Analisis Kesesuaian Sarana Penyimpanan Obat terhadap Standar CDOB di Pedagang Besar Farmasi X Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1286Kata Kunci:
CDOB, Sarana Penyimpanan, Bangunan Dan Peralatan, Pemisahan Obat, PBFAbstrak
Sarana penyimpanan obat di Pedagang Besar Farmasi (PBF) memegang peranan kritis dalam menjaga mutu obat selama proses distribusi. Ketidaksesuaian terhadap standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dapat menyebabkan degradasi obat, kegagalan terapi, dan membahayakan bagi pasien. PBF X di Kota Makassar yang berada di wilayah tropis dengan suhu dan kelembaban tinggi memiliki tantangan tersendiri dalam memenuhi ketentuan CDOB. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian sarana penyimpanan obat di PBF X Kota Makassar terhadap standar CDOB, khususnya pada aspek bangunan dan peralatan serta aspek penyimpanan dan pemisahan obat atau bahan obat. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan secara kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan dokumen lembar checklist yang mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2020 dan Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2025, kemudian melakukan wawancara apoteker penanggung jawab, serta telaah dokumen. Hasil: Aspek bangunan dan peralatan memperoleh persentase kesesuaian 75% (9 dari 12 item sesuai) dengan tiga ketidaksesuaian: kebersihan dan kerapian bangunan yang tidak konsisten, alat pemantau suhu (thermohygrometer) yang belum dikalibrasi ulang, serta tidak adanya sistem pengendalian hama yang terdokumentasi. Sementara itu, aspek penyimpanan dan pemisahan obat telah mencapai kesesuaian 100% (7 dari 7 item sesuai) yang mencakup pencatatan stok mampu telusur, penerapan FIFO/FEFO, pemisahan obat dari komoditi lain, serta prosedur penanganan obat rusak/kadaluwarsa. Kesimpulan: PBF X berada pada kategori baik secara umum, namun perbaikan pada kebersihan, kalibrasi alat, dan pengendalian hama sangat diperlukan untuk mencapai standar penuh. Rekomendasi prioritas meliputi kalibrasi ulang thermohygrometer, penyusunan jadwal pembersihan rutin, serta implementasi program pest control terdokumentasi.
Unduhan
Referensi
Agustiyani, D., Wahyuni, N. A., & Lestari, P. (2017). Evaluasi pelaksanaan CDOB pada Pedagang Besar Farmasi di Kota Surabaya. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 4(2), 67–74.
Ahli Hama Indonesia. (2025). Hama Gudang: Ancaman Serius Bisnis Pedagang Besar Farmasi. Ahli Hama Indonesia.
Amsari, R., & Alia. (2025). Penilaian Indikator Mutu Evaluasi Penggunaan Obat di Puskesmas Kota/Kabupaten Bandung. Skripsi. Universitas Bhakti Kencana
Arikasi, J. (2025). Kesesuaian distribusi obat prekursor berdasarkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) di Pedagang Besar Farmasi PT. Belibis Muda Perkasa Lampung. Skripsi. Lampung: Institut Teknologi Sumatera.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2020). Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan BPOM Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat yang Baik. Jakarta: BPOM RI.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2025). Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2025 tentang Standar Cara Distribusi Obat yang Baik. Jakarta: BPOM RI.
BPS (Badan Pusat Statistik Kota Makassar). (2024). Kota Makassar dalam Angka 2024. Makassar: BPS Kota Makassar.
Carina Paska Agatha, A. A. L., & Sopyan, I. (2021). Evaluasi Sistem Penyimpanan Obat di Salah Satu Gudang Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Kota Bandung. Farmaka, 19(4). doi:10.24198/farmaka.v19i4.34601
Fadillah, R., Sutrisna, A., & Syahputra, R. (2021). Evaluasi pelaksanaan penyimpanan obat berdasarkan CDOB pada Pedagang Besar Farmasi di Kota Medan. Jurnal Farmasi Indonesia, 17(2), 123–131.
Harsanti, A. D. (2022). Evaluasi Penyimpanan Dan Distribusi Vaksin Di Dinkes Manokwari. Skripsi. Universitas Islam Indonesia
Herawati, I. E., Pradana, E. S., Rusmana, W. E., Fathurrahman, M. H., Adika, M. F., Friska, I. G. A. Y., & Susila, T. S. (2024). Analisis pola penyimpanan obat berdasarkan suhu ruangan pada Pedagang Besar Farmasi X di Kota Bandung. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4), 12210–12217.
Hidayat, R., Yuliana, D., & Mahmudah, S. (2020). Implementasi CDOB dalam sistem penyimpanan dan distribusi obat pada PBF. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 18(1), 45–52.
KFTD (Kimia Farma Trading & Distribution). (2021). KFTD. Prosedur Penyimpanan Produk Distribusi dan Perdagangan KFTD.
KFTD (Kimia Farma Trading & Distribution). (2023). KFTD Ketentuan Peralatan Untuk Penyimpanan & Penyaluran Produk
Laboratorium Kalibrasi Spin. (2025). Ketentuan Peraturan Kalibrasi Thermohygrometer Penting Buat Bisnis dan Laboratoriummu. Laboratorium Kalibrasi Spin
Lakana, M. F. ., Gonibala, A. P. ., & Kuna, M. R. (2025). Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Sistem Pelayanan Farmasi Di Apotek Kimia Farma 262. Graha Medika Pharmacy Journal, 1(02), 1-8. https://journal.iktgm.ac.id/pharmacy/article/view/270
Melati Ginoga, & Moh. Rasyid Kuna. (2025). Gambaran Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di Puskesmas Komangaan. Graha Medika Pharmacy Journal, 1(01), 15-24. Diambil dari https://journal.iktgm.ac.id/pharmacy/article/view/234 (Original work published 30 Juni 2025)
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan (Cetakan Ketiga). Jakarta: PT Rineka Cipta
Nuffra, W. K. (2014). Manajemen Penyimpanan Obat di Instalasi Logistik Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Tahun 2014 [Tesis]. Jakarta: Universitas Indonesia.
Pangestu, L., & Holik, H. A. (2025). Analisa kesesuaian aspek bangunan di salah satu Pedagang Besar Farmasi (PBF) Kota Bandung terhadap CDOB 2020. Farmaka.
Panggabean, F. A. (2024). Evaluasi penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) sebagai sistem penjaminan mutu pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) di PT. X. Skripsi. Jakarta: Institut Sains dan Teknologi Nasional
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

