Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Haid Remaja Putri Di Panti Asuhan X
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1491Kata Kunci:
Nyeri Haid, Remaja Putri, Kunyit Asam, MenstruasiAbstrak
Latar Belakang: Nyeri haid terjadi akibat peningkatan produksi prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus berlebihan sehingga menimbulkan rasa nyeri pada perut bagian bawah. Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin, sedangkan asam jawa mengandung flavonoid dan antosianin yang berperan sebagai antioksidan dan membantu mengurangi rasa nyeri. Panti Asuhan X Banjarbaru merupakan salah satu lembaga sosial yang menaungi remaja putri yang telah mengalami menstruasi dan masih ditemukan remaja putri yang mengalami nyeri haid sehingga mengganggu aktivitas. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian kunyit asam terhadap penurunan tingkat nyeri haid pada remaja putri di Panti Asuhan X Banjarbaru. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 20 remaja putri. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikansi p=0,000 (0< 0,05), yang artinya pemberian kunyit asam secara statistik efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri. Kesimpulan: Pemberian kunyit asam terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri haid pada remaja putri di Panti Asuhan X Banjarbaru. Kunyit asam dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis yang aman, mudah diperoleh, dan ekonomis untuk membantu mengurangi dismenore pada remaja putri.
Unduhan
Referensi
REFERENSI
Boroujeni, Z. S., Heidari-Soureshjani, S., & Sherwin, C. M. T. (2024). Effects of Curcuma longa (turmeric) and curcumin on the premenstrual syndrome and dysmenorrhea: A systematic review. Women's Health, 20.
Dewanti, K. N., & Alivian, G. N. (2024). The use of turmeric tamarind as local wisdom to reduce dysmenorrhea in adolescence: Literature review. International Journal of Biomedical Nursing Review, 3(3).
Hasnia, F., Amalia, R. B., Sudaryanti, L., & Annas, J. Y. (2024). Correlation between anemia and the incidence of dysmenorrhea in adolescent girls. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 8(3), 230–238.
Hidayati, T., & Hanifah, I. (2023). Differences in the effectiveness of tamarind turmeric herbal drink and warm compresses on primary dysmenorrhea pain intensity in adolescent women. International Journal of Nursing and Midwifery Science, 7(3), 394–400.
Lestari, N., Erwin, T. N., & Astuti, S. N. (2023). The effectiveness of tamarind turmeric water on the dysmenorrhea pain scale in teenage girl. Caring: Indonesian Journal of Nursing Science, 5(2), 87–92.
Mutammamah, L., & Ningrum, N. P. (2025). The effect of soybean, turmeric, and tamarind phytotherapy on dysmenorrhea in adolescent girls. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 13(1).
Pertiwi, P. M., Retnaningsih, R., & Ilmiah, W. S. (2025). Pengaruh konsumsi minuman kunyit asam terhadap disminore primer pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti.
Rimadani, P. I., Sulistiyah, S., & Latifah, N. (2025). Tinjauan literatur: Pengaruh pemberian kunyit asam terhadap intensitas nyeri dismenore primer pada remaja. Al-Insyirah Midwifery Journal.
Safitri, S., & Gustina, G. (2023). Effect of routine consumption of turmeric-tamarind herb on dysmenorrhea among adolescent girls. EMBRIO: Jurnal Kebidanan, 15(1), 41–48.
Sharifipour, F., Faal Siahkal, S., Qaderi, K., Mohaghegh, Z., Zahedian, M., & Azizi, F. (2024). Effect of curcumin on dysmenorrhea and symptoms of premenstrual syndrome: A systematic review and meta-analysis. Korean Journal of Family Medicine, 45(2), 96–104.
Sulaimah, S., Sukaesih, N. S., & Ningrum, D. (2024). The effect of turmeric on reducing dysmenorrhea in adolescent girls: A systematic review. Buletin Veteriner Udayana, 16(3).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


