Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Geriatri Di Uptd Puskesmas Fajar Mulya Kabupaten Pringsewu
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1446Kata Kunci:
hipertensi, geriatri, antihipertensi, interaksi obat, polifarmasiAbstrak
Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok geriatri. Adanya penurunan fungsi organ dan penyakit penyerta menyebabkan pasien geriatri sering menerima terapi polifarmasi sehingga berisiko mengalami interaksi obat. Tujuan: Mengetahui potensi interaksi obat antihipertensi terhadap obat lain pada pasien geriatri di UPTD Puskesmas Fajar Mulya Kabupaten Pringsewu. Metode: Penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif dan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dan resep pasien geriatri hipertensi dengan penyakit penyerta periode Juli–Desember 2025. Sampel berjumlah 124 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar pasien berusia 60–65 tahun (41,94%), berjenis kelamin perempuan (70%), overweight (39,52%), dan mengalami hipertensi derajat 2 (64%). Penyakit penyerta terbanyak adalah myalgia (24,19%). Terapi antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah amlodipine (76%). Ditemukan 55 kasus potensi interaksi obat, terdiri atas interaksi farmakokinetik (29%) dan farmakodinamik (71%). Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi kategori moderate mendominasi (75%), diikuti minor (16%) dan mayor (9%). Simpulan: Potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien geriatri didominasi oleh interaksi farmakodinamik dengan tingkat keparahan moderate, sehingga diperlukan pemantauan terapi obat secara berkala untuk meningkatkan keamanan pengobatan.
Unduhan
Referensi
Adriani, A., Suwendar, & Lestari, F. (2022). Kajian Interaksi Obat Antihipertensi pada Pasien Geriatri Rawat Inap di Rumah Sakit Al-Mulk Kota Sukabumi. Bandung Conference Series: Pharmacy, 2. https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2.4328
Agustina, R., Annisa, N., & Prabowo, W. C. (2015). Potensi Interaksi Obat Resep Pasien Hipertensi di Salah Satu Rumah Sakit Pemerintah di Kota Samarinda. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 1(4), 208–213. https://doi.org/10.25026/jsk.v1i4.41
American Geriatrics Society (AGS). (2023). American Geriatrics Society 2023 updated AGS Beers Criteria® for potentially inappropriate medication use in older adults. Journal of the American Geriatrics Society, 71(7), 2052–2081. https://doi.org/10.1111/jgs.18372
Andika, G. A., & Graharti, R. (2025). Panduan Terbaru Hipertensi: Sebuah Tinjauan Literatur. Hypertension Guidelines: A Literature Review Medula |, 15(3), 580.
Cruz-Jentoft, A. J., Bahat, G., Bauer, J., Boirie, Y., Bruyère, O., Cederholm, T., Cooper, C., Landi, F., Rolland, Y., Sayer, A. A., Schneider, S. M., Sieber, C. C., Topinkova, E., Vandewoude, M., Visser, M., & Zamboni, M. (2019). Sarcopenia: revised European consensus on definition and diagnosis. Age and Ageing, 48(1), 16–31. https://doi.org/10.1093/ageing/afy169
Efendi, Y. G., Deswati, & Armal, K. (2024). Analisis Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Geriatri Di Instalasi Rawat Jalan Rsud Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2023. JK: Jurnal Kesehatan, 2(10), 306–312. http://wikep.net/index.php/JUKESAH/article/view/756
Hall, J. E., do Carmo, J. M., da Silva, A. A., Wang, Z., & Hall, M. E. (2015). Obesity-induced hypertension: interaction of neurohumoral and renal mechanisms. Circulation Research, 116(6), 991–1006. https://doi.org/10.1161/CIRCRESAHA.116.305697
Huang, W.-F., Hsiao, F.-Y., Tsai, Y.-W., Wen, Y.-W., & Shih, Y.-T. (2006). Cardiovascular events associated with long-term use of celecoxib, rofecoxib and meloxicam in Taiwan: an observational study. Drug Safety, 29(3), 261–272. https://doi.org/10.2165/00002018-200629030-00009
Katzung, B. G. (2018). Basic & Clinical Pharmacology. In McGraw-Hill Companie (14th ed., Vol. 35). https://doi.org/10.1016/s00256196(25)08113-3
Katzung, B. G. (2020). Basic and Clinical Pharmacology. McGrawHill.
Kementerian Kesehatan RI. (2013). Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Hipertensi. Direktorat Penyakit Tidak Menular Subdit Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan RI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Bahaya Hipertensi, Upaya Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi. Kementerian Kesehatan RI. https://kemkes.go.id/id/bahaya-hipertensi-upaya-pencegahan-dan-pengendalianhipertensi
Kementerian Kesehatan RI. (2025). Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Obesitas Dewasa. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Mujiadi, & Rachmah, S. (2022). Buku Ajar Keperawatan Gerotik. In Buku ajar keperawatan gerontik.
Pikir, B. S., Aminuddin, M., Subagjo, A., Dharmadjati, budi baktijasa, Suryawan, i gede rurus, & P, J. nugroho eko. (2015). Hipertensi Manajemen Komprehensif. Airlangga University Press.
Roni, R. K., Ulfa, A. M., & Rudy, M. (2023). Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Di Puskesmas Pinang Jaya Menggunakan Metode Observasi. Jurnalmalahayati, 10(3), 1672–1680.
Sica, D. A., Carter, B., Cushman, W., & Hamm, L. (2011). Thiazide and loop diuretics. Journal of Clinical Hypertension (Greenwich, Conn.), 13(9), 639–643. https://doi.org/10.1111/j.1751-7176.2011.00512.x
Tinetti, M. E., Han, L., Lee, D. S. H., McAvay, G. J., Peduzzi, P., Gross, C. P., Zhou, B., & Lin, H. (2014). Antihypertensive medications and serious fall injuries in a nationally representative sample of older adults. JAMA Internal Medicine, 174(4), 588–595. https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2013.14764
Umpuan, D. T. H., Primadiamanti, A., & Martianus Angin, P. (2023). Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien. Jurnal Farmasi Malahayati, 6(2), 220–234.
WHO. (2024). World Hypertension Day 2024: Measure Your Blood Presure Accurately. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081062 %0A
World Health Organization. (2023). Global Tuberculosis Report 2023. Geneva: WHO.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


