Hubungan Self-Efficacy dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Kebidanan Tingkat III dalam Persiapan Objective Structured Clinical Examination (OSCE)

Penulis

  • Kori Kornelia Poltekkes Kemenkes Padang
  • Mira Arnita Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Rati Purnama Sari Poltekkes Kemenkes Padang

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1307

Kata Kunci:

self-efficacy, kecemasan, OSCE, mahasiswa kebidanan

Abstrak

Latar Belakang: Objective Structured Clinical Examination (OSCE) menjadi salah satu metode evaluasi kompetensi klinik yang sering digunakan dalam pendidikan kebidanan, namun OSCE sering menimbulkan kecemasan pada mahasiswa sehingga dapat mempengaruhi performa akademik dan keterampilan mahasiswa selama ujian. Self-efficacy diduga berperan dalam mempengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa saat menghadapi OSCE meskipun kontribusinya terhadap kecemasan masih harus diteliti lebih lanjut. Tujuan: Menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kecemasan mahasiswa tingkat III dalam menghadapi OSCE. Metode: Penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 87 mahasiswa D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Self-efficacy diukur menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSES), sedangkan kecemasan diukur menggunakan subskala kecemasan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal (p<0,05). Hasil: Nilai Cronbach's Alpha GSES (0,894) dan DASS-21 Anxiety (0,870) menunjukkan reliabilitas sangat baik. Rata-rata skor self-efficacy adalah 30,91±3,29 (kategori sedang), sedangkan rata-rata skor kecemasan adalah 15,75±8,05 (kategori sedang). Sebagian besar responden memiliki self-efficacy sedang (66,7%) dan kecemasan sedang (40,2%). Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan kecemasan dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r = -0,212; p = 0,048), yang berarti self-efficacy hanya menjelaskan 4,5% variasi kecemasan mahasiswa. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan kecemasan menghadapi OSCE. Meskipun self-efficacy berperan sebagai faktor protektif, kecemasan OSCE dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti kesiapan akademik, pengalaman klinik, dan faktor eksternal. Oleh karena itu, intervensi pengurangan kecemasan perlu bersifat komprehensif dan tidak hanya berfokus pada peningkatan self-efficacy semata.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. W. H. Freeman.

Bandura, A., Freeman, W. H., & Lightsey, R. (1999). Self-Efficacy: The Exercise of Control. In Journal of Cognitive Psychotherapy (Vol. 13, Number 2). W. H. Freeman. https://doi.org/10.1891/0889-8391.13.2.158

Basri, B., & Halawa, A. (2025). The Effect of Self-Efficacy Training on Nursing Students’ Anxiety in Facing the National Objective Structured Clinical Examination (OSCE) in Medan City. Contagion: Scientific Periodical of Public Health and Coastal Health, 7(3), 120–127.

Brand, H. S., & Schoonheim-Klein, M. (2009). Is the OSCE More Stressful? Examination Anxiety and Its Consequences in Different Assessment Methods in Dental Education. European Journal of Dental Education, 13(3), 147–153. https://doi.org/10.1111/j.1600-0579.2008.00554.x

Ferreira, E. M. R., Rodrigues, I. L. A., Nascimento, L. A., Gomes, A. P., & Teixeira, E. (2020). Stress, Anxiety, Self-Efficacy, and the Meanings That Physical Therapy Students Attribute to Their Experience With an Objective Structured Clinical Examination. BMC Medical Education, 20(1), 334. https://doi.org/10.1186/s12909-020-02202-5

Ghasemi, A., & Zahediasl, S. (2012). Normality Tests for Statistical Analysis: A Guide for Non-Statisticians. International Journal of Endocrinology and Metabolism, 10(2), 486–489. https://doi.org/10.5812/ijem.3505

Harden, R. M., & Gleeson, F. A. (1979). Assessment of clinical competence using an objective structured clinical examination (OSCE). Medical Education, 13(1), 39–54. https://doi.org/10.1111/j.1365-2923.1979.tb00918.x

Hosseini, F. A., Hemati, M., Shaygan, M., Gheysari, S., Jaberi, A., Ghobadi, M., & Rahimi, S. (2025). Exploring the challenges and needs of nursing students in relation to OSCE exam stress: A qualitative study. PLOS ONE, 20(7), e0327898. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0327898

Lovibond, P. F., & Lovibond, S. H. (1995). Manual for the Depression Anxiety Stress Scales. Psychology Foundation.

Magdalena, N., & Siagian, I. O. (2023). Pengetahuan dan Self-Efficacy Mahasiswa D3 Kebidanan dengan Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi OSCE.

Nunnally, J. C., & Bernstein, I. H. (1994). Psychometric Theory. McGraw-Hill.

Oermann, M. H., & Gaberson, K. B. (2021). Evaluation and Testing in Nursing Education. Springer Publishing Company.

Schwarzer, R., & Jerusalem, M. (1995). Generalized Self-Efficacy Scale (pp. 35–37). NFER-Nelson.

Zulkosky, K. (2009). Self-Efficacy: A Concept Analysis. Nursing Forum, 44(2), 93–102. https://doi.org/10.1111/j.1744-6198.2009.00132.x

Unduhan

Diterbitkan

28-06-2026

Cara Mengutip

Kornelia, K., Arnita, M., & Sari, R. P. (2026). Hubungan Self-Efficacy dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Kebidanan Tingkat III dalam Persiapan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Health Research Journal of Indonesia, 4(5), 1300–1309. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1307