Deteksi Bakteri Pada Pus Jerawat Mahasiswa Di Lingkungan Kampus Kurnia Makmur Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1634Kata Kunci:
jerawat, kultur bakteri, pus jerawat, Staphylococcus epidermidis, bakteri Gram positifAbstrak
Pendahuluan: Jerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit kulit inflamasi yang sering terjadi pada remaja dan dewasa muda akibat peningkatan produksi sebum, penyumbatan folikel, serta kolonisasi bakteri. Identifikasi bakteri pada pustula jerawat penting untuk mengetahui profil mikrobiologi lesi sebagai dasar pengelolaan jerawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bakteri yang diisolasi dari pus jerawat mahasiswa di Kampus Kurnia Makmur Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling. Sebanyak 20 sampel pus jerawat dikultur pada media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), Blood Agar (BA), MacConkey Agar (MC), Mannitol Salt Agar (MSA), dan Deoxyribonuclease Agar (DNase). Identifikasi bakteri dilakukan berdasarkan karakteristik koloni, pewarnaan Gram, dan uji biokimia, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Seluruh sampel menunjukkan pertumbuhan pada media BHIB, sedangkan pertumbuhan pada BA dan MC masing-masing sebesar 95% dan 5%. Dari 24 isolat yang diperoleh, bakteri Gram positif mendominasi (96%), terdiri atas Staphylococcus epidermidis (33%), Bacillus sp. (30%), Staphylococcus aureus (25%), dan Cutibacterium acnes (8%), sedangkan bakteri Gram negatif hanya Klebsiella pneumoniae (4%). Simpulan: Bakteri Gram positif merupakan kelompok bakteri yang paling banyak diisolasi dari pus jerawat mahasiswa, dengan S. epidermidis sebagai spesies yang paling dominan.
Unduhan
Referensi
Al-mekhlafi, N. A., & Dahaba, A. L. (2025). Isolation and Identification of Bacteria from Some Used Makeup Tools in Sana’ a City. PSM Microbiology, 10(1), 11–18.
Dréno, B., Bettoli, V., Araviiskaia, E., Sanchez Viera, M., & Bouloc, A. (2018). The Influence of Exposome on acne. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology, 32(5), 812–819. https://doi.org/10.1111/jdv.14820.
Dréno, B., Dekio, I., Baldwin, H., Demessant, A. L., Dagnelie, M.-A., Khammari, A., & Corvec, S. (2024). Acne microbiome: From phyla to phylotypes. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology, 38(4), 657–664. https://doi.org/10.1111/jdv.19540.
Imasari, T., & Emasari, F. (2021). Deteksi Bakteri Staphylococcus sp. Penyebab Jerawat dengan Tingkat Pengetahuan Perawatan Wajah pada Siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Pagerwojo. Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya, 2(2), 58–65. https://doi.org/10.56399/jst.v2i2.20.
Karimela, M., Mantiri, S. C., & Wuntu, A. D. (2018). Identifikasi Bakteri Staphylococcus epidermidis pada Kulit Manusia Berdasarkan Karakteristik Morfologi dan Biokimia. Jurnal MIPA, 7(2), 46–51.
Kulla, P. D. K., & Herrani, R. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Bawang Lanang (Allium sativum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 8(2), 1408-1420.
Kurokawa, I., Araviiskaia, E., Fölster-Holst, R., Ganceviciene, R., Gold, L. S., Lain, E., Baldwin, H., Bettoli, V., & Dréno, B. (2020). Understanding the role of Epidermal Barrier Function in acne Pathogenesis and Management. Journal of Clinical Medicine, 9(8), 2384. https://doi.org/10.3390/jcm9082384.
Rosidah, M. S., Lambui, O., & Suwastika, I. N. (2018). Ekstrak Daun Tumbuhan Macaranga Tanarius (L.) M. A Menghambat Laju Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Epidermidis Leaf Extract Of Macaranga Tanarius (L.) M. A Inhibit The Growth Rate Of Staphylococcus Epidermidis. 7(1), 64–70.
Heng, A. H. S., & Chew, F. T. (2020). Systematic review of the Epidemiology of acne vulgaris. Scientific Reports, 10(1), 5754. https://doi.org/10.1038/s41598-020-62715-3.
Sifatullah, M., Rahmawati, D., & Lestari, N. (2021). Tinjauan Mekanisme Terapi Jerawat Berdasarkan Patofisiologi dan Agen Farmakologis. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 12(3), 145–154.
Wibawa, I. G. A. E., & Winaya, K. K. 2019. Karakteristik Penderita Acne vulgaris di Rumah Sakit Umum (RSU) Indera Denpasar Periode 2014-2015. Jurnal Medika Udayana, 8(11), 1–4.
William, J., Elston, D., Treat, J., Rosenbach, M., & Micheletti, R. (2019). Andrews’ Diseases of the Skin (13th ed., pp. 231–238). Philadelphia: Elsevier.
Wulandari, S., Nisa, Y.S., Taryono., Indarti, S. & Sayekti, R.R.S. (2021), Sterilisasi Peralatan dan Media Kultur Jaringan. Agrinova: Journal of Agrotechnology Innovation, 4(2), 16-19. https://doi.org/10.22146/a.77010.
Zaenglein, A. L., Pathy, A. L., Schlosser, B. J., Alikhan, A., Baldwin, H. E., Berson, D. S., Bowe, W. P., Graber, E. M., Harper, J. C., Kang, S., Keri, J. E., Leyden, J. J., Reynolds, R. V., Silverberg, N. B., Stein Gold, L. F., Tollefson, M. M., Weiss, J. S., Dolan, N. C., Sagan, A. A., Stern, M., Boyer, K. M., & Bhushan, R. (2016). Guidelines of Care For The Management of Acne vulgaris. Journal of the American Academy of Dermatology, 74(5), 945–973.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


