usia 58 tahun dengan tuberkulosis disertai hipertensi dan diabetes melitus. Dalam Prosiding Buku Panggilan Makalah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (hal. 154–172).

Salsabilah, K. S., & Afriansya, R. (2024). Hubungan lingkungan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat terhadap kejadian TB paru di Kedungmundu Kota Semarang. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 6(2), 621–627.

Sutriyawan, A., Nofianti, N., & Halim, R. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis. JIKA, 4(1), 98–105.

Wasityastuti, W., Dhamarjati, A., & Siswanto. (2020). Imunosenesens dan kerentanan populasi usia lanjut terhadap Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Respirologi Indonesia, 40(3), 182–191.

Diterbitkan

31-10-2025

Cara Mengutip

Eka Puspitaningrum, D. O., Putra S, R. A. A. H. S. ., Hanasia, Jabal, A. R., & Purba, J. Y. L. (2025). Hubungan Pendidikan dan Riwayat Merokok terhadap Kejadian TB Paru di Puskesmas Melati 2024. Health Research Journal of Indonesia, 4(1), 6–10. Diambil dari https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/735